Presiden Jokowi Ingin Musik Indonesia Jadi Tuan Rumah di Negeri Sendiri

0
441
Presiden Jokowi Membuka Munas VII PAPPRI dan Peringatan Hari Musik Nasional Tahun 2017, di Istana Negara, Jakarta, Kamis (9/3)

JAKARTA, bisniswisata.co.id: Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengaku senang sekali mendengarkan musik. Selama 50 menit setiap pagi dan malam, dari Bogor ke Jakarta dan dari Jakarta ke Bogor, menurut Presiden, dirinya pasti mendengarkan musik di dalam mobil.

“Setiap hari itu yang masuk di saya itu politik, ekonomi, yang terkadang membuat pusing di situ. Tapi begitu ketemu musik langsung fresh lagi,” kata Presiden Jokowi saat memberikan sambutan dalam Pembukaan Musyawarah Nasional (Munas) VII Persatuan Artis Penyanyi, Pencipta Lagu dan Pemusik Republik Indonesia (PAPPRI) dan Peringatan Hari Musik Nasional Tahun 2017, di Istana Negara, Jakarta, Kamis (9/3) siang.

Menikmati musik, lanjut Presiden, pada dasarnya menikmati sebuah seni bercerita. Cerita mengenai lingkungan hidup, cerita mengenai cinta, cerita mengenai kesedihan, cerita mengenai harapan, cerita mengenai kesulitan. “Musik bisa membuat kita lebih optimis. Dengan musik kita bisa merayakan saat-saat berbahagia, menjadi pelipur lara atau saat pusing. Pada saat bersedih kita bisa dihibur oleh musik,” ujar Presiden.

Melalui musik pula, sambung kepala negara, kebenaran dapat disampaikan secara apa adanya. Ini yang membuat dirinya senang, disampaikan secara apa adanya, masuk ke dalam hati dan pikiran kita semuanya. Bahkan musik bisa menembus kelas sosial. “Saya sekarang ini baru senang-senangnya dangdut, mendengarkan (dangdut) karena interaksinya begitu sangat baiknya dengan rakyat kita. Bisa dinikmati semua kalangan,” ujarnya.

Menurut Presiden, musik adalah bagian yang tidak terpisahkan dari rakyat kita. Pemerintah ingin agar musik Indonesia mendominasi semua tempat, semua ruang, semua kalangan yang ada di tanah air kita. “Bukan musik-musik dari barat, bukan musik-musik dari negara yang lain. Inilah yang terus kita upayakan agar betul-betul menjadi tuan rumah yang mendominasi di negara sendiri, Indonesia,” harapnya.

Presiden Jokowi menyetujui usulan Ketua Umum Persatuan Artis Penyanyi, Pencipta Lagu dan Pemusik Republik Indonesia (PAPPRI) Tantowi Yahya, agar di setiap peringatan Hari Musik Nasional, pada 9 Maret, lembaga penyiaran, baik radio, maupun televisi (TV) hanya memutar lagu-lagu Indonesia dan lagu-lagu daerah.

“Saya setuju, enggak tahu ini dibuatin Perpres (Peraturan Presiden) atau Keppres (Keputusan Presiden) agar pada Hari Musik Nasional, full dari pagi sampai tengah malam diputarkan di semua radio, TV, department store, kafe, rumah-rumah musik, mall, semuanya, enggak tahu lewat Keppres atau Perpres nanti, biar urusannya Pak Kepala Bekraf (Badan Ekonomi Kreatif) Triawan Munaf,” lontarnya/

Menanggapi keinginan yang disampaikan penyanyi Raisa agar musik Indonesia lebih diperhatikan, dikembangkan dan didanai oleh pemerintah, sehingga musisi Indonesia mungkin tidak perlu harus tinggal di luar negeri agar musiknya bisa go international, Presiden Jokowi memberi contoh mendunianya K-Pop dari Korea.

“Saya pernah bertanya ke Presiden Park (Presiden Korsel, red), sebagaimana mereka menyiapkan manajemen promosinya, manajemen panggungnya, manajemen lighting-nya, manajemen penontonnya, memang rapi sekali. Saya tanya, berapa tahun Korea Selatan menyiapkan K-Pop itu? Mereka menyampaikan ke saya, 13 tahun, baru bisa menjadikan K-Pop sebuah cara untuk berdiplomasi. Diplomasi dengan musik, diplomasi dengan budaya, bukan diplomasi dengan bertarung politik,” ungkap Presiden Jokowi.

Presiden mengaku bertanya langsung, persiapannya seperti apa K-Pop itu selama 13 tahun. Ia menyebutkan, yang namanya latihan, dari pagi sampai pagi. Dari sekian ribu anak-anak muda, diseleksi menjadi 500. Nanti pada tahun ke-7 jadi hanya 200. Pada tahun ke-10 hanya tinggal 100, kemudian tinggal 50. “Artinya, itu memang sebuah pelajaran yang betul-betul memang harus kita lihat, kalau kita memiliki keinginan-keinginan seperti mereka,” tutur Presiden.

Kalau memang ada pemikiran-pemikiran ke depan, lanjut Presiden Jokowi, visi 20 tahun, 30 tahun, 50 tahun yang akan datang. “Kita juga bisa kok menyiapkan seperti mereka. Kalau dari segi material dan SDM (Sumber Daya Manusia) saya kira kita memilikinya,” tegasnya.

Presiden mengingatkan, agar ke depan harusnya kita hati-hati. Jangan sampai ada penetrasi budaya luar datang ke Indonesia, dan kita tidak bisa menyiapkan pagarnya. “Tapi setelah bertemu pada hari ini, saya meyakini kita mampu memagari dan menjaga itu,” pungkasnya.

Sebelumnya Ketua PAPPRI Tantowi Yahya melaporkan, acara pembukaan Munas VII PAPPRI dan Peringatan Hari Musik Nasional Tahun 2017 itu dihadiri oleh sekitar 200 undangan, yang terdiri dari para penyanyi mulai dari yang paling senior seperti Titiek Puspa, Enteng Tanamal, Dimas Wahab, Bimbo, Koes Hendratmo, sampai ke generasi penerusnya seperti Harvey Malaihollo, Katon Bagaskara, Raisa, Ariel, dan Vina Panduwinata.

Hadir pula saat ini perwakilan dari industri musik, serta tokoh-tokoh yang mempunyai perhatian yang besar terhadap musik Indonesia, seperti Hendropriyono, para Ketua dan Sekretaris PAPPRI yang datang dari seluruh Indonesia.

Menurut Tantowi, Hari Musik Nasional yang diperingati setiap tanggal 9 Maret adalah wujud perhatian dan apresiasi pemerintah terhadap eksistensi dan kontribusi musik Indonesia, dari mulai pra sampai dengan pengisian kemerdekaan. “Musik selalu hadir dalam setiap fase bangsa ini, baik sebagai pemompa semangat, pendorong motivasi, maupun sebagai produk hiburan,” ungkap Tantowi.

Mengenai Hari Musik Nasional yang diperingati setiap 9 Maret, Ketua Umum PAPPRI itu mengemukakan, bahwa tanggal tersebut hari lahir komponis besar WR Supratman. Wacana tentang perlu adanya Hari Musik nasional sudah mulai bergulir sejak pemerintahan Presiden BJ Habibie. Pencanangan dilakukan oleh Presiden Megawati, dan akhirnya ditetapkan melalui Keppres no.10 Tahun 2012 oleh Presiden SBY. (*/HMS)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.