Presiden Jokowi: Itu Target Turis, Bukan Eksodus Naker China

0
606
Turis China di Indonesia (Foto: http://www.traveldailynews.asia)

JAKARTA, bisniswisata.co.id: Presiden Joko Widodo (Jokowi) akhirnya angkat bicara soal rumor di media sosial soal eksodus 10 juta tenaga kerja (naker) asal China yang datang ke Indonesia. Jumlah 10 juta merupakan target turis asal China yang dibidik Pemerintah agar datang ke Indonesia, bukan tenaga kerja.

“Haduh, yang Tiongkok itu turis, yang saya tanda tangan itu turis, saya cek yang tenaga kerja dari Tiongkok itu 14.000 orang. Ini jangan dipleset-plesetkan lah. Mentang-mentang media sosial kita ini tidak kita atur mengenai isu-isu semuanya dimasukkan dengan dipleset-plesetkan seperti itu,” kata Presiden Jokowi melalui siaran tertulis, Sabtu (26/11/2016).

Dijelaskan, pemerintah menggenjot habis-gabisan agar pada 2019 jumlah turis yang masuk ke Indonesia melonjak dari 9 juta menjadi 20 juta, termasuk wisatawan asal China. Mengingat warga China yang berwisata ke luar negeri, angkanya terus melonjak setiap tahunnya.

Untuk itu, Kepala Negara menyampaikan Pemerintah habis-habisan dan dengan segala cara pemerintah memperbaiki positioning Indonesia, baik mendiferensiasi produk-produk yang ada, baik membangun brand setiap destinasi maupun melakukan promosi besar-besaran.

“Ke Paris sekarang ini bus yang lalu lalang di Paris itu sudah gambarnya Indonesia, datang ke Indonesia, Wonderful Indonesia di situ ada semuanya,” ungkap Presiden.

Presiden juga membandingkan dengan negara. Dia menyebutkan, sekarang turis yang datang ke Malaysia 24 juta dan Thailand sekitar 29,8 juta. Sementara, Indonesia hanya 9 juta wisatawan mancanegara.

“Kita sekarang ini mungkin menuju ke 11 tapi ndak, ndak mau saya. Ini harus meloncat di atas 20. Saya sudah bilang ke Menteri Pariwisata ndak mau kita hanya melonjaknya, kita melonjaknya satu juta yang di sana melompat 2 juta ya enggak ketemu-ketemu,” kata Presiden.

Untuk itulah, lanjut Presiden, dirinya sudah tanda tangan langsung dengan Presiden RRT Xi Jinping karena per tahun 150 juta turis Negeri Panda melancong ke luar negeri, yang banyak diserap oleh Amerika Serikat dan Eropa. (redaksibisniswisata@gmail.com)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.