Presiden Jokowi: Kunjungan Wisman 2015 Raup Rp144 Triliun

0
564
Wisatawan asing berwisata di Kaltim (foto: klotoktourtanjungputing.com)

JAKARTA, test.test.bisniswisata.co.id: Presiden Joko Widodo (Jokowi) menyampaikan jumlah kunjungan wisatawan mancanegara yang berwisata ke Indonesia pada tahun 2015, berdasarkan informasi Menteri Pariwisata mencapai 10,4 juta orang. Ini menunjukkan pariwisata adalah sektor yang harus terus dikembangkan sebagai penggerak perekonomian nasional.

“Jadi naik secara sangat signifikan dan estimasi perolehan devisa di sektor ini Rp. 144 Triliun,” kata Presiden pada pengantar rapat terbatas (ratas) tentang Rencana Pengembangan Destinasi Pariwisata Danau Toba, di Kantor Presiden, Jakarta, Selasa (2/2/2016).

Pariwisata di Indonesia tahun 2015, lanjut kepala negara, tumbuh di atas pertumbuhan pariwisata dunia yang hanya 4,4 persen dan pertumbuhan pariwisata kawasan ASEAN sebesar 6 persen. “Di Tahun 2016 ini, saya minta pertumbuhan di sektor pariwisata bisa lebih dipercepat dan kita akselerasi. Juga untuk mendukung pertumbuhan ekonomi nasional,” pesan Presiden sambil menambahkan dengan percepatan ini, bukan saja mendatangkan devisa, namun bisa mengembangkan sektor UMKM, industri kreatif serta membuka lapangan kerja baru.

Presiden juga meminta Manteri Pariwisata agar melakukan percepatan 10 destinasi wisata prioritas, seperti Borobudur, Mandalika, Labuhan Bajo, Bromo-Tengger-Semeru, Kepulauan Seribu, Toba, Wakatobi, Tanjung Lesung, Morotai dan Tanjung Kelayang. “Diperlukan sebuah kecepatan terobosan baik regulasi maupun pekerjaan-pekerjaan di lapangan sehingga hasilnya segera bisa kita nikmati,” lontar Presiden.

Khusus untuk Danau Toba, Presiden meminta agar diperkuat konektivitas, aksesibilitas, baik yang berkaitan dengan pelabuhan, dengan bandara dan dengan jalan. “Pengembangan pariwisata harus betul-betul terintegrasi mulai dari perencanaan sampai dengan pengelolaannya,” pesannya seperti dilansir laman PresidenRI.go.id.

Selain itu, Presiden menyebutkan beberapa minggu yang lalu telah dilakukan kunjungan ke Danau Toba oleh Menteri Koordinator bidang Maritim dan Sumber Daya, Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat dan Menteri Pariwisata. “Kita harapkan nantinya juga segera ditindaklanjuti di lapangan dan saya juga menekankan agar disiapkan branding untuk pemasarannya, pelayanan-pelayanan yang berstandar internasional, atraksi-atraksi seni budaya dengan koreografi yang baik, desain yang menarik yang mempunyai kelas,” ucap Presiden.

Menteri Pariwisata (Menpar), Arief Yahya, menyambut baik hasil yang diperoleh pariwisata Indonesia yang bisa melampaui target 10 juta wisaman. Bahkan mantan CEO Telkom ini, sedari awal memiliki keyakinan tinggi bahwa jumlah wisman yang berkunjung ke Indonesia di tahun 2015, akan melebihi target yang ditetapkan pemerintah.

“Sebenarnya, saya sudah yakin jumlahnya melebihi target yang ditetapkan pemerintah yakni 10 juta kunjungan wisman. Karena hasil sampai bulan Oktober 2015 saja, jumlah kunjungan wisman sudah mencapai angka 8,9 juta. Keyakinan saya itu berdasarkan bulan November dan Desember biasanya jadi bulan liburan dan itu artinya wisatawan yang datang akan lebih banyak dari bulan lainnya,” ungkap Arief.

Dilanjutkan, angka pertumbuhan pariwisata Indonesia ditahun 2015 ternyata meningkat bila dibanding beberapa negara pesaing di kawasan ASEAN seperti Singapura dan Malaysia yang dari angka mengalami penurunan jumlah pertumbuhan wisatanya. “Pertumbuhan pariwisata Indonesia jauh lebih baik dibandingkan negara kompetitor Malaysia (pada Januari-Juni 2015 minus -9,4%), dan Singapura (Januari-Desember 2015 tumbuh nol persen), sedangkan Thailand tumbuh di atas kita sebesar 23% (Januari-Desember 2015),” lanjutnya.

Terobosan regulasi yang dilakukan pemerintah dengan memperbanyak pemberian Bebas Visa Kunjungan (BVS) yang saat ini sebanyak 90 negara (Perpres No.104 Tahun 2015) tahun ini direncanakan akan ditambah menjadi 174 negara. Dengan kebijakan BVK ini diproyeksikan akan meningkatkan 1 juta wisman dengan devisa sebesar US$ 1 milyar pada tahun ini.

“Pemberlakuan Bebas Visa Kunjungan (BVS) yang diberlakukan pemerintah ikut menyumbang peningkatan jumlah wisman yang datang ke Indonesia selain meningkatnya branding ‘Wonderful Indonesia’ yang terus kita promosikan diberbagai tempat di dunia. Hal ini bagus bagi perkembangan wisata di Indonesia. Terlebih tahun ini pemberlakuan Bebas Visa Kunjungan (BVS) akan ditambah menjadi 174 negara dan ditambah pemberlakuan kemudahan bagi kedatangan kunjungan perahu pesiar (yacht) juga makin dipermudah. Sehingga bisa meningkatkan pertumbuhan wisata di Indonesia,” tuturnya.

“Selain itu pemerintah mempercepat pembangunan 10 destinasi wisata unggulan yang sudah ditetapkan pemerintah agar bisa menambah cantik lokasi-lokasi wisata yang ada di Indonesia. Selain itu pemerintah juga akan memberlakukan pengelolaan destinasi wisata satu atap dimana satu destinasi hanya di kelola oleh satu pengelola,” tutupnya. (endy)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.