Presiden Jokowi: Bali Aman Dikunjungi

0
371
Pura Besakih di bawah kaki Gunung Agung

PAPUA BARAT, Bisniswisata.co.id: Presiden Joko Widodo menyatakan bahwa Pulau Bali saat ini dalam kondisi aman untuk dikunjungi para wisatawan. “Bali itu aman dipakai untuk akhir tahun, jadi jangan sampai ada sebuah persepsi karena ada masalah erupsi di Gunung Agung. Karena itu jauh dari tempat erupsi Gunung Agung,” kata Presiden di Pantai Waisai Torang Cinta Raja Ampat, Papua Barat, Jumat (22/12/2017).

Untuk membuktikan bahwa kondisi Pulau Dewata kembali normal, pemerintah memutuskan untuk melakukan rapat terbatas di Bali. Kondisi tempat pariwisata Pulau Bali tidak seluruhnya terdampak oleh erupsi Gunung Agung, sambung Kepala Negara.

Menurut Presiden, pemerintah akan melangsungkan rapat terbatas di Pulau Dewata berkaitan dengan pembangunan ekonomi. “Rapat, baik yang berkaitan dengan Gunung Agung, juga ekonomi,” ujar Jokowi.

Presiden Joko Widodo akan memimpin rapat terbatas bersama sejumlah menteri terkait kondisi Gunung Agung dalam kunjungan kerjanya di Bali. Rencananya, rapat terbatas ini digelar pada Jumat (22/12/2017) di Wisma Werdapura, Sanur, Denpasar.

Salah satu menteri yang akan mengikuti rapat terbatas itu adalah Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Ignasius Jonan. Menurut Jonan, rapat terbatas tersebut secara khusus akan membahas kondisi Gunung Agung beserta dampaknya. “Pertemuan sore nanti akan membahas masalah Gunung Agung,” kata Jonan saat ditemui di Pos Pantau Gunung Agung, Rendang, Jumat (22/12/2017).

Jonan menjelaskan, pihaknya telah menyiapkan berbagai data yang sekiranya diperlukan saat rapat terbatas dengan Presiden. “Kami berharap semua pihak menghargai keputusan dan analisis Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) mengenai Gunung Agung,” paparnya seperti dilansir laman Kompas.com

Menurut dia, lembaga di bawah koordinasi Kementerian ESDM itu hanya mengumumkan hasil analisis sesuai dengan gejala aktivitas Gunung Agung yang direkam oleh peralatan yang tersedia.

Selain itu, PVMBG hanya memiliki kewenangan menetapkan status Gunung Agung. Sedangkan untuk kondisi Bali secara keseluruhan bukan merupakan kewenangan PVMBG. “PVMBG selama ini konsisten dalam pengumumannya, sesuai apa yang direkam oleh peralatan. PVMBG tidak pernah menetapkan status Pulau Bali secara keseluruhan, hanya Gunung Agung,” tutur Jonan.

Sementara itu, Menko Maritim Luhut Binsar Pandjaitan sempat mendatangi pos pantau Gunung Agung di Desa Rendang, Karangasem, Bali, Jumat (22/12/2017). Kedatangan Luhut sebagai bentuk kampanye bahwa Bali aman untuk dikunjungi.

Luhut tidak sendiri. Ia datang bersama Menteri Keuangan Sri Mulyani dan Gubernur Bank Indonesia (BI) Agus Martowardojo. Selain mengunjungi Gunung Agung, mereka ada di Bali untuk menyelenggarakan dan menghadiri IMF – World Bank Annual Meeting 2018.

Menurut Luhut, sesuai perhitungan PVMBG, area bahaya erupsi Gunung Agung meliputi wilayah pada radius 8-10 kilometer. Sedangkan wilayah Denpasar dan Nusa Dua tempat berlangsungnya annual meeting masih aman. “Semua sudah dibuat secara saintifik, daerah bahaya pada radius 8-10 km. Untuk wilayah Denpasar dan Nusa dua yang jaraknya 75 km tidak ada bahaya,” tuturnya.

Luhut mengatakan, segala kemungkinan ada. Termasuk penutupan bandara. Tapi belajar dari peristiwa sebelumnya, penutupan bandara hanya berlangsung selama dua hari. “Belajar dari pengalaman kemarin ditutup dua hari, jadi tidak ada yang perlu dikhawatirkan wisatawan untuk datang ke sini,” ujarnya.

Pihaknya bersama pemerintah daerah juga telah menyiapkan rencana kontingensi menghadapi kemungkinan terburuk. Mulai dari menyediakan transportasi untuk evakuasi hingga penyiapan bandara cadangan di Banyuwangi, Jawa Timur. “Lapangan terbang Banyuwangi sudah diperbaiki, bersama gubernur sudah menyiapkan langkah untuk kondisi terjelek,” tutupnya. (BBS)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.