Photography Bawah Air Peningkatan Kapasitas SDM, Pemberdayaan Kawasan

0
815
Jpeg

SANUR,test.test.bisniswisata.co.id,– SEBANYAK 13 orang perwakilan Dinas Kelautan dan Perikanan Daerah Wilayah Indonesia Barat, mengikuti pelatihan selam photograpy, dalam rangka mendukung pemanfaataan wisata berkelanutan di kawasan konservasi. Pelatihan di buka Kasubdit Pemanfaatan Kawasan dan Jenis Ikan, Direktorat Konservasi Kawasan dan Jenis Ikan, Firdaus Agung, Sabtu 22 s.d 26 Agustus 2015 di Sanur.

Pelatihan bagi pengelola kawasan konservasi kelautan di wilayah Indonesia Barat, tidak sekadar memperkenalkan teknik foto bawah air. Tujuan akhirnya, tegas Firdaus adalah peningkatan kompetensi pengelola kawasan, pemberdayaan kawasan, sehingga mampu memberi nilai tambah baik bagi potensi bio fisik mau pun masyarakat sekitarnya. Pelatihan, lanjutnya memiliki konsekuesni tugas. Pasalnya Departemen Kelauatan dan unit- unit di daerah bukan studio foto. Dengan kemampuan tersebut, diharapkan mampu mendukung fungsi tugas.

‘’Setiap kawasan memiliki kewajiban melakukan monitoring kawasan, pengambilan dokumentasi pada objek spesifik, yang memerlukan kemampuan khusus. Dokumentasi bawah air itu penting sering tak terulang. Selayaknya dilengkapi staf pengelola berkeahlian khusus, dan ini investasi baik oleh Negara mau pun pribadi pengelola’’ jelas Firdaus.

Minat Khusus

Kawasan wisata konservasi di bawah Departemen Kelautan Perikanan menurut Firdaus Agung mulai dikembangkan tahun 2010. Tahun 2016, sejumlah Taman Nasional dipesisir akan diserahkan pihak Departemen Kehutanan ke DKP, dengan harapan terkelola lebih terpadu. Untuk itu DKP memerlukan dukungan SDM yang memahami bidang tugasnya.
Diingatkan, ke depan wisata bahari bagian prioritas, sehingga pengembangan kepariwisataan dikawasan konservasi tak hanya memerlukan SDM yang paham konsep konservasi tepat guna. Juga memahami startegi pemasaran usaha jasa pariwisatanya. ‘’Kami di DKP mengedepankan wisata ekologis dengan segala keterbatasannya,’’ tegas Kasubdit Pemanfaatan Kawasan dan Jenis Ikan tersebut.

Oleh karenanya setiap kawasan wisata konervasi DKP dilengkapi masterplann pengembangan kepariwisataannya. Target pasar adalah kalangan dengan minat khusus, bukan mass tourism, kunjungan berdasarkan daya dukung dengan aktivitas terkendali.

Pelatihan melibatkan empat instruktur diving Cipto Aji Gunawan, Fandy Wijaya, Sukirman dibantu dive master Ketut Agus Wirawan. Praktik pengambilan gambar dilaksanakan di bawah air perairan Tulamben, Karang Asem. (dwi: test.test.bisniswisata.co.id@gmail.com)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.