Pesta Teluk Ambon 2015 Dibuka dengan Lomba “Arumbae Manggurebe”

0
1283
Said Assagaf (tengah) menabuh tifa dengan didampingi Esthy Reko Astuty (kanan) pada pembukaan Pesta Teluk Ambon 2015 di Ambon. (Foto evi)

AMBON, Bisniswisata.co.id: Ribuan masyarakat Kota Ambon memadati Desa Amahusu, mulai dari jalan menuju Amahusu (Tirta Kencana) hingga memadati dermaga Pantai Amahusu untuk menyaksikan Pesta Teluk Ambon 2015 yang berlangsung (28-30/9/15) di Desa Amahusu (Tirta Kencana), Ambon.

Pesta Teluk Ambon ke-10 yang mendapat dukungan dari Kementerian Pariwisata ini merupakan agenda tahunan Pemkot Ambon yang telah menjadi agenda nasional dan dilaksanakan setiap tahun dalam rangka memperingati hari wisata dunia.

Tarian tradisional yang indah dan energik, yakni tari Ebo (Ibu) menyambut kedatangan tamu di acara Pesta Teluk Ambon 2015.Tari yang menggambarkan tulusnya kasih ibu buat anaknya ini awalnya tenang dan khusuk, namun diakhirnya menghentak dan lompat-lompat.

Dilanjutkan dengan pelepasan balon oleh Deputi Pengembangan Pemasaran Pariwisata Nusantara Kemenpar, Esthy Reko Astuty, serta pengibaran bendera start Lomba Arumbae Manggurebe oleh Gubernur Maluku, Said Assagaf.

Lomba Arumbae Manggurebe merupakan lomba dayung perahu tradisional yang disebut belang. Perlombaan ini diikuti 11 regu. Satu regu terdiri dari kurang lebih 30 orang.

Mereka harus mendayung kapal belang sejak jam 10 pagi hingga jam 3 sore dengan start dari Desa Amahusu dan berakhir di Jembatan Merah Putih, sisi lain Teluk Ambon.

Pesta tahun ini mengangkat tema “Gemerlap Eksotik Maluku”. Sebuah tema yang menceritakan tentang Provinsi Maluku yang berasal dari kata Al-Mulk yang berarti tanah raja-raja yang merupakan daerah kepulauan dengan potensi kelautan yang utama, dimana masing-masing masyarakat memiliki kebudayaan dan sejarahnya sendiri.

“Kegiatan ini merupakan suatu upaya mempromosikan pariwisata atau produk, juga dapat mempromosikan khususnya dalam bidang treat dan investasi,” ujar Esthy Reko Astuty dalam sambutannya.

Lebih lanjut Esthy mengatakan, “Kota Ambon memiliki potensi bahari, budaya, dan alam. Ini sejalan dari tugas dan tanggungjawab Presiden Jokowi khususnya di sektor pariwisata untuk mempromosikan wisata bahari, budaya, dan tentunya kuliner”.

“Untuk mempromosikan aset wisata daerah ini, sinergitas sangat diperlukan. Pemerintah daerah juga patut melibatkan provinsi tetangga lainnya, seperti Papua, Papua Barat, dan Maluku Utara sehingga promosinya dapat dilakukan secara bersamaan,” ungkapnya.

Sementara pada kesempatan yang sama Said Assagaf dalam sambutannya mengatakan, “Pesta Teluk Ambon menjadi agenda pariwisata tahunan Provinsi Maluku dan tentunya dalam rangka memperingati hari wisata dunia”.

IMG_0404
Lomba Arumbae Manggurebe atau lomba dayung perahu tradisional yang disebut belang ini menandai dibukanya Pesta Teluk Ambon 2015. (Foto. evi)

“Pesta Teluk Ambon mencerminkan dua hal, yakni yang pertama Teluk Ambon memiliki keindahan yang sangat menakjubkan sebagai pusat transportasi laut dan perdagangan Maluku. Karena dikenal sebagai kepulauan rempah-rempah dan pusat perdagangan rempah-rempah,” ungkapnya.

Menurutnya cerminan yang kedua, Teluk Ambon memiliki sejarah diantara wilayah adat. “Event kesepuluh ini diharapkan dapat dimanfaatkan dengan baik yang dapat berdampak kepada masyarakat. Masyarakat memiliki peluang dalam menciptakan karya seni komersial untuk bisa di perdagangkan nanti,” ujarnya.

“Potensi Maluku sangat beragam dan perlu penanganan yang sangat komprehensif, harus dilakukan terobosan baru dalam bentuk propaganda yang luas,” tegasnya.

Dalam sambutannya Said menegaskan, Maluku dewasa ini bukan lagi menjadi laboratorium konflik, tetapi sudah bertransformasi menjadi laboratorium kerukunan umat beragama terbaik di negara ini.

“Sajian atau kemasan wisata yang menarik dan eksotik, bisa membuat wisatawan merasa nyaman, sehingga minat kunjungan wisatawan ke Maluku akan semakin meningkat dan berdampak ekonomi untuk kesejahteraan masyarakat,” tuturnya.

Kepala Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Provinsi Maluku, Plt Hj Ros Tutupoho, menambahkan, “Gemerlap Eksotik Maluku diusung sebagai tema yang bertujuan untuk menampilkan totalitas nilai jual kekayaan alam baik pantai, keindahan bawah laut, budaya, kesenian yang tercermin dalam beberapa perlombaan di acara ini”.

Selain itu menurutnya bertujuan untuk menarik arus wisatawan, meningkatkan kerukunan, dan menarik investor. “Beberapa perlombaan di acara ini, diantaranya Lomba Arumbae Manggurebe, Lomba Mancing Tradisional, Pertandingan Bola Volli Pantai, Lomba Renang Estafet, Lomba Perahu Semang Pria, Lomba Sapu Laut Teluk Ambon, Festival Hawaian Band, Pemilihan Putri Bahari, dan Festival Tari Bahari,” ungkapnya. (evi)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here