Presiden Jokowi: Hilangkan Egosentris Bangun Nation Branding

0
547
Presiden Joko Widodo saat Pawai budaya di Jakarta (Foto: m.infospesial.net)

JAKARTA, test.test.bisniswisata.co.id: Presiden Joko Widodo (Jokowi) menegaskan, sebagai negara yang besar Indonesia harus mempunyai citra dan reputasi yang positif di dunia Internasional. Sehingga dengan reputasi positif itu bukan hanya memperkuat kebanggaan identitas Indonesia sebagai bangsa, tetapi sekaligus juga meningkatkan daya saing Indonesia dibandingkan negara-negara yang lain.

“Saya minta agar digarap habis-habisan nation branding Indonesia sebagai strategi untuk meningkatkan daya saing negara, baik di bidang investasi, perdagangan, maupun pariwisata.
Nation branding juga bisa kita gunakan sebagai instrumen kekuatan lunak atau soft power dalam membangun hubungan dunia luar untuk diplomasi,” kata Presiden Jokowi saat memimpin Rapat Terbatas, di Kantor Presiden, Jakarta, Selasa (27/9) siang.

Presiden mengingatkan, Indonesia tidak boleh tertinggal, dan harus segara mengambil langkah-langkah yang konkret untuk memperkuat citra positifnya di dunia internasional. Pandangan Presiden, selama ini dalam membangun nation branding, kementerian-kementerian masih berjalan sendiri-sendiri.

Dicontohkan, Kementerian Pariwisata mengusung wonderful Indonesia. Kementerian Perdagangan mengangkat tagline slogan made in Indonesia. Promosi investasi, BKPM punya tema sendiri. Juga membangun citra positif Indonesia di dunia internasional, cenderung terpisah-pisah, terkotak-kotak, dan berjalan sendiri-sendiri dalam melakukan promosi maupun pameran di luar negeri. Setiap kementerian juga belum terorganisasi dan terkonsolidasi dengan baik.

“Saya sering menjumpai stand pameran di ajang pameran besar di luar negeri, bukan hanya ukurannya kecil-kecil dengan penyelenggara dari Kementerian atau pemerintah daerah yang berbeda-beda, tapi sering saya saksikan lokasinya tidak strategis. Sehingga tidak memperkuat, meningkatkan citra, image, persepsi terhadap Indonesia justru mengurangi,” lontarnya.

Kepala Negara meminta agar egosentrisme membangun strategi nation branding harus segera diperbaiki, dihilangkan dan dikoreksi bersama-sama. “Kita lakukan konsolidasi sehingga kita mampu nantinya bersaing dengan negara-negara lain. Saya juga minta agar soft power diperkuat melalui diplomasi kebudayaan, pengenalan kuliner Indonesia, juga melalui promosi melalui olahraga,” pinta Presiden.

Membangun nation branding bukan sebatas membuat logo, tagline, atau slogan. Namun nation branding adalah upaya bersama penyelenggara negara maupun dari warga negara untuk mewujudkan sekaligus menjaga citra dan persepsi positif negara Indonesia, sambungnya seperti dilansir laman PresidenRi.go.id

“Citra positif harus dijaga dengan cara memberikan pelayanan yang baik, cepat, dan profesional,” tutur Presiden seraya menekankan diferensiasi, positioning, branding Indonesia bukan sekedar logo, slogan, dan tidak boleh berhenti pada citra positif di iklan, melainkan betul-betul bisa dijumpai dalam realitas sehari-hari.

Tampak hadir dalam Rapat Terbatas itu antara lain Wakil Presiden Jusuf Kalla, Menko Polhukam Wiranto, Menko Perekonomian Darmin Nasution, Mensesneg Pratikno, Seskab Pramono Anung, Kepala Staf Kepresidenan Teten Masduki, Menteri Perdagangan Enggartiasto Lukito, Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto, Menteri Pariwisata Arief Yahya, Menkominfo Rudiantara, Menkum HAM Yasonna Laoly, Menpora Imam Nahrawi, dan Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Rini Soemarno. (endy)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.