Persaingan Kian Ketat, Hotel di Semarang Promosi via Online

0
833

SEMARANG, test.test.bisniswisata.co.id: SEJUMLAH hotel di Semarang Jawa Tengah menyiapkan strategi khusus dalam menghadapi ketatnya persaingan, seiring peningkatan jumlah kamar hotel di wilayah Semarang pada tahun 2016.

General Manager Quest Hotel Semarang Dedy Sumardi mengatakan pihaknya mengandalkan sejumlah strategi untuk menggenjot bisnisnya, terutama dengan meningkatkan fokus pada bisnis online atau daring. “Sekarang semua orang pegang gadget dan pemesanan dilakukan melalui online. Saat ini sekitar 20% pemesanan kamar dilakukan melalui online,” kata Dedy di Semarang, Jumat (23/10).

Selain itu, lanjut Dedy, bekerja sama dengan maskapai penerbangan. Pasalnya, belakangan jumlah rute penerbangan langsung dari dan ke Kota Semarang kian banyak dengan kota tujuan dan asal yang kian beragam.

Di samping, itu pihaknya juga memperkuat basis informasi tentang gelaran acara berskala nasional maupun internasional yang diadakan di Semarang dan sekitarnya serta meningkatkan kerja sama dengan Dinas Kebudayaan dan Pariwisata, baik di tingkat kota maupun provinsi.

Sepanjang tahun ini, tingkat keterisian kamar atau okupansi Quest Hotel tercatat sekitar 84%. Persentase itu diakui turun dibandingkan dengan tahun sebelumnya, yang bisa mencapai 92%. Adapun, untuk tahun depan, Dedy menargetkan okupansi bisa kembali ke kisaran 90%.

Senada, Star Hotel Semarang juga mengalami penurunan okupansi. Tahun ini, sebenarnya pihaknya menargetkan tingkat okupansi sebesar 68% tetapi baru tercapai sekitar 48%. Menurutnya, hal itu adalah imbas dari susutnya okupansi di awal tahun akibat larangan mengadakan acara pemerintah di hotel.

Namun, agak berbeda dengan Quest Hotel, Star Hotel Semarang kini mendorong porsi dari sisi penjualan serta layanan makanan dan minuman. General Manager Star Hotel Semarang Rismen Saragih menuturkan, hal itu adalah salah satu cara untuk mengompensasi berkurangnya tingkat okupansi.

Sejauh ini, tambah Rismen, lini makanan dan minuman mampu memberikan sumbangan sekitar 25% terhadap kinerja hotel. Selain itu manajemen Star Hotel juga memperbanyak acara di hotel melalui event management yang baru-baru ini didirikan. Adapun, tahun depan, Star Hotel menargetkan tingkat okupansi kamar pada kisaran 70%-72%.

Tahun depan, setidaknya jumlah kamar hotel diperkirakan bertambah 1.200 kamar. Ketua Persatuan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Jateng Heru Isnawan mengatakan saat ini terjadi ketimpangan antara pertumbuhan pasokan kamar hotel dengan permintaan. “Pertumbuhan supply bisa sampai 20% per tahun sedangkan demand-nya tak lebih dari 10% tiap tahun,” kata Heru seperti dilansir laman bisnis.co.

Dedy menilai, jumlah hotel di Semaranng memang sudah cukup banyak. Saat ini, jumlah kamar hotel bintang lima saja sudah mencapai 5.000 kamar belum lagi ditambahkan dengan jumlah kamar hotel nonbintang. (*/ndy)

LEAVE A REPLY

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.