Penyelenggara Solo Great Sale 2016 Targetkan Kunjungan 230.000 Wisatawan Dan Transaksi Rp 125 Miliar

0
627

Menpar Arief Yahya meluncurkan Solo Great Sale 2016 yang akan berlangsung 1-29 Febuari. (Foto: hss)

JAKARTA, test.test.bisniswisata.co.id:  Menteri Pariwisata (Menpar) Arief Yahya bersama Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo meluncurkan program  Solo Great Sale (SGS) 2016 di Balairung Soesilo Soedarman, Gedung Sapta Pesona Jakarta, kantor Kementerian Pariwisata, Selasa (12/1). Penyelenggara targetkan nilai transaksi capai dua kali lipat dari tahun laku.

Kegiatan SGS 2016 yang mengangkat tema “Ungkapkan Cinta dengan Bijak Berbelanja”   akan berlangsung  selama satu bulan penuh dari tanggal 1 hingga 29 Februari  2016 di pusat perdagangan dan sentra-sentra UMKM, pusat perbelanjaan, hotel & restoran, pertokoan, serta outlet bisnis lainnya yang ada di kota Surakarta, Jawa Tengah.

“Tahun lalu kami menargetkan nilai transaksi Rp 35 miliar tapi hasilnya mencapai Rp 80 miliar dengan konsentrasinya di mall. Tahun ini targetnya Rp 125 miliar karena peserta meluas ke kampung-kampung batik, pertokoan hingga sentra UMKM dan pusat oleh-oleh sehingga kami optimistis transaksi bisa mencapai Rp 125 miliar, ujar Gareng Haryanto, Ketua Kadin Solo Raya yang sekaligus menjadi ketua pelaksana Solo Great Sale itu.

Kordinator acara, RAy.Febri Hapsari Dipokusumo mengatakan dengan peluncuran program yang difasilitasi Kementrian Pariwisata maka gaungnya secara nasional menjadi lebih besar sehingga akan banyak warga Jakarta dan kota-kota besar lainnya di Indonesia untuk pulang bersama menyaksikan berbagai atraksi yang ada.

Selain peluncuran SGS 2016 di Jakarta, panitia juga akan membuka resmi kegiatan pada 31 Januari 2016 di acara Car Free Day di Solo. Sedikitnya ada 11 mata acara selama penyelenggaraan yang berlangsung selama sebulan, kata RAy Febri Hapsari Dipokusumo.

Pihaknya berharap komunitas alumni yang anggotanya dulu bersekolah atau kuliah di Solo dan kini menyebar menetap  di Jakarta dan kota-kota lainnya agar datang ke Solo bertepatan dengan Solo Great Sales karena PT KAI telah memberikan diskon 10 persen untuk semua kereta dari berbagai kota ke Solo. Pihaknya juga tengah menunggu partisipasi dari perusahaan penerbangan untuk memberikan diskon khusus pula untuk semua rute ke Solo.

Menpar  Arief Yahya menyambut baik diselenggarakan SGS 2016  dalam upaya mempromosikan dan menarik kunjungan wisatawan ke Kota Solo dengan menjadikan wisata belanja sebagai daya tariknya.

“Event  SGS ini sangat efektif dalam mempromosikan dan menarik kunjungan wisatawan ke Kota Solo. Selama satu bulan penyelenggaraan great sale  tersebut akan menghasilkan transaksi sebesar Rp 125 miliar serta kunjungan wisatawan yang ditargetkan sebanyak 230 ribu orang,” ujar Menpar.

Dari target kunjungan wisatawan itu yang menginap di hotel diprediksi sebanyak 150 ribu wisatawan. Dia menjelaskan bahwa kegiatan promosi melalui event seperti SGS ini merupakan bagian dari strategi promosi  dengan pendekatan BAS (Branding/PR-ing, Advertising, dan Selling).

“SGS merupakan kegiatan selling sehingga peran pelaku usaha lebih besar, sedang pemerintah memberikan pendukungan dengan proporsi penggunaan anggaran sebesar 80% swasta dan 20% pemerintah,” kata Menpar Arief Yahya.

Menpar berharapkan kegiatan SGS akan menarik kunjungan wisatawan mancanegara (wisman) ke Indonesia lebih banyak lagi  serta meningkatkan  perjalanan wisatawan nusantara (wisnus)  yang tahun ini ditargetkan sebanyak 12 juta wisman dan 260 juta  perjalanan wisnus.

“Bulan Februari bertepatan dengan musim liburan hari raya Imlek, sehingga event SGS menjadi salah satu daya tarik bagi wisman khususnya dari China yang tahun ini kita targetkan sebanyak 2 juta wisman,” kata Arief Yahya.

Gubernur Jawa Tengah (Jateng) Ganjar Pranowo mengatakan, penyelenggaraan SGS manjadi magnit untuk manarik wisatawan datang dan berbelanja  di Solo. Dia berharap kekompakan pemkot Solo Raya, pengusaha dan partisipasi masyarakat semoga menularkan virus positif ke kota-kota lain di Jawa Tengah seperti Semarang sebagai ibukota provinsi Jateng.

Penyelenggaran SGS 2016  oleh Pemerintah bersama Kadin Kota Surakarta ini sebagai upaya terobosan dalam mendongkrak aktivitas ekonomi dan bisnis di bulan Februari 2016 yang diprediksikan akan mengalami perlambatan.

Melalui kegiatan great sale tersebut  diharapkan kegiatan ekonomi  tetap bergeliat,  antara lain karena didorong oleh  pergerakan wisatawan yang akan memasuki peak seasons bertepatan musim liburan hari raya Imlek  yang akan jatuh pada 8 Februari 2016.

Event SGS 2016 akan diikuti sekitar 1000 tenant, naik dua kali lipat dari jumlah peserta tahun lulu.  Berbagai kalangan pelaku usaha bekerjasama dengan pemerintah, akademisi, komunitas, serta media (triple helix) mendukung kegiatan yang memiliki daya tarik tinggi lewat pemberian diskon, hadiah langsung, insentif, serta kemeriahan  dari berbagai kegiatan seni budaya  yang menarik

Pihak panitia penyelenggara selama SGS berlangsung  akan menyiapkan 15 kegiatan antara lain; Grebeg Sudiro pada 31 Januari,  Solo Imlek festival,  pemecahan rekor Muri menulis kaligrafi China 500 M, Pesta Kembang Api, Lampion terbang, Festival Kampung Tiongkok dari 1-7 Febuari, Festival Jenang Solo 14’17 Febuari, Kirab Barongsai Cap Go Meh 21-22 Febuari, Sendratari Ramayana, 26 Febuari, Wayang orang Sriwedari sebulan penuh kecuali Hari Minggu serta pertunjukan ketoprak Balekambang pada 6, 13, 20,27 Febuari 2016. (hildasabri@yahoo.com).

 

LEAVE A REPLY

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.