PHRI Yogyakarta Desak Moratorium Pembangunan Hotel Diperpanjang

0
598
Hotel

YOGYAKARTA, test.test.bisniswisata.co.id: Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia DPD Yogyakarta mendesak agar penerapan moratorium pembangunan hotel di Kota Yogyakarta, diperpanjang hingga 2021. Mengingat, pasokan kamar hotel di Kota Budaya dan Wisata ini sudah over supply alias berlebihan.

“Juga masih banyak hotel yang mengantongi izin baru, namun belum melakukan pembangunan. Di Kota Yogyakarta ada 110 pemohon pembangunan hotel baru. Sebanyak 80 pemohon dapat izin mendirikan bangunan. Dari jumlah itu, baru 40 yang membangun. Jadi, jumlah pasokan yang akan masuk juga masih banyak,” tutur Ketua DPD PHRI Yogyakarta Istidjab M. Danunagoro di Yogyakarta, Kamis (31/3/2016).

Data PHRI Yogyakarta, jumlah hotel bintang saat ini sebanyak 110 hotel, dan non-bitang 1.100 hotel. Adapun jumlah kamar secara total mencapai 24.000 kamar. Dari jumlah tersebut 40% terletak di Kabupaten Sleman, dan 60% di Kota Yogyakarta. Sedikit sekali yang terletak di wilayah lainnya.

Tingkat okupansi rata-rata pada tahun lalu, sebutnya, sebesar 57% untuk hotel berbintang, dan 27% non-bintang. Permintaan kamar hotel pada awal tahun Januari-Maret biasanya sangat rendah. “Masih berat sekali. Untuk secara operasional bisa berjalan dengan baik, minimal okupansi harusnya sekitar 60%-65%,” katanya.

Karena itu, sambung dia, PHRI mendesak agar penerapan larangan sementara pembangunan hotel di Kota Yogyakarta telah berjalan hampir dua tahun sejak dimulai pada awal 2014, diperpanjang lagi. Mengingat, ketentuan tersebut akan berakhir pada tahun ini.

“Terkait dengan hal itu, kami telah menemui Pemkot Yogyakarta dan meminta agar moratorium diperpanjang sampai 2021. Keberadaan moratorium tersebut disamakan dengan yang sudah ditetapkan di kawasan Kabupaten Sleman,” ujarnya seperti diunduh laman Bisnis.com. (*/b)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.