Perjalanan ke Zhangjiajie Sambil Menonton Pertunjukan Sulap Di Udara Dari Ken Master

0
1184

Ken Master beraksi di udara (foto-foto HAS)

JAKARTA, test.test.bisniswisata.co.id: Mendengar nama Zhangjiajie, Cina, pikiran langsung teringat kembali adegan-adegan film Avatar, film fantasi dengan makhkluk berwarna biru di sebuah dunia  bernama Pandora. Film Avatar garapan James Cameron pada 2009 yang diedarkan oleh 21th Century Fox  itu pengambilan gambarnya sangat memukau dan membekas dalam ingatan yaitu pegunungan terapung berselimut kabut yang indah sekali.

Film box office itu sebagian pengambilan gambarnya memang berada di Zhangjiajie Stone Forest di Provinsi Hunan, Cina. Tak heran setelah dirilis , para penggemar berbondong-bondong mendatangi Zhangjiajie untuk melihat pemandangan gunung karst dengan puncak-puncak lancip yang luar biasa menakjubkan ini.

“Bunda bisa ikut kan rombongan tanggal 4-10 Agustus 2016 ke Zhangjiajie ? keren bun dan tulis dong perjalanan special ini. Apalagi di atas pesawat bunda bisa menonton dan jadi saksi pertunjukan sulap di udara oleh Ken. Kita naik charter flight Sriwijaya Air,” kata Anton Thedy, CEO TX Travel.

Undangan liputan dari penggagas inovasi produk wisata dengan charter flight langsung dari Jakarta ke Zhangjiajie itu saya sambut dengan baik saat kami jumpa di pertemuan reguler Billioner Mindset, komunitas pengusaha di resto HCM, Plaza Semanggi beberapa waktu lalu. Sudah kebayang serunya pergi bareng dengan sedikitnya 30 kepala cabang TX Travel dan peserta tour lainnya. Maklum  dengan sistem franchaise kini ada sedikitnya 200 cabang TX Travel di berbagai daerah di Indonesia. Sementara pesawat charter itu berkapasitas 170 penumpang.

Alhamdulilah nanti akhirnya saya bisa mengunjungi pegunungan yang kini dijuluki sebagai Avatar Hallelujah Mountain. Ingatan pada film fiksi itu mengundang fantasi saya untuk berpura-pura menjadi Na’vi (makhluk berwarna biru di film “Avatar”) yang mendiami Pandora. Bisa juga sekalian berkhayal menjadi artis Zoe Saldana, wanita muda dari suku Na’vi bernama Neytiri, tokoh yang jatuh cinta pada Jake Sully (Sam Worthington) yang punya misi khusus datang ke Pandora.

Setelah perjalanan wisata saya sebelumnya ke Provinsi Hebei dan Provinsi Guangdong, Cina, maka kunjungan kali ini ke Zhangjiajie masuk wilayah Provinsi Hunan membuat saya antusias meskipun penerbangan langsung ini tidak menuju Changsa, ibukota Provinsi Hunan tapi langsung ke Zhangjiajie, sebuah kota setingkat Kecamatan di Indonesia. Hunan terletak di bagian selatan-tengah negara bagian dimana  gunung-gunung dan bukit-bukit menempati lebih dari 80% dari wilayah dan dataran terdiri kurang dari 20% dari seluruh provinsi .

Suasana kota Zhangjiajie
Suasana kota Zhangjiajie

Zhangjiajie yang masuk wilayah Hunan ini dulunya bernama Dayong. Pemandangannya indah, tapi agak terbelakang dan miskin karena lokasinya bergunung-gunung dan sulit dicapai.

Supaya daerah ini maju, maka pemerintah Cina membangun daerah ini menjadi obyek pariwisata dan mempromosikannya menjadi  UNESCO World Heritage Site di tahun 1992 sehingga akhirnya menjadi destinasi wisata yang banyak dikunjungi wisatawan mancanegara karena bentuk geologi alam yang unik dan beragam dari hutan, gua, danau, hingga gunung-gunung yang berbentuk seperti menara yang menjulang keatas.

Dari kunjungan beberapa kali ke Cina, baru kali ini perjalanan saya ke negri Panda ini yang benar-benar akan menggiring saya menyatu dengan alam dan membuat saya harus banyak berjalan kaki untuk mencapai spot-spot terindah di kawasan Taman Nasional Zhangjiajie itu.

Nah Zhangjiajie memiliki obyek-obyek wisata yang menarik dan umumnya kemasan paket tour mengagendakan kunjungan ke Wulingyuan Scenic Area  meliputi hampir 400 kilometer persegi dan kunjungannya mencakup Taman Nasional atau disebut   Zhangjiajie National Forest Park, Tianzi Mountain Natural Resort ,  Suoxiyu Natural Resort, Yuanjiajie dan Yangjiajie.

Area bernama Qiankun Kolom menjadi titik lokasi film yang kini disebut  Avatar Hallelujah Mountain yang saya sebutkan tadi yaitu pegunungan terapung berselimut kabut yang indah sekali.

Pengunjung juga wajib melongok ke Tianmen Mountain dengan jalan setapak dari kaca yang dibangun di tebing dan bisa membuat kita jadi sering tahan nafas melihat pemandangan yang membentang tepat di bawah kaki sendiri lewat jembatan kaca tembus pandang…hiiii…. serem..

Dari jadwal tour dan sinopsis yang saya terima maka hari pertama kegiatan berwisata akan dimulai dengan menyambangi Fengshuang, desa wisata atau kerap disebut sebagai kota tua yang terdiri dari sekitar 200 bangunan dengan arsitektur Dinasti Ming abad ke-14 dan Dinasti Qing abad ke-17.

Bandara Zhanjiajie yang baru beroperai 4 bulan
Bandara Zhanjiajie yang baru beroperai 4 bulan

Tak perlu terus mengkhayal, hari ini saya sudah bergabung dengan peserta tour di Bandara Soekarno Hatta. Pesawat akan tinggal landas jam 16.00 dan tiba sekitar jam 22.00 malam. Sesi berkenalan dan saling sapa dengan  peserta tour di terminal 2 E Soetta membuat cukup kehebohan dan  menambah semangat untuk segera terbang ke Provinsi Hunan itu.

Para peserta langsung dibagi menjadi beberapa group dengan warna bendera berbeda-beda yaitu merah, hijau, orange, kuning. Masing-masing group didampingi satu tour leader dan saya bergabung dengan group merah pimpinan  Makmum.

Di dalam pesawat setelah makan dan minum teh hangat, maka  satu jam lebih terbang akhirnya pesulap Ken Master mulai beraksi. Pria ganteng jebolan program acara Reality show TV bernama The Master di RCTI ini muncul dengan senyum mengembang. Anak gaul yang mengusung tema sulap  classic fantasy ini menawarkan hiburan sulap, ilusi dan gerakan teatrikal yang memukau.

The Master sendiri program yang  menandingkan kemampuan seorang pesulap dengan pesulap lainnya. Ken yang tampil di season 4 tahun 2010 menjadi pesulap yang mampu menghibur lewat musik pengiring, konsep cerita sulap itu sendiri dan kemampuannya berakting sehingga bukan menjadi pesulap yang mainstream.

Ken Master beraksi di bagian ekor pesawat
Ken Master beraksi di bagian ekor pesawat

Saya duduk dibarisan kursi 9 C, bertetangga kursi dengan pasangan Anton dan Fifi dari Kelapa Gading. Kami dihimbau tetap duduk sambil mengusahakan kepala menyembul diantara kursi untuk bisa melihat atraksi Ken di ujung lorong . Setiap 15 menit Ken bergeser maju menuju ekor sehingga semua penumpang dapat melihat ilusinya itu.

Anton, pengusaha sparepart untuk Trailler ini mengatakan suka sekali traveling apalagi ditemani istri tercinta. Atraksi Magic di pesawat sebenarnya cocok ditonton kedua putranya, sayang ke dua putra yang sudah duduk dibangku kuliah meski masih libur tidak bisa bergabung karena sudah punya acara dengan teman-tenannya.

Ken yang beratraksi di lorong sempit terus menghibur dan mengembangkan senyum. Cowok ganteng mirip penyanyi Delon ini menampilkan Ilusinya dengan kartu, koin uang dan juga balon panjang. Nah balon panjang ini mirip pertunjukan debus Banten. Ken menelan balon panjang yang biasa diplintir jadi berbagai bentuk itu kedalam mulutnya. Jarak yang sangat dekat dan tidak ada rekayasa membuat saya kagum.

Gerakan-gerakan lainnya memukau penumpang pesawat charter flight Sriwijaya ini. Ide brilliant Anton Thedy untuk menghibur peserta tour dengan sulap fantasi dalam pesawat sert pencatatan rekor MURI sebagai sulap di udara yang pertama bahkan mungkin di dunia membuahkan hasil.

Anton Thedy ( kedua dari kanan) sambut peserta tour di bandara Zhangjiajie
Anton Thedy ( kedua dari kanan) sambut peserta tour di bandara Zhangjiajie

Saya ikut menandatangi surat dari Museum Rekor Indonesia (MURI) bahwa sulap yang dilakukan di udara ini riil. Tak terasa setelah lima jam lebih terbang dengan pesawat jenis Boing 737-800 NG dengan flight SJ 3012  berkapasitas 150 penumpang, pesawat mendarat dengan mulus di bandara Zhangjiajie.

Resminya namanya bandara Zhangjiajie Hehua Airport  yang melayani jalur penerbangan domestik dari kota-kota lain di Cina, juga pesawat dari Korea dan Taiwan termasuk penerbangan dari Indonesia ini. Keluar dari peneriksaan  imigrasi  pk 23.59 tengah malam. Anton Thedy, CEO TX Travel langsung menyambut rombongan dengan wajah ceria dan kemeja batik hijau cerah. Rombongan kemudian dibagi dalam 4 bus.

“Mumpung masih di bandara coba tengok bangunan airport Zangjiajie yang baru dan beroperasi sejak 4 bulan lalu. Kesadaran pemerintah daerah dan pusat dengan pentingnya pengembangan pariwisata membuat mereka berani investasi di kota setara  tingkat Kecamatan kalau di Indonesia,” ujar Anton Thedy dalam bus yang mulai bergerak menuju hotel.

Di dalam bus Anton Thedy memberikan sedikit bocoran soal destinasi wisata yang akan kunjungi besok  di sebuah desa wisata. Kami juga berkenalan dengan guide lokal, Akiong yang orangtuanya pernah tinggal di Bandung. Infonya jarak airport-hotel Vienna cukup sekitar 20 menit saja.

Mata yang mengantuk dan ingin cepat tiba di Vienna Hotel yang letaknya strategis di tengah kota dekat stasiun dan terminal bis membuat saya ingin buru-buru tiba di hotel bintang empat itu. Apalagi saya sudah berkenalan dengan Karina Ayu, rekan wartawan dari Inflight Magazine Sriwijaya Airlines  yang menjadi teman sekamar selama perjalanan .

“Selamat tidur, selamat beristirahat ya semua …,”ucap saya pada teman-teman yang mendapat kamar satu lantai. Karina sudah terlelap tapi mata saya susah diajak kompromi padahal sudah jam tiga pagi. Suara kereta api jelas terdengar dari kamar……(Hilda Ansariah Sabri)

LEAVE A REPLY

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.