Penyelenggaraan Asita Jakarta Travel Mart Lampaui Target dan Ekspektasi Peserta

0
677

Perbankan, Permata Bank, ikut berpartisipasi di ajang Asita Jakarta Travel Mart di Hotel JS Luwansa, Jakarta. ( Foto: Hilda Ansariah Sabri)

JAKARTA, test.test.bisniswisata.co.id: Jumlah pesera Asita Jakarta Travel Mart ( AJTM) melebihi target yang ditetapkan penyelenggara dengan total penjual (Seller) 125 peserta dan pembeli (buyer ) 240 peserta, kata Hasyianna Ashadi, Ketua Asita Jakarta.

“Target kami Seller 100 peserta dan Buyer 200 tapi alhamdulilah hasilnya justru ada kenaikan 25% dari ekspetasi bahkan buyer mendadak melonjak dan mendaftar di menit terakhir,” ungkapnya.

AJTM pertama ini selain akan diselenggarakan setiap tahun juga menjadi forum komunikasi dan silaturahmi diantara pelaku pariwisata sehingga para Seller dan Buyer mengoptimalkan sesi pertemuannya dengan baik.

Tedjo Iskandar, salah satu buyer dan sekaligus sponsor yang secara rutin juga menyelenggarakan TTC Travel Mart dua kali dalam setahun di dua kota mengatakan pihaknya dengan senang hati mendukung bursa wisata yang mempertemukan penjual dan pembeli produk wisata.

“Travel Mart yang saya buat menjual paket wisata di luar negri ( outbound) sedangkan di AJTM adalah paket wisata untuk menggerakkan wisatawan nusantara (wisnus) dan menjaring wisatawan mancanegara jadi kita bisa saling mekengkapi, ujarnya.

Gislla Sahlemikael, Councellor dari Kedubes Ethiophia di Jakarta mengatakan keterlibatannya pada AJTM karena ingin merangkul kerjasama dengan kalangan industri wisata di Indonesia. Sejak membuka Kedubes di Indonesia awal tahun ini di Jakarta maka sektor bisnis yang akan dikembangkan diantara kedua negara.

“Jadi kami perlihatkan pada peserta destinasi yang mereka bisa kunjungi ke Ethiophia yang beribukota di Addis Ababa seperti wisata sejarah, keindahan flora, fauna dan wildlife Afika,” kata pria yang rajin bersinergi dan berharap akhir tahun ini sudah bisa diwujudkan adanya penerbangan lamgsung dari Addis Ababa ke Jakarta, Soekarno-Hatta.

Seller bertemu Buyer bahas produk jasa wisata medis di Malaysia. ( foto: HAS)
Seller bertemu Buyer bahas produk jasa wisata medis di Malaysia. ( foto: HAS)

Wisata medis dari Kuala Lumpur, Malaysia juga menjadi Seller di ajang AJTM ini. Loo Sow Kuen dari Tonik Asia Group SDN BHD mengatakan banyak dari masyarakat Indonesia yang memiliki masalah dengan masalah lutut, tulang, syaraf kejepit dan masalah lainnya.

“Kami datang dengan menawarkan sedikitnya 15 Tags specialist Center (klinik rehabilitasi) dimana turis bisa berwisata dan berobat tanpa harus menjalani operasi. Tersedia paket pengobatan 2-3 hari untuk regenerasi lutut dan tulang,” ujar Loo Sow Kuen.

Dia berharap di AJTM dapat memperkenalkan jasa yang ditawarkan langsung pada kalangan industri wisata karena tekhnologi tanpa bedah ini terjangkau ketimbang harus menjalani operasi mengatasi masalah-masalah saat seseorang menua maupun anak-muda yang mengalami masalah otot dan syaraf.

Andri Daulay, Marketing Coordinator Marintur Indonesia, sebuah travel agent yang menjadi Buyer mengatakan pihaknya senang bisa berpartisipasi dalam event travel mart yang menerapkan pertemuan dengan sistem Round Robin Table Top.

Gadis cantik yang berpengalaman menjadi Seller di sejumlah travel mart di tanah air maupun di ITB Berlin dan Arabian Travel Mart Dubai ini mengatakan di ajang ATJM ini baik penjual ( Seller ) dan pembeli (Buyer) dapat belajar bagaimana mengoptimalkan pertemuan yang terbatas.

“ Saya sekarang menjadi Buyer dan kalau sistem Round Robin masing-masing sudah ditargetkan harus bertemu berapa klien dan sebelumnya sudah dapat list peserta yang ingin kita temui. Jadi sebagai Seller ataupun   harus konsisten ikuti sistem dan serius mengikuti aturan mainnya sehingga kita bisa mendapatkan sebanyak-banyaknya informasi,” kata Andri Daulay.

Dia menilai belum semua pelaku industri memahami etika maupun sistem negoisasi dalam sebuah bursa wisata seperti AJTM sehingga semakin banyak bursa wisata yang mempertemukan langsung para pelaku bisnis akan baik bagi peserta.

“Travel mart yang lain mempertemukan langsung pelaku bisnis dengan konsumen dan hal ini sudah sering kita temui di mall maupun di Jakarta Convention Center berarti semakin kuat daya beli masyarakat untuk membeli paket wisata,” jelasnya.

Andri menyatakan puas menjadi peserta Asita Jakarta Travel Mart ( AJTM) dan makin menguatkannya untuk berkarir di bidang pariwisata. Selain sesuai dengan ilmu komunikasi yang dipelajari di bangku kuliah juga banyak melakukan traveling yang menjadi hobinya. (Hilda Ansariah Sabri).

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.