PHRI Prihatin Ada Hotel di Yogya Nunggak Pajak Bertahun-tahun

0
455
Bisnis hotel

YOGYAKARTA, Bisniswisata.co.id: Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) DIYogyakarta prihatin akibat ketidakjujuran pengelola hotel bayar pajak, muncul berbagai permasalahan di antaranya temuan Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) atas pendapatan daerah Kota Yogyakarta karena sejumlah hotel yang diketahui menunggak pajak selama bertahun-tahun.

“Kami mengimbau seluruh hotel wajib patuh membayar pajak karena pajak tidak bisa dihindari dan menjadi kewajiban yang harus dipenuhi.
Hotel memungut uang untuk sewa, tentunya ada pajak yang harus dibayarkan ke pemerintah. Tidak usah menghindari pajak atau berbohong saat membayar pajak,” kata PHRI DIY Istidjab Danunegoro.

Menurut dia, sistem pembayaran pajak hotel dilakukan berdasarkan “self assessment” sehingga dimungkinkan ada pengelola hotel yang tidak jujur saat membayar pajak. Pajak hotel masuk sebagai satu dari 10 jenis pajak daerah yang dikelola Pemerintah Kota Yogyakarta dan menjadi pendapatan daerah.

Berdasarkan Laporan Hasil Pemeriksaan BPK Nomor 05/LHP/XVIII.YOG/01/2017 terkait hasil pemeriksaan atas pendapatan daerah Kota Yogyakarta 2016 disebutkan ada ketidakjelasan pajak tiga hotel pada 2011-2014 dengan nilai kekurangan bayar Rp599,3 juta dan satu hotel memiliki piutang pajak untuk 2011-2012 sebesar Rp493,8 juta. “Kami sudah mengantongi nama-nama hotelnya tetapi masih rahasia. Ada hotel bintang dan nonbintang,” ucapnya.

Istidjab memperkirakan, ketidakjujuran hotel dalam menyampaikan pajaknya disebabkan sejumlah faktor di antaranya okupansi hotel kecil sehingga pemasukan tidak sebanding dengan operasional. “Akibatnya, mereka tidak membayar pajak dalam jumlah yang sesuai. Mungkin saja mereka masih memiliki tanggungan utang di tempat lain sehingga pemasukan digunakan untuk memabayar hutang terlebih dulu,” tuturnya.

Di Kota Yogyakarta terdapat sekitar 90 hotel berbintang dan lebih dari 500 hotel nonbintang. Saat ini okupansi atau tingkat hunian kamar hotel berbintang kembali memasuki masa sepi (low season) dengan rata-rata mencapai 60 persen dan 30-40 persen untuk nonbintang.

Saat ini, jumlah kamar hotel di Yogyakarta sudah over supply. Pada 2016 PHRI DIY mencatat sebanyak 57 hotel bintang berdiri di Yogyakarta, hotel nonbintang ada 1.010 hotel. Dari jumlah hotel itu, sebanyak 8.500 kamar hotel berbintang dan 13 ribu kamar hotel nonbintang atau melati.

Kepala Badan Pengelola Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) Kota Yogyakarta Kadri Renggono mengatakan, melakukan penagihan secara rutin kepada hotel dan hotel yang tidak membayar pajak dua bulan berturut-turut diaudit. “Temuan BPK segera melakukan penagihan dan belum akan melangkah pada penyitaan aset,” paparnya seperti dilansir laman Antara. (*/ano)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.