Penjarahan Merajalela di Venezuela, Wisatawan Ketakutan

0
1403
Beach Choroni Venezuela dibanjiri wisatawan asing

VENEZUELA, test.test.bisniswisata.co.id: Presiden Venezuela Nicolas Maduro pada hari Jumat malam (13/5) mengumumkan bahwa negara dalam keadaan darurat akibat krisis ekonomi yang memburuk. Dia menuding Amerika Serikat merencanakan plot untuk menjatuhkan pemerintahannya.

Masyarakat Venezuela harus mengantri mulai dari tengah malam bahkan melakukan penjarahan untuk mendapatkan kebutuhan pokok, mulai dari tepung, daging ayam, hingga pakaian dalam. Keadaan ini mirip dengan Indonesia saat terjadi krisis ekonomi 1998 yang mengakibatkan jatuhnya rezim pemerintahan mantan Presiden Soeharto.

Meski mengantri dari tengah malam, namun banyak yang pulang dengan tangan kosong sehingga terjadi penjarahan di mana-mana. Tak ada data resmi dari pemerintah, namun LSM Venezuelan Observatory for Social Conflict mencatat ada 107 kasus penjarahan dan percobaan penjarahan di tiga bulan pertama tahun 2016.

Beredar video-video di media sosial yang memperlihatkan kerumunan massa menjarah toko-toko, truk dan berebut kebutuhan pokok. Insiden terakhir, ratusan orang berusaha menjarah truk jatuh berisi perlengkapan dapur, garam, shampo. Akibatnya, 15 orang cedera, termasuk enam aparat keamanan yang berusaha menahan masa.

Geng motor juga sempat berusaha menjarah 650 karung tepung yang akan dikirimke tempat penyimpanan di Merida. Upaya ini berhasil digagalkan namun dua Penjaga Nasional dan empat polisi terluka.

Massa di Merida juga sempat menjarah supermaket milik negara pada Rabu lalu. Mereka curi makanan, bahkan pintu supermarket. Toko pakaian dalam juga dijarah sehari sebelumnya.

Negara eksportir minyak ini alami krisis sejak 2014. Inflasi capai tingkat tertinggi di dunia, layanan air dan listrik juga kerap diputus. Maduro menyalahan krisis karena jatuhnya harga minyak mentah dunia.

Partai Sosialis menilai massa yang menjarah adalah kriminal yang mencari kesempatan dalam kesempitan. Maduro berjanji mengambil tindakan tegas atas aksi penjarahan dan kekerasan.

Maduro menuduh AS di balik krisis ekonomi ini dan berupaya menjatuhkan pemerintahannya, seperti AS yang “menggulingkan” pemimpin Brasil Dilma Rouseff.

Kelompok oposisi menyalahkan kebijakan ekonomi sosialis yang dibuat oleh mantan presiden Hugo Chavez dan Maduro sendiri. Kelompok oposisi menyuarakan referendum untuk menjatuhkan Maduro dan mengadakan Pemilu mendadak.

Maduro adalah presiden yang putus asa. Dan menempatkan dirinya di antara batas legalitas dan konstitusionalitas. Dia mengajukan keadaan darurat tanpa berkonsultasi dengan DPR,” kata pemimpin koalisi oposisi dari Democratic Unity Jesus Torrealba, Sabtu (14/5).

Kelompok oposisi mengendalikan DPR dalam Pemilu Desember. Kemenangan oposisi disebabkan ketidakpuasan rakya Venezuela atas perekonomian dan keamanan yang memburuk.

Sebuah survei menyebutkan bahwa 70 persen rakyat Venezuela ingin Maduro mundur tahun ini.
Maduro merespon keinginan rakyat dengan mempertahankan jabatannya hingga berakhir. Dia juga memerintahkan latihan militer pada Sabtu untuk menegaskan kepemimpinannya.

“Rakyat Venezuela, dengan peralatan pertanian di satu tangan dan senjata di tangan lainnya, akan mempertahankan tanah ini dari imperialis dan kelompok kanan internasional,” kata Maduro dalam sebuah kampanye.

Akibat kondisi negara dalam keadaan darurat, menyebabkan wisatawan asing ketakutan bahkan tak ingin mengalami nasib yang tak diinginkan selama berwisata ke negara itu. Mereka pun meninggalkan Venezuela mencari destinasi wisata yang aman dan nyaman.

Destinasi wisata di Venezuela seperti Angel Falls, air terjun tertinggi di dunia dengan ketinggian 979 meter. Juga wisata bahari yang mempesona seperti El Agua Beach dan ChoronĂ­ Beach, taman nasional Chinak-Meru dan CaronĂ­ River, (*/EP)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.