Pergantian Tahun: Yang Ibadah, Yang Pesta

0
874
PERAYAAN TAHUN BARU di BALI (Foto: Antarafoto)

DENPASAR, test.test.bisniswisata.co.id,- EUPORIA pesta pergantian tahun sudah mendunia. Namun di Indonesia interpretasi masyarakat sangat beragam hal pesta tutup dan buka tahun tersebut. Lihat saja apa yang diberlakukan di Aceh pad acara pergantian tahun 2015 ke 2016, pemerintah setempat dengan tegas mengatakan tak ada pesta tak ada kembang api.

Sementara Pemkot Medan menggelar acara zikir dan doa bersama, melibatkan unsur Forum Koordinasi dan Pimpinan Daerah (FKPD) Provinsi Sumatera Utara dan Kota Medan. Mengundang alim ulama, pengajian BKMT, Al Hidayah, Aisyiyah, Muslimat NU, IPHI dan Organisasi Islam. Zikir dan Doa bersama dipimpin oleh Syeikh Ali Jaber, acara ini terbuka untuk seluruh lapisan masyarakat dan terutama muslim warga Kota Medan.

uyon- uyon - belajaar

Sementara di Omah Kecebong, Sendari, Mlati, Sleman Jogyakarta, menyajikan budaya uyon-uyon dengan sinden Mbah Tien untuk mengisi acara pergantian tahun. “Menghibur, belajar dan melestarikan budaya,’’ ungkap empunya Omah Kecebong, Hasan S.

Bali

Bagaimana dengan di Bali, yang masih menjadi tujuan berlibur maasyarakat dunia? Penghujung tahun, pesta besar bagi kalangan usaha pariwisata di Bali. Tidak hanya di hotel pestadi gelar, sejumlah pengelola kawasan menawarkan acara pesta mereka. Yang pasti Kuta, Legian, Seminyak sampai kawasan Berawa,  Nusa Dua, Sanur, pantai Lebih Gianyar sejak Kamis siang padat pengunjung.

ibadah lepas tahun

Pemerintah Kota Denpasar menyelenggarakan Denpasar Festival untuk ke delapan kali, serangkaian pesta tutup dan buka tahun bagi warga kota.  Mengambil tema Demi Denpasar, acara yang dikemas apik dan pusat penyelenggaraannya di Catus Pata Patung Catur Muka Denpasar. Menawarkan pameran kuliner, craft, distro, Komunitas,  heritage, kartunis, Fotografi, tenun Endek, fashion asesoris dan panggung hiburan berlangsung dari tanggal 28-31 Desember. Penutupan Denfest dilanjutkan dengan acara menyongsong matahari 2016.

Ditengah semaraknya pesta kembang api dan gemeretap suara petasan, mercon, tidak mengusik kaum Kristiani melaksanakan ibadah tutup tahun 2015 dan membuka tahun 2016. Mengisi pergantian tahun dengan doa menjadi tradisi tersendiri umat Kristiani baik Katolik mau pun Protestan. Untuk pergantian tahun ini gereja Bala Keselamatan Indonesia mengambil tema ‘’Waspada dan Berjaga-jaga”.

Sejalan dengan pesan Natal yang disampaikan Komisioner Peter Walker,  Komandan Bala KeselamatanTeritori Indonesia bahwa ditengah pergolakan kehidupan di dunia, ditengah menipisnya rasa peduli. Umat Kristiani dituntut lebih waspada, agar tak kehilangan ‘’kasih’’. Kasih adalah perbuatan, oleh karenanya tidak ada ruang bagi umat Kristen untuk tidak peduli baik bagi dirinya, lingkungannya mau pun kepedulian terhadap ciptaanNya. (Dwi: bisniswisata.co@gmail.com)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.