Presiden Minta Progres Dan Solusi Permasalahan Di Danau Toba

0
1112

Presiden Jokowi pimpin Ratas di Hotel Niagara, Parapat, bersama 7 bupati dan Kementrian terkait. 

PARAPAT, bisniswisara.co.id: Presiden Joko Widodo pimpin rapat terbatas di Hotel Niagara dengan tujuh bupati di kawasan Danau Toba dan meminta progres dari rapat-rapat sebelumnya dalam rangka mempersiapkan Danau Toba sebagai destinasi wisata prioritas, sore ini (1/3).

Presiden merasa sangat senang melihat kerukunan antara Plt. Gubernur Sumatera Utara dan para bupati di kawasan Danau Toba, satu diantara 10 top destinasi yang sudah ditetapkan presiden sebagai prioritas pembangunan di sektor pariwisata, untuk menembus target 20 juta wisman di 2019.

“Saya minta baik dari bupati, gubernur, maupun menteri untuk menyampaikan masalah dan solusinya. Karena masalahnya saya sudah tahu pada saat rapat di istana, tapi solusinya bagaimana agar nanti bisa langsung saya perintahkan kepada menteri untuk segera mengerjakan,” perintah Jokowi.

Kerja cepat ditekankan presiden karena   nanti rebranding Toba ini akan dilakukan, tidak tahu kemudian diferensiasi-nya, potitioning-nya, semuanya nanti mulai dibangun lagi. Promosinya, kemasannya, semuanya akan diulang untuk di rebranding lagi, tambahnya.

Harapannya adalah agar Danau Toba dapat menjadi sebuah destinasi wisata yang memang layak dan patut dikunjungi, tidak hanya di turis nusantara tetapi juga wisatawan mancanegara..

Turut hadir dalam Rapat Terbatas hari adalah Menteri Koordinator Polhukam Luhut Panjaitan, Sekretaris Kabinet Pramono Anung, Menteri Pariwisata Arief Hidayat, Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Basuki Hadimuljono, Plt. Gubernur Sumatera Utara ‎Tengku Erry Nuradi, dan para bupati di kawasan Danau Toba.

Menteri Pariwiata Arief Yahya mengatakan  Presiden Joko Widodo betul-betul concern untuk mewujudkan 10 Bali Baru. Dalam kunjungan kerja ke Sumut kali ini  orang nomor satu ini memilih rapat terbaras  dan langsung  mengunjungi Danau Toba, Sumatera Utara.

Dalam setahun terakhir, Presiden Jokowi sudah meninjau dan membuat kebijakan percepatan di banyak destinasi. Sekaligus mempromosikan objek-objek wisata nasional dan menarik minat para investor di bidang hospitality. “Itu adalah bentuk komitmen beliau untuk percepatan pembangunan pariwisata,” kata Arief Yahya.

Presiden telah mengunjungi Tanjung Lesung Banten, Tanjung Kelayang Belitung, Labuan Bajo NTT, Borobudur Jawa Tengah dan Mandalika Lombok NTB. Dia juga meluangkan akhir tahunnya ke Raja Ampat, salah satu destinasi wisata bahari yang terbaik di dunia versi CNN International 2015.

“Langkah strategis percepatan Danau Toba adalah, penetapan Perpres Badan Otorita Toba, dan Perpres Percepatan Pembangunan Infrastruktur di Triwulan I 2016. Setelah itu, triwulan II 2016 Penetapan Perpres Zona Badan Otorita atau Zona Otorita.

Badan inilah yang merupakan implementasi dari single destination, single management dan menjadi salah satu critical success factor manajemen destinasi Danau Toba, jelas Arief Yahya.

Hal yang dibahas mulai dari soal pelebaran jalan dan tol dari Kuala Namu, pelebaran bandara dekat Toba, pembangunan jalan di Pulau Samosir, manajemen karamba dan budidaya ikan tawar, sampai manajemen sampah yang setiap bulan dilempar di danau itu 120 ton.

“Terima kasih pada Kementerian lain yang juga bekerja sangat cepat,” ungkapnya,

Di momentum GMT 9 Maret nanti, Presiden Jokowi juga dijadwalkan ke Belitung karena salah satu dari 12 titik yang dilewati gerhana matahari ” ungkap Menpar Arief Yahya.

Pihaknya juga  sudah membentuk Tim Shadow Management untuk kawasan Toba. Mereka yang ikut memikirkan share infrastructure yang bisa dikeroyok bersama-sama untuk menjadikan Toba sebagai destinasi kelas dunia.

Setelah menjalani serangkaian koordinasi antar kementerian, lanjut Arief, masing-masing sudah sepakat untuk membangun bersama-sama mulai 2016 ini.

Bukan hanya tim Danau Toba yang sudah ditetapkan, tetapi juga 9 destinasi prioritas yang lain. Semua bergerak, tiap hari memberikan progress reportnya.

Tim 10 Destinasi Prioritas itu diketuai Hiramsyah, lalu anggotanya Danau Toba oba Rino Wicaksono, Tanjung Kelayang Fandi Wijaya, Tanjung Lesung Ida Irawati, Kep. Seribu & Kota Tua Budi Faisal, Borobudur Larasati, Bromo-Tengger-Semeru AS Harsawardhana, Mandalika : Taufan Rahmadi, Labuan Bajo Shana Fatina, Wakatobi : Ari Prasetyo dan Morotai Ari Surhendro. (hildasabri@yahoo.com).

 

LEAVE A REPLY

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.