Pintu Rumah Dinas Gubernur DKI Dibuka bagi Wisatawan

0
2526
Rumah Dinas Gubernur DKI Jakarta

JAKARTA, test.test.bisniswisata.co.id: Tak ingin rumah dinas Gubernur DKI Jakarta setelah ditinggalkan mantan Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo (Jokowi), menjadi kosong, Pelaksana Tugas (Plt) Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama bakal mengubah bangunan tersebut sebagai obyek wisata sejarah di Jakarta.

Rumah dinas di Jalan Taman Suropati No. 7, Menteng, Jakarta Pusat akan dibuka untuk para wisatawan, baik mancanegara maupun domestik. Karena, rumah bergaya Kolonial Belanda ini termasuk benda cagar budaya yang dilindungi Pemprov DKI.

Para turis bisa masuk ke dalam rumah dinas yang pernah ditempati Presiden Jokowi. Kini disiapkan tour guide yang akan mendampingi para wisatawan untuk keliling melihat-lihat isi Rumah Dinas, yang sejak tahun 1949 dijadikan rumah dinas milik Pemprov DKI.

Kebijakan itu diambil setelah Ahok- panggilan Basuki memutuskan tidak akan menetap di rumah bergaya kolonial Belanda tersebut. “Daripada nggak ditempati, mendingan kita buka aja buat destinasi wisata sejarah. Pasti banyak yang penasaran ingin tahu rumah dinas gubernur tuh seperti apa. Tempat tidurnya seperti apa, tata ruang dan letaknya seperti apa. Begitu juga dengan sejarah bangunannya kan,” kata Basuki di Balai Kota DKI, Jakarta, Kamis (23/1/2014).

Mantan Bupati Belitung Timur ini mengungkapkan hal yang sama juga telah dilakukannya saat menjadi Bupati Belitung Timur. Rumah dinas Bupati Belitung Timur yang menghadap pantai dibuka untuk warganya.

“Waktu saya jadi bupati, juga begitu. Rumah dinas bupati kita buka untuk umum. Saya persilakan warga masuk, untuk melihat kamar bupati seperti apa. Lalu foto-foto. Jadi mungkin rumdin gubernur DKI bisa kita jadikan seperti ini,” jelas mantan anggota Komisi II DPR RI.

Selain untuk kepentingan wisata, Basuki juga menginginkan rumah dinas akan digunakan untuk menerima dan menjamu tamu, serta sejumlah acara kegubernuran. Bangunan yang terletak di Jalan Taman Suropati No. 7 itu sudah diperuntukkan sebagai rumah tinggal para walikota atau Gubernur DKI Jakarta sejak zaman pemerintahan Hindia-Belanda.

Pada awalnya bangunan tersebut merupakan tempat tinggal dari Mr. GJ Bisschop, seorang Burgermeester atau walikota pertama dari Gemeenteraad Batavia yang memerintah Batavia sejak tahun 1916 sampai 29 Juni 1920. Bangunan yang dirancang oleh Ir. Kubath di atas areal tanah bekas eigendom ini berlantai dua dengan paviliun yang berada di sebelah timur bangunan utama dan gudang yang berada di sebelah baratnya dengan luas keseluruhannya sekitar 1.100 m2.

Bangunan bergaya arsitektur Belanda pertengahan abad ke-20 ini bentuknya masih asli, hanya terdapat sedikit perbaikan di dalam dan di luar gedung. Semula atapnya terbuat dari genting kodok kemudian diganti dengan genteng monir wama hijau.

Sejak dibangun hingga masa Jepang, gedung tersebut dipergunakan untuk rumah tinggal walikota Belanda. Kemudian tahun 1949 dipergunakan sebagai rumah dinas milik Pemda DKI Jakarta. Sejumlah walikota dan gubernur DKI Jakarta pernah menjadi penghuni rumah dinas tersebut.

Rumah bergaya art deco tersebut berada di atas lahan sekitar dua ribu meter persegi dan berada pada sisi timur laut Taman Surapati kawasan Menteng tersebut. ****

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.