Potensi Wisatanya Bagus, Sayang Madura Tak Masuk KEK

0
1000
Jembatan Suramadu (foto: mustaqimkim.wordpress.com)

JAKARTA, test.test.bisniswisata.co.id: JEMBATAN Suramadu (Surabaya-Madura) yang diresmikan pada 10 Juni 2009 hingga saat ini, belum mampu memberikan dampak investasi bagi kemajuan Madura. Kini Badan Pengembangan Wilayah Surabaya-Madura (BPWS) merubah strategi dengan mengandeng Kementrian Pariwisata, untuk mendatangkan sekaligus menarik investor sektor pariwisata.

“Investasi di bidang pariwisata bisa menjadi pintu awal untuk membuka investasi di sektar lainnya, seperti property, industri dan lainnya. Mengingat potensi pariwisata di Madura sangat bagus, apalagi sudah ada jembatan Suramadu yang kerap didatangi wisatawan. Saya setuju menarik investor harus dimulai dari pembangunan di sekitar jembatan,” papar Hengky Manurung, Kasubdit Investasi Pariwisata Kementerian Pariwisata saat menggelar pertemuan bisnis di Jakarta, Jumat (18/12/2015).

Hengky juga mengungkapkan sekarang ini pengembangan kawasan wisata di Indonesia tengah digencarkan. Ada 10 kawasan wisata prioritas untuk dikembangkan dan delapan kawasan ekonomi khusus (KEK). Sayangnya, Madura tidak masuk sebagai salah satunya.

Selama ini, lanjut Hengky, Madura cuma dikenal sebagai daerah penghasil garam dan wilayah yang gersang. Padahal, jika ditelusuri lebih jauh, Madura menyimpan potensi wisata yang tidak kalah dengan wilayah lain di Indonesia. “Jadi tidak menutup peluang bagi wilayah Madura untuk mengembangkan potensi wisata yang dimiliki,” paparnya.

Potensi wisata Madura antara lain, wisata sejarah karena ada keraton di Sumenep, wisata pulau dengan pasir putihnya yang bersih dan masih alami, wisata budaya, wisata kuliner dan wisata minat khusus tersebar di Madura.

“Karena itu, Kementrian Pariwisata menawarkan beberapa investor dari Indonesia Tourism Development Corporation (ITDC), Panorama Group, Investor lapangan Golf juga dari KEK Tanjung Lesung agar tertarik menanamkan modalnya di kawasan sisi sekitar Jembatan Suramadu,” jelasnya.

Deputi Perencanaan Badan Penhgembangan Wilayah Surabaya Madura (BPWS) Agus Wahyudi menambahkan untuk mempersiapkan pembangunan wisata di kawasan sisi sekitar Jembatan Suramadu sudah disiapkan lahan yang memiliki nilai strategis.

Untuk sisi sekitar Jembatan yang kakinya ada di Surabaya semula disiapkan 600 hektar, namun walikota Surabaya Risma keberatan karena kepadatan penduduk di sekitar sisi jembatan yang sulit direlokasi. “Sehingga untuk Surabaya hanya disediakan 250 hektar,” ungkapnya.

Sementara di sisi Jembatan di wilayah Bangkalan disiapkan lahan sebesar 600 hektar, 250 hektar berada di pesisir pantai Madura yang masih berada di sekitar Jembatan Suramadu. Dan untuk mengembangkan insfrastruktur, industri, property juga pariwisata, kata Agus, nilai investasi yang dibutuhkan sekitar Rp220 triliun.

Disinggung ketakutan investor menanamkan modalnya di Madura karena izinnya dipersulit, juga harga tanah kian mencekik? “Ketakutan investor itu akibat trauma masa lalu. Dulu katanya dipersulit mengurus izinnya juga banyak pungutan dan fee proyek tidak resmi. Namun kini sudah berubah, karena masyarakat Bangkalan butuh kemajuan ekonominya. Kami akan membantu jika mengurus perizinannya karena ini demi kemajuan Bangkalan sendiri,” lontar Agus.

Seorang pengusaha asal Madura yang datang ke pertemuan bisnis ini mengakui enam tahun setelah beroperasinya Jembatan Suramadu, investasi di Kabupaten Bangkalan, Madura, masih sangat sepi. Bahkan banyak proyek pembangunan mandek karena izinnya dipersulit, juga harus membayar fee yang tinggi, banyak pungutan tidak resmi.

“Kondisi ini terjadi saat Bankalan dipegang Bupati Fuad Amin Imron yang kini ditahan KPK. Penggantinya anak Fuad Amin yang juga masih menerapkan serupa. Jadi banyak pengusaha yang mengeluh,” ungkap pengusaha Madura yang minta agar identitasnya tidak disebutkan

Bukan hanya kalangan pejabat, sambung dia, masyarakat juga kerap menekan investor. Dicontohkan, jika investor mau investasi di desa A, tokoh-tokohnya minta uang kalau mau proyek lancar. “Jadi bila kondisi ini tidak diperbaiki, Yasin yakin tidak akan ada investor yang mau menanamkan uangnya di Bangkalan. Pengusaha itu mau usaha dengan tenang, harus ada jaminan keamanan dan permudah perizinan,” ucapnya. (endy)

LEAVE A REPLY

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.