Diduga Potongan Pesawat MH370 Ditemukan di Pulau Reunion

0
723

MADAGASKAR, test.test.bisniswisata.co.id: SEORANG tentara Angkatan Udara (AS) Prancis menemukan sebuah potongan komponen pesawat di pantai Pulau Reunion di sebelah barat Luatan Hindia, Rabu (29/7) waktu setempat. Potongan tersebut kini sedang diperiksa apakah berhubungan dengan Malaysia Airlines Flight 370 yang hilang setahun lalu.

“Terlalu dini untuk menyimpulkan apakah ini berhubungan dengan MH370 atau tidak,” jelas si penemu, Christian Retournat.
Ia menambahkan kepingan tersebut merupakan bagian dari sayap pesawat dan saat ini sudah dibawa ke Madagaskar untuk penyidikan lebih lanjut.

Dalam breaking news yang disiarkan CNN, temuan kepingan pesawat berasal dari Boeing 777 dan selaras dengan posisi terakhir hilangnya MH370. Pesawat nahas tersebut dinyatakan hilang di Lautan Hindia sebelah barat Australia. Sedangkan kepingan ini ditemukkan ratusaan kilometer sebelah barat posisinya hilangnya MH370. Teorinya potongan itu sangat mungkin terbawa arus hingga terdapat di Pulau Reunion.

Seorang pengamat penerbangan, Les Abend yang sudah 30 tahun menjadi pilot Boeing 777, menyatakan tidak susah menentukan apakan potongan itu bagian dari MH370 atau tidak karena setiap komponen pesawat memiliki nomor serial yang menunjukan bagian dari keseluruhan pesawat dimaksud.

Sedangkan pengamat lainnya, David Soucir, menyatakan ada tiga alasan potongan tersebut berhubungan dengan MH370. Pertama, potongan terbelah dari pesawat. “Ini artinya terjadi benturan yang keras,” katanya. Kedua, terdapat tanda di atas potongan yang biasa ditemukan di bagian sayap Boeing 777. Ketiga, di ujung-ujung potongan tersebut ditemukan koloni kehidupan kerang yang menandakan benda tersebut sudah berada di dalam air dalam waktu yang sangat lama.

Sedangkan pengamat Mary Schiavo sangat yakin potongan terbut bagian dari MH370. “Jika potongan tersebut bagian dari Boeing 777, saya sangat yakin itu MH370 karena tidak banyak Boeing 777 yang kecelakaan diarea tersebut,” pungkasnya seperti dikutip dari CNN. (redaksibisniswisata@gmail.com)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.