Polisi Pariwisata Kawal Pengembangan Kota Lama Semarang

0
452

SEMARANG, test.test.bisniswisata.co.id: Banyak wisatawan yang enggan berkunjung ke suatu daerah, karena merasa tidak aman, tidak nyaman, menakutkan bahkan mengerikan dengan kondisi keamanan yang tidak terjamin. Kondisi ini tentu saja akan mengurangi jumlah kunjungan wisatawan yang berujung melemahnya potensi industri wisata.

Pemerintah Indonesia berusaha untuk merangkul seluruh lapisan masyarakat untuk terus mempromosikan pariwisata lokal, agar wisatawan mancanegara (wisman) semakin tertarik untuk berkunjung. Agar suasanya aman serta nyaman tercipta, Kapolda Jawa Tengah Irjen Pol Condro Kirono beserta jajarannya mendukung penuh pengembangan industri pariwisata di daerahnya.

Salah satu langkah yang dilakukannya ialah penugasan satuan polisi pariwisata di sejumlah titik wisata di Semarang. “Sejumlah titik di kawasan Kota Lama Semarang akan berbenah. Kami mendukung dan terus berkoordinasi dengan semua yang terkait. Saya minta Kapolrestabes menyiapkan polisi dengan kemampuan berbahasa Inggris yang baik, ramah, sehingga mampu berkomunikasi dengan baik dengan wisatawan,” tegas Kapolda Jateng di Semarang, Rabu (19/10/2016).

Kapolda Condro tetap meminta polisi wisata bertugas dengan penuh kearifan lokal, agar tidak melupakan adat istiadat kota yang dijaganya. Kota Semarang memang sedang mengembangkan wisata sejarahnya. Menteri Pariwisata Arief Yahya memang ingin agar sejarah Indonesia bisa dikemas menjadi potensi wisata sebaik Eropa.

Saat ini Pemerintah membentuk Badan Pengelola Kawasan Kota Lama (BPK2L), yang sebelumnya menginventarisasi pemanfaatan gedung-gedung di Kota Lama untuk menghidupkan kawasan bangunan cagar budaya itu. “Kami sudah menemukan beberapa pemilik gedung dan mereka menyampaikan rencananya untuk memanfaatkan asetnya di kawasan Kota Lama,” papar Ketua BPK2L Semarang Hevearita Gunaryanti Rahayu

Dari 53 pemilik gedung yang sudah teridentifikasi, kata Hevearita, telah menyampaikan rencana pengembangan aset, seperti dijadikan hotel, galeri seni, hingga gedung perkantoran. Di antaranya, gedung milik perusahaan asuransi Llyod di Jalan Kepodang, Gedung Schmidt di Jalan Letjen Suprapto, dan gudang-gudang mesin tembakau di Jalan Merak.

“Pemanfaatan gedung akan menjadikan wisata lebih hidup, sehingga bisa menjadi salah satu destinasi wisata yang terus bisa diandalkan. Dan Semarang yang kerap disinggahi kapal pesir atau cruise ship dari berbagai negara yang berlabuh di Semarang. Karena itu, kami mengantisipasi mulai kini,” paparnya.

Wali Kota Semarang Hendrar Prihadi menginginkan semua pihak melakukan penataan Kota Lama dengan tanpa mengubah bentuknya. Juga meminta BPK2L Semarang untuk membuat kajian tentang kawasa, salah satunya penataan pedagang kaki lima. ”Kami ingin BPK2L ke depannya lebih agresif melakukan komunikasi dengan pemerintah, pemilik bangunan, dan masyarakat,” lontarnya. (*/CIO)

LEAVE A REPLY

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.