Jokowi: Saya Harus Tebal Kuping Untuk Bangun MRT, LRT dan Kereta Cepat

0
613
Presiden Jokowi Tinjau Terowongan MRT (Foto: http://kitanesia.id)

JAKARTA, bisniswiata.co.id: Presiden Joko Widodo (Jokowi) harus tebal telinga untuk merealisasikan pembangunan infrastruktur di Indonesia. Buktinya, ia mengklaim, karena sifatnya tersebut, proyek pembangunan Mass Rapid Transit (MRT), Light Rail Transit (LRT), termasuk kereta cepat bisa dimulai.

Diceritakan kenangannya ketika mengambil keputusan membangun MRT saat menjabat sebagai gubernur DKI Jakarta. Proyek yang dicanangkan sejak 1986 silam, namun justru baru dimulai pada 2013. Pembangunan itu dihantui dengan cerita kerugian-kerugian yang akan ditelan, jika merealisasikan pembangunan MRT. Namun, paparan sejumlah orang itu diabaikannya.

Proyek MRT dan semua proyek di Indonesia tidak akan dimulai jika pandangan hanya terpaku pada kerugian yang akan diterima. Hitung-hitungannya, bahkan Jakarta akan semakin merugi hingga Rp28 triliun jika kemacetan ibukota tidak segera diatasi, papar kepala negara di hadapan 14.000 pengusaha Indonesia, di JI Expo Jakarta, Selasa (28/2/2017).

Ketebalan kuping, lanjut Jokowi, juga diterapkan saat dirinya memutuskan membangun kereta cepat berjalur 148 kilometer. Ia bingung kehebohan terjadi karena keputusan itu. Padahal, China setiap tahunnya membangun 2000 km jalur kereta cepat. “Kapan kita akan maju? Tetapi, saya kupingnya tebal. Kalau kuping tipis enggak akan mulai MRT, LRT, dan kereta cepat. Setiap keputusan pasti ada risikonya, pemimpin harus berani ambil risikonya. Kalau enggak ya maju mundur,” ungkapnya.

Berkat ketebalan telinga Jokowi itu, MRT bisa mulai dinikmati masyarakat Maret 2019. Bahkan, LRT benar-benar dipersiapkan agar bisa digunakan sebelum Asian Games 2018 di Jakarta dan Palembang. “Orang Indonesia kalau sudah nonton satu kota jadi, yang lain copy. Bandung minta, Surabaya minta. Tetapi, kalau enggak kita putuskan, enggak eksekusi, enggak kita mulai,” ucap mantan Wali Kota Solo ini.

Presiden Jokowi juga mengimbau masyarakat agar segera menginvestasikan uang yang dimilikinya. Saat ini adalah saat yang tepat untuk berinvestasi. Dan jangan menyalahkan pemerintah jika kesempatan yang baik ini diambil investor dari luar negeri. “Saya pastikan, bapak, ibu dan saudara semuanya, tahu betul peluang yang ada di negara kita itu apa tahu. Di bidang komoditas apa akan masuk, saudara-saudara juga tahu. Tidak usah saya beritahukan. Sehingga peluang-peluang itu segera ambil. Jangan keduluan yang dari luar,” tandasnya,

Presiden merasa perlu mengingatkan hal itu kepada mereka yang pegang uang, karena kita akan terus perbaiki ease of doing business. “Saya akan tekan terus, akan saya injak terus agar semakin tahun semakin baik, semakin tahun semakin baik. Karena dengan inilah negara ini bisa diperbaiki,” ujarnya.

Dicontohkan waktu bongkar muat barang di pelabuhan atau dwelling time yang dulunya di atas 6 – 7 hari, sekarang bisa ditekan menjadi di bawah 3 hari. Presiden berjanji akan mengejar terus biaya yang masih tinggi supaya daya saing kita, competitiveness menjadi semakin baik. “Sekali lagi, peluang-peluang yang ada, manfaatkan. Kesempatan yang ada, manfaatkan, manfaatkan. Jangan sampai, sekali lagi, jangan sampai kesempatan itu diambil negara lain karena felling saya mengatakan hampir semua negara sekarang ini melihat kita,” ucapnya.

Menurut Presiden Jokowi, problem kita sekarang ini berada pada sisi yang namanya kesenjangan sosial ekonmi. Ia menyebutkan, gini ratio kita memang perlu diperbaiki, dan ini menjadi tugas pemerintah. Karena itu, Presiden Jokowi mengajak kalangan dunia usaha silahkan terus ekspansi berusaha. “Tugasnya mempersempit kesenjangan itu, tugasnya kebijakannya ada di pemerintah. Meski jika dibandingkan dengan negara lain, juga tidak jelek-jelek amat gini ratio kita,” sambungnya. (endy)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.