Permudah Wisatawan, Rumah Warga Diberdayakan Jadi Homestay

0
526
Wisatawan diajak ikut tradisi ngagogo lauk (menangkap ikan dengan tangan)

BANDUNG, Bisniswisata.co.id: Potensi wisata alam sekaligus desa wisata Kampung Cilodong, Desa Karangtunggal, Kecamatan Paseh Bandung dibuka bagi kunjungan wisatawan. Untuk mendorong potensi sekaligus mempermudah wisatawan mendapatkan akomodasi penginapan, Pemkab Jawa Barat (Jabar) memberdayakan rumah warga sebagai tempat bermalam atau homestay.

Untuk itu, masyarakat di Cilodong mendapat pembinaan dari Dinas Permukiman Rakyat, Kawasan Permukiman dan Pertanahan (Perkimtan) guna memaksimalkan konsep homestay. “Konsep ini menjadi andalan Cilodong yang berbentuk pariwisata kerakyatan. Selain mendorong masyarakat berperan aktif, dengan berdirinya homestay ini akan meningkatkan ekonomi lokal,” jelas Bupati Kabupaten Bandung, Dadang M. Naser

Dengan berdirinya wisata homestay Kampung Cilodong, Bupati mengajak wisatawan domestik dan mancanegara untuk tidak melewatkan segarnya udara di Kampung Cilodong. Karena, Kampung Cilodong yang dikelilingi pepohonan itu, memiliki suasana alam yang asri. Di Kampung Cilodong, wisatawan pun akan disuguhi hidangan asli Parahyangan.

Selain itu, wisatawan bisa menikmati pemandangan gunung dan sawah yang jauh dari hiruk pikuk perkotaan. ‘’Jika ingin tahu nikmatnya menjadi penduduk kampung, bermalamlah di Kampung Cilodong,’’ tandasnya.

Juga ada tradisi masyarakat sunda yang menarik yakni ngagogo lauk (menangkap ikan dengan tangan). Ngagogo lauk merupakan tradisi masyarakat sunda dalam rangka menyambut bulan puasa. Dan tradisi ini ditawarkan kepada wisatawan.

Semalamnya, bupati bersama istri dan para kepala perangkat daerah beserta masyarakat menyaksikan Pojok si Cepot. Pada kesempatan ini bupati juga memberikan bantuan kepada kelompok masyarakat, lanjut usia dan anak yatim/piatu di Kampung Cilodong.

Dilansir dari jabarprov.go.id, Senin 17 April 2017, Bupati Dadang membagi pengalamanya saat menginap di sana. Cilodong memiliki udara yang sangat segar. Kawasan asri dengan 43 rumah yang dikelilingi pepohonan, suasana alam di sana sangat sayang untuk dilewatkan.

“Hamparan indah gunung, sawah dengan udara yang segar, jauh dari hiruk pikuk perkotaan yang penat. Kita akan betah di sana. Sangat cocok menjadi tempat bersantai bersama keluarga,” ungkap Bupati serius.

Dulu, lanjut bupati lulusan Universitas Padjajaran itu, Cilodong merupakan kawasan terpencil dengan rumah tidak layak huni. Tetapi, melalui program Penataan Lingkungan Permukiman Berbasis Komunitas (PLPBK) yang diinisiasi oleh Perkimtan, kawasan tersebut berubah menjadi permukiman layak huni dan sehat.

“Usaha Pemkab dengan masyarakat Karangtunggal akhirnya membuahkan hasil. Permukiman yang tadinya kumuh, jalan sempit, bangunan tak teratur dan kotor, kini berubah dan bahkan sangat layak untuk mendongkrak potensi wisata,” tuturnya. (*/jgi)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.