Perangi Sampah, Sulut Tak Ingin Ditinggalkan Wisatawan

0
403
Wisatawan diving di Bunaken Manado Sulut (Foto: uNderwater'11)

MANADO, bisniswisata.co.id: Masalah sampah masih menjadi persoalan utama di destinasi wisata Indonesia, termasuk Sulawesi Utara (Sulut). Untuk memerangi sampah, Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sulut meminta seluruh pemangku kepentingan pariwisata agar melakukan gerakan pengelolaan sampah guna mendukung industri pariwisata.

Pemprov Sulut mengimbau seluruh elemen masyarakat untuk berperan aktif melakukan gerakan 3R yakni Reduce, Reuse dan Recycle guna melestarikan lingkungan hidup. “Kebersihan merupakan modal penting bagi provinsi Nyiur Melambai dalam mendonkrak sektor pariwisata,” papar Rudy Mokoginta, Asisten Perekonomian dan Pembangunan Provinsi Sulut.

Dalam keterangan tertulis yang diterima Bisniswisata.co.id, Sabtu (25/02/2017), Rudy menjelasakan pertambahan penduduk dan perubahan pola komsumsi masyarakat menjadi pendorong kenaikan volume sampah.

Studi yang dilakukan Jena R. Jambeck menunjukkan, Indonesia merupakan negara kedua yang membuang sampah plastik setelah China sebanyak 187,2 juta ton per tahun.

“Realita ini memberikan memberikan dampak yang kurang baik terhadap pembangunan keseluruhan tidak hanya nasional, tapi juga terkait dengan pembangunan di Provinsi Sulut yang memprioritaskan industri Pariwisata,” jelasnya.

Tahun 2017, Sulut menargetkan kunjungan turis asing sebanyak satu juta pelancong. Sepanjang 2016, jumlah kunjungan turis asing mencapai 48.288 orang. Sementara itu, kunjungan turis domestik sepanjang tahun lalu tercatat 1,48 juta atau tumbuh 38,64% secara tahunan. (redaksibisniswisata@gmail.com)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here