Penyelenggara Dan Tokoh Sumbar Sepakat Tour De Singkarak 2015 Jalan Terus Meski Ada Ancaman Kabut Asap

0
816

JAKARTA, test.test.bisniswisata.co.id: Penyelenggara Tour de Singkarak ( TDS) 2015, stakeholders pariwisata dan para tokoh Sumatra Barat optimistis kegiatan yang menggabungkan kegiatan balap sepeda, pariwisata dan budaya akan tetap berlangsung pada 3- 11 Oktober 2015 meskipun ancaman asap masih menyelimuti sebagian besar kota-kota di Sumatra.

“Ini perhelatan ke tujuh kali dan sudah masuk agenda international dunia di posisi yang menempati posisi ke 5 di dunia karena event nomor satu dunia masih Tour De France, event tahunan yang usianya sudah lebih dari 100 tahunan sementara TDS pada penyelenggaraan tahun ke tujuh sudah menjadi lima besar kalender dunia,” kata Sapta Nirwandar, Ketua Penyelenggara

Wakil Menteri Parekraf di Kabinet Indonesia Bersatu ini menambahkan bahwa penggabungan event olahraga, wisata dan budaya telah membuat jalan-jalan di Sumatra Barat menjadi mulus dan muncul destinasi-destinasi baru. Oleh karena itu pihaknya tidak akan menyurutkan langkah meski dihadang bencana tahunan asap akibat kebakaran hutan yang kini menyelimuti kota-kota di Suamtra, Kalimantan hingga negara tetangga Singapura dan Malaysia.

Berbicara pada peluncuran pelaksanaan TDS 2015 yang dihadiri para Walikota, Kapolda Sumbar serta tokoh masyarakatnya di Jakarta seperti Ketua DPD Irman Gusman, Ketua Umum Pengurus Besar Ikatan Sport Sepeda Indonesia (PB ISSI) Rajasapta Oktohari dan Emil Salim, Menteri Lingkungan Hidup era Orde Baru, Sapta Nirwandar mengatakan bahwa Presiden Joko Widodo akan berkunjung ke Sumbar meninjau lomba balap sepeda yang mampu mendongkrak popularitas pariwisata Sumatra Barat ini.

Sebelumnya, Menteri Pariwisata Arief Yahya mengatakan pada pers agar penyelenggara tanya pada ahlinya apakah kabut asap di Sumatra Barat masih dalam taraf aman karena kalau kondisi pencemaran makin parah selain membahayakan kesehatan, keselamatan juga akan merugikan banyak pihak karena biaya yang mencapai miliaran rupiah.

TDS 2015 kental dengan acara tarian dan budaya serta wisata yang membuat event ini bukan sekedar balap sepeda. ( foto: Hilda Sabri Sulistyo)
TDS 2015 kental dengan acara tarian dan budaya serta wisata yang membuat event ini bukan sekedar balap sepeda. ( foto: Hilda Sabri Sulistyo)

“Tours de Singkarak total hadiahnya tahun lalu Rp 1,4 miliar dan pada 2015 ini Kementrian Pariwisata menambahkan Rp 1 miliar hingga hadiah total tahun ini Rp 2,4 miliar,” ungkap Sapta.

TDS 2015 akan diikuti 24 tim dari 36 negara dan melintasi 18 Kabupaten/Kota dan menempuh jarak 1.314,5 kilometer, dimulai dari Pesisir Selatan. Ini merupakan hal baru karena biasanya TDS dimulai dari Sumatera Barat bagian utara dan finis di Kota Padang.

Sapta Nirwandar mengatakan sejauh ini kabut asap di Sumatera Barat tidak mengurangi fokus para peserta yang akan ikut serta. “Para peserta belum risau dan belum ada yang minta penjelasan mengenai itu. UCI (Union Cycliste Internationale) Kita juga memantau lewat satelit,” katanya.

Burhasman, Kepala Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Provinsi Sumatera Barat menambahkan, Sumatera Barat terkena asap kiriman dari Riau dan Jambi. Apalagi, semua kabupaten dan kota yang berjumlah 18, menjadi etape atau lintasan yang dilalui para pesepeda Tour de Singkarak 2015 sehingga wajar jika ada kekhawatiran..

Namun panitia sudah mempersiapkan rencana cadangan. Jikalau kabut asap ternyata makin parah, akan diberlakukan pengalihan etape sebagai langkah antisipasi. “Skenario kita pengalihan rute, baru pemotongan rute. Kita doakan saja semoga kegiatannya berjalan lancar dan semuanya baik-baik saja,” kata Sapta.

Sesuai dengan tujuan penyelenggaraan yang mengedepankan sinergi sport, wisata dan budaya maka pada peluncuran para undangan disuguhi kuliner khas Sumatra Barat sebagai menu makan malam bersama serta tarian-tarian daerah yang memikat yaitu tari Persembahan dan Carano.

Tak hanya itu, beberapa destinasi baru juga masuk dalam TDS tahun ini seperti kota Sawahlunto yang dulunya merupakan kota tambang batubara dan kini berubah jadi kota wisata. Juga Padang Panjang dimana peserta akan disuguhi beragam kuliner khas Sumbar.

“Ada Kelok 44 untuk menanjak selain itu pembalap dan timnya serta wisatawan nusantara maupun mancanegara bisa melihat keindahan Danau Maninjau,” ujarnya saat peluncuran Ahad (20/9) malam di Gedung Sapta Pesona, Kementerian Pariwisata, Jakarta.
Sapta sebagai konseptor dan chairman Tour de Singkarak memang patut berbangga karena kegiatan ini terbukti memicu investasi terutama hotel-hotel baru, pembangunan infrastruktur jalanan hingga ke pelosok yang membuka akses wilayah untuk pasar dan investasi.(hildasabri@yahoo.com)

 

 

 

LEAVE A REPLY

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.