PHRI Bali Imbau Hotel punya Sertifikat Keamanan

0
1110
Suasana hotel di Bali

DENPASAR, test.test.bisniswisata.co.id: Bali sebagai tujuan pariwisata dan berbagai kegiatan membutuhkan akomodasi yang nyaman dan aman. Ketua Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Bali, Tjokorda Oka Artha Ardana Sukawati menyampaikan bahwa semua hotel harus memiliki sertifikat keamanan yang dikeluarkan dari kepolisian Bali.

“Wisatawan butuh keamanan dan kenyamanan. Permen (Peraturan Menteri) 106 Tahun 2011 yang mengisyaratkan bahwa semua akomodasi harus mempunyai sertifikat keamanan. Kita sudah melakukan di Bali. Oleh karena banyaknya anggota (PHRI) dibanding petugas audit, jadi agak kewalahan,” kata Tjokorda di Denpasar, Bali, Selasa (20/1/2015).

Mantan Bupati Gianyar yang akrab disapa Cok Ace ini juga menyampaikan, petugas audit di Bali hanya 13 yang berhak mengeluarkan dan mengaudit hotel dari segi keamanan. Untuk itu, PHRI Bali mengusulkan kepada jajaran Polda Bali untuk hotel non bintang agar diimbau memohon sertifikasi keamanan kepada kepolisian di wilayahnya masing-masing.

“Jadi hotel non bintang agar mengajukan permohonan sertifikat keamanan di masing-masing wilayah, bisa melalui Polres maupun Polresta. Ada pembagian tanggung jawab lah. Secara geografi, mereka kan yang lebih paham. Begitu geografinya berubah, sistem keamanan sudah berubah. Contoh vila di tebing-tebing dengan vila di sawah-sawah sudah berbeda keamanannya,” tegasnya seperti dikutip laman Kompas.com

Cok Ace menerangkan, di Bali hingga saat ini diperkirakan terdapat sekitar 5.000 hotel dan vila. Jumlah kamarnya mencapai 80.000. Sementara yang terdaftar di PHRI tidak sampai 1.500. Walaupun hotel ada yang belum masuk anggota PHRI tapi anggota PHRI di Bali terbesar di Indonesia.

Diharapkan ke depannya, tambah Cok Ace, semua hotel dan vila di Bali tetap berkomitmen meningkatkan kualitas akomodasinya dengan standar keamanan yang sudah memiliki sertifikat dari kepolisian. ****

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here