PHRI: Kenaikan Tarif Hotel Jangan Seenaknya

0
584

YOGYAKARTA, test.test.bisniswisata.co.id: Sepanjang Liburan Lebaran, tarif hotel di Yoyakarta mencekik wisatawan yang berwisata ke Kota Budaya. Karena itu, Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Daerah Istimewa Yogyakarta mengimbau pengelola perhotelan di Yogyakarta dan sekitarnya hendaknya tidak terlalu tinggi dalam menerapkan tarif tambahan sewa kamar.

“Jangan seenaknya menarikan tarfik hotel. Memang, kami hanya mengimbau pemberlakuan tarif tambahan selama “peak season” (musim ramai pengunjung) saat Lebaran sewajarnya saja,” kata Wakil Ketua Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) DIY Herman Toni di Yogyakarta, Jumat (08/07/2016).

Diakuinya, saat masa libur panjang banyak hotel di Yogya memberlakukan tarif tambahan hingga hampir 70 persen. Padahal, selain dapat memberikan pengunjung, pemberlakuan tarif terlalu tinggi juga berdampak negatif terhadap bisnis perhotelan maupun pariwisata DIYogyakarta.

“Kalau kenaikannya sampai ada yang menyentuh 100 persen, berarti itu sudah harga baru. Menurut saya paling tinggi tarif tambahan 50 persen sudah bagus,” kata dia.

Herman mengatakan kenaikan tarif sewa kamar diterapkan oleh masing-masing pengelola hotel mengingat tingkat okupansi sudah mencapai 100 persen sejak H+1 dan diperkirakan akan bertahan hingga H+4 Lebaran.

Sebagai sumber pendapat terbesar perhotelan, kegiatan Meeting, Incentives, Conferencing, Exhibition (MICE) oleh berbagai kementerian, menurut dia, diperkirakan baru akan mulai bermunculan kembali pada H+10 Lebaran.

Dilanjutkan, kenaikan tarif tersebut juga harus diimbangi dengan peningkatan kualitas pelayanan hotel yang disesuaikan dengan momentum Lebaran. “Bukan hanya tarif saja yang naik, namun kualitas pelayanan juga harus meningkat,” kata dia.

Menurut dia, tarif tersebut juga harus disesuaikan dengan tingkat persaingan antarhotel di DIY yang jumlahnya terus meningkat dari tahun ke tahun. (*/ANO)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.