Pertumbuhan Hotel di Surabaya Tak Sebanding Permintaan

0
1252

SURABAYA, bisniswisata.co: Persatuan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) mempredeksi kinerja industri perhotelan di Surabaya bakal menyusut sekitar 10% akibat over suplay.Mengingat, menjamurnya pembangunan hotel di Surabaya bakal menggerus kinerjanya di tahun 2014.

“Besarnya pertambahan jumlah kamar hotel yang tersedia tak sebanding dengan besarnya kenaikan permintaan yang terjadi. Tahun ini, ada sekitar 15 hotel baru yang mulai beroperasi di Surabaya, sehingga suplainya mengalami kenaikan 30%. Sementara kenaikan permintaan hanya dikisaran 10%,” papar
Ketua PHRI Jatim, M Sholeh di Surabaya, Kamis (11/9/2014).

Apalagi, sambung Sholeh, tahun ini tarif listrik mengalami kenaikan sangat besar. Akibatnya, kinerja hotel menjadi tergerus. Pertumbuhannya menjadi negatif, sehingga pendapatannya turun rata-rata sebesar 10% dibanding tahun 2013.

Dilanjutkan menghadapi situasi seperti ini, diharapkan pemerintah daerah melakukan langkah strategis agar semakin banyak wisatawan yang berkunjung dan menginap di Surabaya. Beberapa langkah stategis diantaranya meningkatkan akses, baik melalui bandara dengan menambah penerbangan langsung keberbagai kota dalam dan luar negeri serta akses melalui pelabuhan.

Selain itu, promosi juga harus lebih digencarkan karena sejauh ini Jatim masih kalah dengan beberapa daerah lain, seperti Bali, Jakarta, Bandung dan Jogjakarta. Melalui langkah tersebut pasar baru akan tercipta. Industri pariwisata, termasuk hotel akan kembali bergairah.

Data Badan Pusat Statistik (BPS) Jatim menunjukkan, jumlah wisatawan mancanegara (wisman) yang datang ke Jawa Timur melalui pintu masuk Juanda secara kumulatif Januari samai Juli 2014 mencapai 126.425 orang atau naik tipis sebesar 0,90% dibanding jumlah wisman periode yang sama tahun 2013 yang mencapai 125.297 orang.

“Pada bulan Juli 2014 kemarin, kunjungan wisman ke Jatim mencapai 16.174 kunjungan atau turun sebesar 13,44% dibanding jumlah wisman bulan Juni 2014 yang sebanyak 18.685 kunjungan,” kata Kepala BPS Jatim, Sairi Hasbullah

Turunnya jumlah tersebut karena turunnya jumlah wisman dari sebagian besar negara asal. Wisman berkebangsaan Malaysia turun sebesar 23,52 % menjadi 2.309 kunjungan. Sementara wisman asal Singapura juga turun 56,98% menjadi 1.141 kunjungan dan wisman kebangsaan Tiongkok sebanyak 971 kunjungan atau turun 9,34% dibanding bulan Juni 2014.

Dampaknya, Tingkat Penghunian Kamar (TPK) hotel berbintang di Jawa Timur pada bulan Juli 2014 mengalami penurun 6,89 poin menjadi 45,88% dibanding TPK bulan Juni 2014 yang mencapai 52,77%, paparnya.

Menurut klasifikasi bintang, TPK hotel bintang 4 pada bulan Juli 2014 mencapai 50,84% dan merupakan TPK tertinggi dibanding TPK hotel berbintang lainnya.

Selanjutnya TPK hotel bintang 2 sebesar 48,35%, diikuti hotel bintang 1 sebesar 47%, kemudian hotel bintang 3 sebesar 44,20%, dan hotel bintang 5 sebesar 40,12%. ***

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.