Penjualan Tiket Kapal Penyeberangan Gunakan e-Ticketing

0
947
Kapal Penyeberangan ASDP

JAKARTA, test.test.bisniswisata.co.id: PT ASDP Indonesia Ferry (Persero) menerapkan automatic ticketing system (ATS) atau e-Tikcketing dalam pelayanan penjualan tiket kapal. Saat ini, sistem e-Ticketing baru diterapkan di Pelabuhan Merak dan Bakauheni, sejak Selasa (24/11/2015). Dengan sistem baru ini, pengguna jasa kapal penyeberangan diharapkan dapat menikmati pelayanan yang lebih mudah dan efisien.

“Uji coba sudah dilakukan beberapa kali agar ATS benar- benar akurat dalam mencatat identitas penumpang dan mengukur jenis dimensi barang yang akan dimasukkan dalam manifest muatan kapal. Manifest ini penting karena merupakan bagian dokumen asuransi bagi penumpang dan muatan kapal,” tutur Corporate Secretary PT ASDP Indonesia, Ferry Christine Hutabarat, seperti dilansir laman sinarharapan.co, Jumat (27/11/2015).

Penerapan ATS ini berlandaskan semangat keselamatan penyeberangan serta menghilangkan potensi-potensi kerugian yang selama ini masih dialami, baik oleh pengguna jasa maupun operator kapal penyeberangan. Pelabuhan Merak dan Bakauheni menjadi pilot project dari mekanisme ATS. Nanti diharapkan sistem ini dapat diterapkan di sejumlah pelabuhan lain.

Dengan sistem yang lama, saat identifikasi penumpang dan kendaraan, berpotensi terjadi ketidakakuratan yang menyebabkan tarif yang dibayarkan bisa lebih lebih rendah atau lebih tinggi dari golongan yang sudah ditetapkan pemerintah. Akibatnya, ini merugikan bagi pengguna jasa ataupun pemilik kapal.

“Jadi, tidak tepat jika ada anggapan penerapan sistem tiket ini merugikan. Sebaliknya, pengguna jasa maupun operator kapal akan diuntungkan karena transaksi tarif penyeberangan akan benar-benar mengacu regulasi pemerintah. Bagi perusahaan operator kapal, penerapan sistem ini akan menekan potensi kebocoran dan meningkatkan pendapatan perusahaan, ” tutur Christine.

Belajar dari uji coba yang sudah dilakukan, memang terjadi sedikit perlambatan proses transaksi di toll gate. Ini karena memang pengguna jasa banyak yang belum tahu atau bahkan belum terbiasa dengan alur proses transaksi dengan sistem baru tersebut. Umumnya, perlambatan transaksi disebabkan pengguna jasa yang tidak mempersiapkan kartu identitas saat transaksi di toll gate.

Dilanjutkan, perbedaan sistem tiket yang terdahulu dengan ATS terletak pada penentuan golongan kendaraan secara otomatis. Sensor yang sudah dipasang di toll gate secara otomatis mendeteksi jenis golongan kendaraan.

Sunaryo – Ketua DPC Gabungan Pengusaha Nasional Angkutan Sungai, Danau, dan Penyeberangan (Gapasdap) Bakauheni menuturkan, PT ASDP Indonesia Ferry berjanji terus memperbaiki kendala yang akan terjadi pada pemberlakuan tiket elektronik. Menurutnya, penerapan e-ticketing akan memperlihatkan pendapatan yang masuk ke operator kapal.

Gapasdap pernah menyatakan sebelumnya, e-ticketing dapat merugikan operator angkutan penyeberangan hingga Rp 23,68 miliar per bulannya untuk lintasan Merak-Bakaheuni akibat uji sensor kendaraan tidak akurat. Beberapa kesalahan pada alat sensor kendaraan, seperti pernyataan Sunaryo sebelumnya, seperti yang terjadi pada 11 November 2015, terdapat kegagalan deteksi terhadap kendaraan bus yang seharusnya masuk golongan VI sebagai kendaraan penumpang, namun terlacak sebagai kendaraan barang golongan VII. (*/end)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here