Potensi Wisata Kaltim Belum Ditunjang Daya Dukung

0
578
Wisatawan asing berwisata di Kaltim (foto: klotoktourtanjungputing.com)

BALIKPAPAN, test.test.bisniswisata.co.id: ASISTEN Manager Analis Ekonomi Kantor Perwakilan Bank Indonesia Kaltim Wahyu Baskara menilai selama ini potensi wisata di Kalimantan Timur (Kaltim) belum ditunjang dengan daya dukung yang kuat. Terbukti promosi wisata masih sangat lemah, akses dan infrastruktur belum memadai. Branding destinasi wisata Kaltim belum kuat, peningkatan SDM pendukung dan kesadaran masyarakat harus terus digerakkan.

“Jika daya dukung yang kuat, promosi wisata Kaltim dapat terealisasi dengan baik. Para wisatawan dapat mempertimbangkan destinasi wisata Kaltim sebagai salah satu tujuan wisata. Sementara potensi obyek wisata cukup banyak,” papar Wahyu Baskara saat focus group discussion yang diadakan Bisnis Indonesia, bekerja sama PT Bank Mandiri (Persero) Tbk, di Balikpapan, Jumat (26/02/2016).

“Jadi rekomendasi yang bisa kami berikan adalah agar dilakukan peningkatan akses dan infrastruktur. Branding destinasi wisata, peningkatan SDM pendukung dan kesadaran masyarakat, serta percepatan investasi swasta dalam pengembangan pariwisata,” tutupnya.

Diakuinya, pengembangan sektir pariwisata dapat menggantikan ketergantungan daerah terhadap sumber daya alam ekstraktif. Apalagi kini kondisi perekonomi global yang goyang berdampak pada mitra dagang Indonesia. Begitu juga, pertumbuhan ekonomi di Kaltim yang belum menggembirakan, bahkan diperparah ketergantung terhadap industri andalan yang berbasis ekstraktif dan dipengaruhi kondisi pasar.

“Pada masa kejayaan industri andalan, pertumbuhan ekonomi bisa tinggi. Tapi sekarang pertumbuhan ekonomi jadi negatif. Sehingga, Kaltim perlu mencari sektor usaha lain yang andal, terbukti tetap dapat tumbuh meski melambat. Salah satu sektor yang dianggap masih mampu tumbuh positif dan masih potensial untuk digali adalah pariwisata. Dan Kaltim harus menggerakan sektor pariwisata sebagai andalannya,” sarannya.

Sementara Kepala Bagian Pengawasan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Kaltim Adi Dharma mendorong agar pengusaha dari sektor jasa dan pariwisata tak segan-segan mengajukan peminjaman modal ke perbankan untuk mengembangkan usahanya.

“Memang berkembangnya usaha pada sektor jasa dan pariwisata dapat mendorong pertumbuhan roda perekonomian Kaltim yang saat ini tengah merosot akibat anjloknya industri ekstraktif andalannya,” paparnya seperti dikutip laman bisnis.com.

Adi menyampaikan tips bagi pengusaha untuk mengajukan pinjaman modal. “Kuncinya mendapatkan pinjaman modal dari bank adalah prospek usahanya jelas, kinerja keuangannya baik, dan kemampuan membayarnya ada. Tidak usah takut harus menyediakan jaminan. Bank memang bisa mendapatkan jaminan kalau ragu atas kemampuan bayar, tapi tidak wajib,” tutur Adi.

Dia mengimbau agar pengusaha melaporkan ke OJK apabila pihak perbankan mewajibkan penyediaan jaminan pinjaman sementara kondisi usaha sudah tergolong feasible dan bankable. “Sepanjang prospek usaha bagus, kemampuan bayar juga bagus, pasti bisa. Selama ini banyak yang salah kaprah pemohon harus menyediakan jaminan. Kalau ada penolakan terkait penyediaan jaminan ini, bisa dilaporkan ke kami.” sambungnya.

Provinsi Kalimantan Timur memiliki banyak potensi pariwisata, namun tingkat pengunjungnya belum signifikan karena memang belum dikelola secara profesional. Karena itu, diperlukan formula baru untuk menciptakan suasana khas agar wisatawan tertarik berkunjung ke Kaltim.

Satu-satunya objek yang hingga kini bisa “menghipnotis” wisatawan nusantara dan mancanegara adalah Kepulauan Derawan di Kabupaten Berau. Total jumlah objek wisata yang ada di Kaltim tercatat 356 jenis. Terdiri dari 220 jenis wisata alam, 30 wisata budaya, 15 wisata buatan, 43 wisata peninggalan sejarah dan budaya, dua museum, enam taman budaya, 30 desa kerajian tradisional, dan 10 unit taman wisata alam.

Khusus di Samarinda yang merupakan ibu kota Provinsi Kalimantan Timur, terdapat tujuh wisata unggulan, yakni Kebun Raya Unmul, wisata budaya Pampang, acara pelas tahun, air terjun Tanah Merah, Islamic Center, Tepian Mahakam, dan Kampung Tenun. (*/e)

LEAVE A REPLY

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.