Pilot Mabuk, CEO Citilink Mengundurkan Diri

0
516
CEO Citilink Indonesia Albert Burhan

JAKARTA, bisniswisata.co.id: CEO Citilink Indonesia Albert Burhan mengundurkan diri dari jabatannya. Pengunduran ini, terkait dengan ulat pilot Citilink dengan nomor penerbangan QG 800 yang mabuk berat sehingga penerbangan Surabaya – Jakarta terlambat. sebelum menerbangkan pesawat.

Selain Burhan, Direktur Operasional (COO-Chief Operation Officer) Hadinoto Soedigno juga mengundurkan diri. “Harus ada yang bertanggung jawab. Dan saya merasa bertanggung jawab atas hal ini. Saya akan mengajukan surat pengunduran diri,” jelas Albert di Jakarta, Jumat (30/12/2016).

Diakuinya, telah melakukan usaha terbaik dalam memperbaiki keadaan. Sementara itu, pengunduran diri Albert telah diajukan secara lisan kepada Komisaris Utama Garuda sebagai induk usaha. “Saya melakukan hal ini secara sadar tanpa tekanan dari pihak manapun,” tegas Burhan.

Keputusan pengunduran diri diambil secara pribadi tanpa ada tekanan dari berbagai pihak. Keputusan ini, sudah dipikirkan beberapa hari lalu setelah peristiwa kecerobohan yang dilakukan pilot Citilink.

Menurutnya, pengunduran diri ini akan melewati beberapa tahap. Salah satunya akan dibahas dalam Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS). “Itu tergantung pemegang saham, tapi pengunduran diri sudah saya sampaikan,” kata Albert.

Albert menjelaskan mengurus maskapai penerbangan bukan pekerjaan mudah. Kesalahan sedikit dapat memberikan dampak yang besar bagi perusahaan. “Saya berharap Citilink mendapatkan pengganti dirinya yang lebih baik. Juga kejadian pada 28 Desember tidak berdampak secara finansial kepada Citilink,” tambahnya.

Di tempat terpisah, Benny S. Butarbutar, Vice President Corporate Communications Garuda Indonesia mengatakan PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk sebagai induk usaha PT Citilink Indonesia akan membahas bersama pemegang saham terkait pengunduran diri Presiden dan Chief Executive Officer (CEO) PT Citilink Indonesia Albert Burhan karena merasa bertanggung jawab atas insiden pilot Citilink yang diduga mabuk.

“Memang menjadi direktur sebuah maskapai memiliki tekanan tinggi dan penuh tantangan. Kami sangat menghargai keputusan beliau dan akan segera dibahas dengan pemegang saham,” kata Benny.

Menurut Benny, pihak Citilink belum menyiapkan pelaksana tugas pengganti Burhan, karena permohonan pengunduran diri belum tentu diterima oleh pemegang saham. “Akan segera dibahas, suratnya saja belum masuk baru lisan, masa sudah ada PLT,” jelas Benny.

Menurut Benny, Albert sangat baik dalam melaksanakan tugasnya sebagai CEO dan bisa jadi kejadian beberapa hari ini cukup menjadi tantangan berat bagi Albert.

Rabu (28/12/2016), Kantor Pusat Citilink Indonesia menerima laporan mengenai adanya pilot yang diduga dalam kondisi yang tidak prima alias mabuk untuk menerbangkan pesawat, namun Citilink telah menelusuri temuan tersebut sehingga Citilink mengganti pilot yang bertugas.

Pilot yang bersangkutan dites kesehatannya di klinik bandara Surabaya, berdasarkan permintaan Kementerian Perhubungan pilot yang bersangkutan kembali melaksanakan tes kesehatan kedua di Balai Kesehatan Penerbangan (Hatpen) dan Lembaga Kesehatan Penerbangan (Lakespra), Jakarta.

Pemeriksaan lanjutan tersebut dilakukan selama dua hari mulai dari Rabu hingga Kamis, dan hasilnya baru akan diketahui dalam waktu satu minggu.

Meskipun hasil baru didapat seminggu lagi tapi Citilink sudah menyiapkan sanksi tegas kepada sang pilot. Citilink juga menghimbau seluruh awak pesawat dan staf darat untuk mematuhi peraturan yang berlaku dan tidak akan segan menjatuhkan sanksi bagi yang melanggar.

Semua penerbangan Citilink hingga saat ini masih berjalan dengan normal dan mengikuti regulasi yang berlaku di penerbangan. (*/BBS)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.