Jokowi: Pariwisata bisa Maju Jika Hal-hal Detail Diperhatikan

0
542
Turis asing di Papua (Foto: http://mediaindonesia.com)

JAKARTA, bisniswisata.co.id: Presiden Joko Widodo (Jokowi) meminta agar pengembangan sektor pariwisata dilakukan dengan memperhatikan segala aspek pendukung secara detail. Hal-hal detail sekecil apapun harus benar-benar diperhatikan para jajarannya dalam pengembangan dan kemajuan pariwisata.

“Wisata yang baik mulai dari ketibaan sampai dengan kepulangan. Ini menyangkut semua aspek termasuk aspek konektivitas, mobile internet 3G dan 4G, sampai kebersihan. Selalu saya sampaikan kepada menteri hal-hal seperti ini kita bekerjanya harus detail,” ungkap Presiden Joko Widodo saat berbicara di acara Kompas 100 CEO Forum di Jakarta Convention Center (JCC) Jakarta, Kamis (24/11/2016).

Ia menegaskan formula keberhasilan destinasi wisata juga terletak pada konektivitas. “Kami menginstruksikan kepada kementerian terkait untuk segera membenahi hal-hal tersebut. Promosi pun disebutnya juga sedang digalakkan secara besar-besaran.

Tercatat saat ini branding Wonderful Indonesia dipasang di berbagai media digital seperti Google, Trip Advisor, Baidu, CTrip, dan lainnya. Selain itu juga di jaringan TV internasional, seperti CNN Travel, CCTV China, BBC, Discovery Channel, CNBC, NHK, Astro, Aljazeera, dan lainnya. Bahkan beberapa di media luar ruang seperti yang menempel di bus pariwisata di Paris saat Piala Eropa (Euro Cup) sedang berlangsung. Juga 400 black cab taxi London, bus double decker London, semua bus stop di Singapura, MRT dan Ferry Penyeberangan Singapura-Batam, semua dibungkus Brand Wonderful Indonesia.

Menurut dia, selain persoalan pemasaran, Presiden juga memahami bahwa kunci utama dari sebuah perjalanan wisata ialah pengalaman yang didapatkan para wisatawan. “Ini tidak pernah kita kemas dengan baik, tidak pernah ditarik positioning-nya di mana, tidak pernah jelas diferensiasinya seperti apa, tidak pernah kita mem-brand setiap lokasi-lokasi itu seperti apa,” kata Presiden Jokowi.

Sektor pariwisata, kata Presiden Jokowi, Indonesia memiliki potensi kekuatan atraksi yang besar sehingga seharusnya bisa dikembangkan sebagai daya tarik bagi wisatawan. Faktanya, jumlah kunjungan wisatawan mancanegara jauh tertinggal tercatat pada 2015 memang naik 10,3 persen atau 10,4 juta wisman tapi faktanya masih kalah dari Malaysia yang sudah dikunjungi 25 juta wisman dan Thailand 30 juta wisman.

Presiden tetap optimistis Indonesia mampu meraih sejumlah capaian positif di saat lesunya ekonomi dunia. Dan pariwisata dianggap bisa menjadi andalan kekuatan Indonesia di pentas dunia. “Dalam situasi sesulit apapun, semua pihak harus optimis bahwa Indonesia akan dapat menjadi lebih baik. Saya ingin menyampaikan satu kata, yaitu optimisme. Jangan sampai kita kehilangan satu kata tadi, saya sampaikan meskipun faktor-faktor eksternal tidak mendukung ke arah sana,” ujarnya. (*/ANO)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.