Penumpang Paksa United Airlines Lakukan Pendaratan Darurat

0
690

ROMA, test.test.bisniswisata.co.id: SEBUAH pesawat transatlantik terpaksa melakukan pendaratan darurat hanya karena alasan sepele. Pesawat itu mendarat darurat setelah seorang penumpang mendesak meminta tambahan kacang.

Pesawat United Airlines terbang dari Roma, Italia dengan tujuan Chicago, Amerika Serikat (AS). Namun kapten terpaksa mendaratkan pesawatnya karena adanya seorang pria yang mendesak untuk meminta tambahan kacang.

Tapi upaya pendaratan darurat ini menyebabkan maskapai itu rugi sebesar 350 ribu poundsterling atau sekira Rp7,3 miliar (Rp20.946 per pound). Pesawat pun akhirnya mendarat di Bandara Internasional Belfast.

Jaksa di Irlandia Utara meminta pesawat untuk membuang bahan bakar seberat 50 ribu liter, agar pendaratan aman pada Sabtu (21/6/2015).

“Akibatnya 282 penumpang terpaksa menunggu 24 jam agar pesawat bisa lepas landas lagi. 269 di antara mereka terpaksa tidur di lantai bandara,” ujar pihak kepolisian, seperti dikutip Daily Mail, Selasa (23/6/2015).

Sementara penumpang yang berulah, Jeremiah Mathis Thede dari Berkeley, California didakwa telah mengancam keselamatan pesawat, perilaku tidak bersahabat di pesawat dan penyerangan.

Hakim Christopher Holmes mengatakan, pria berusia 42 tahun itu justru membela diri bahwa ada yang berkonspirasi melawan dirinya. Namun fakta berbicara berbeda. Seorang petugas polisi Bandara Internasional Belfast mengatakan, Thede bangun dari tempat duduknya setelah 15 menit dari lepas landas. Dirinya meminta kacang atau makanan kecil lainnya.

Namun dia menolak untuk duduk hingga diberikan kacang oleh awak kabin. 10 menit kemudian dia bangkit dari bangkunya dan menuntut hal yang sama. Ketika disuruh menunggu, Thede justru mengamuk dan melontarkan kata kasar. “Saya bebas mendapatkan kacang atau makanan kecil sesuka hati saya,” tutur Thede saat itu.

Thede dianggap telah melakukan penyerangan terhadap pramugari yang melayaninya. Kerugian sebesar Rp7,3 miliar yang diderita United Airlines akibat keributan ini, karena pihak maskapai hari membayar biaya perubahan rute dan membayar kompensasi untuk penumpang.

Thede tetap ditahan hingga dihadirkan dalam sidang lanjutan Selasa (30/6/2015) mendatang. Pengacara Thede melontarkan pembelaan bahwa awak kabin telah bertindak berlebihan. Hakim sendiri baru akan mengambil keputusan setelah mendapatkan laporan latar belakang dan pemeriksaan psikologis atas Thede. ([email protected])

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.