Pertumbuhan Hotel di Banyuwangi Kian Bergairah

0
3759
Sebuah kamar hotel di Banyuwangi


BANYUWANGI, BISNISWISATA.CO.ID:
Pertumbuhan hotel di Banyuwangi kian bergairah, segairah dengan pengembangan pariwisata yang mengalami kemajuan sangat pesat. Hingga Februari 2015, jumlah kamar hotel di daerah berjuluk “The Sunrise of Java” menembus angka 3.000 kamar. Jumlah ini mengalami grafik kenaikan dari tahun sebelumnya hanya 2.400 kamar.

“Ada beberapa hotel baru yang sudah beroperasi. Selain itu, ada hotel lama yang menambah jumlah kamar, termasuk homestay yang dikelola penduduk di beberapa destinasi wisata,” ujar Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Banyuwangi, Yanuar Bramuda, Selasa (10/2/2015).

Sejumlah hotel baru sudah mulai beroperasi di Banyuwangi, seperti Hotel Blambangan. Hotel Santika dan Java Banan juga tak lama lagi beroperasi. Grup Alila dan BUMD Pemprov Jatim tengah menyiapkan proses pembangunan hotel baru.

“Saya optimistis perhotelan bisa terus tumbuh. Untuk masa-masa yang low season seperti Februari dan Maret, okupansi hotel bisa tetap bagus karena sudah dimulai event Banyuwangi Festival,” ungkapnya.

Selain itu, lanjut dia, tahun ini Banyuwangi menjadi tuan rumah bagi beberapa kegiatan besar, seperti Pekan Olahraga Provinsi Jawa Timur, MTQ Jatim, HUT Satpol PP Jatim. “Sehingga okupansi akan terjaga,” ucapnya.

Tahun ini, seiring pembangunan beberapa hotel lagi, kami berharap ada tambahan 500-1.000 kamar baru, tambah Bramuda seperti dikutip dari Antara.

Banyuwangi saat ini juga semakin dilirik sebagai tempat rapat kerja sejumlah perusahaan swasta dan organisasi. Seperti Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (HIPMI), Bank Jatim, Asosiasi Pengusaha Logistik dan Forwarder Indonesia, Asosiasi Penyelenggara Unroh dan Haji, dan masih banyak lagi. “Mereka rapat setelah itu liburan ke destinasi wisata yang ada di Banyuwangi,” tuturnya.

Ke depan, lanjut Bramuda, pihaknya berharap di Banyuwangi terus tumbuh hotel-hotel baru seiring meningkatnya kunjungan wisata. Termasuk resort-resort yang bangunannya semi permanen.

“Tahun ini dibangun resort di beberapa lokasi yang cocok, di antaranya di Pantai Mustika dan areal Grand Watu Dodol. Arsitek terkenal Andra Matin langsung turun sebagai konsultan untuk mendesain bangunan berkonsep ecotourism. Sementara untuk homestay tetap akan kami biarkan tumbuh agar ekonomi kreatif masyarakat pun terus tumbuh,” sambungnya. (redaksibisniswisata@gmail.com)

LEAVE A REPLY

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.