Pesawat Batik Air Terperosok di Yogyakarta

0
806
Batik air

JAKARTA, test.test.bisniswisata.co.id: Pesawat Batik Air rute Cengkareng – Yogyakarta dengan nomor penerbangan ID 6380, mengalami insiden overshoot atau terperosok saat tengah landing di Bandara Adisutipto Yogyakarta, Jumat (06/11/2015). Kejadian yang terjadi sekitar pukul 15.05 WIB, tak ada korban jiwa dalam kejadian yang menimpa maskapai penerbangan Lion Air Group.

Pesawat jenis Boein 737-800 NG dengan registrasi PK LBO, dipiloti Kapten Oscar Mirza dan kopilot Dana Aviantara beserta 5 awak kabin yang membawa sebanyak 161 penumpang, dengan rincian 158 orang penumpang dewasa, dua penumpang adalah anak anak dan satu penumpang bayi ini, berhasil dikeluarkan dari pesawat dan para penumpang bersama crew pesawat dan sudah dievakuasi ke terminal bandara Adisutjipto.

“Posisi pesawat ban depan yang keluar dari runway dan ban belakang pesawat masih berada di atas runway,” jelas Public Relations Manager Batik Air, Andy M Saladin dalam keterangan tertulis yang diterima redaksi di Jakarta, Jumat (6/11/2015) petang.

Posisi pesawat saat ini, sambung Andy, masih dalam proses evakuasi bersama-sama dengan TNI AU dan pihak Angkasa Pura I Bandara Adisucipto Yogyakarta. “Kami masih menunggu informasi selanjutnya dari Yogyakarta,” tandasnya.

Saat Batik Air Tergelincir dengan badan pesawat di posisi 100 meter dari landasan pacu, menggangu pesawat lainnya untuk landing. Karenanya, Bandara Adisucipto sempat ditutup selama satu jam dan ada tiga pesawat yang pendaratannya dialihkan ke Solo, Jawa Tengah. Bahkan, sejumlah penerbangan Batik Air dari Yogyakarta dipastikan mengalami keterlambatan.

Posisi pesawat saat ini masih dalam proses evakuasi bersama-sama dengan TNI AU dan pihak Angkasa Pura I Bandara Adisucipto Yogyakarta.

Marni (55), warga Jogobayan, Sorogenen, Sleman yang rumahnya dekat dengan landasan Bandara mengaku mendengar suara seperti ban meletus. Namun, Marni tidak mengetahui pasti apakah itu suara pesawat tergelincir. “Suara seperti ban meletus itu Mas. Saya berada di dalam rumah lalu melihat ke luar, pesawat sudah seperti itu berhenti dengan posisi miring sedikit. Tapi tidak tahu itu suara dari ban pesawat atau bukan,” paparnya

Menurutnya warga yang rumahnya tidak jauh dari lokasi, sebelum kejadian di kawasan Bandara terjadi hujan. “Hujan mas, tapi sebentar,” tuturnya. (endy)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.