Pengunjung Mal Blok M Square Menikmati Pertunjukan Kolaborasi Asyiiik

0
1374
Pertunjukan Sisingaan pada acara Kolaborasi Asyiiik di Blok M Square Jakarta, Sabtu (6/12/14). Foto evi

JAKARTA, Bisniswisata.co.id: Helai demi helai dengan kesabaran jari jemari lelaki yang mengenakan topi bambu tersebut terlihat tampak tekun menganyam bambu untuk dibentuk menjadi sebuah topi Pramuka.

Rahman warga kota Tangerang yang bergabung dalam Komunitas Perajin Topi Bambu dibawah penggiat komunitas Karel Anderson merupakan salah satu dari peserta yang hadir untuk meramaikan pertunjukan Pentas Kolaborasi Asyiiik 2014 di Lobby Berlian Blok M Square, Jakarta Selatan, Sabtu (6/12).

Sambil menikmati pertunjukan Sisingaan yang dibawakan Komunitas Karuhun Sunda diiringi perpaduan musik terompet toleat dan tabuhan, pengunjung yang berada di sekitar mal tersebut dapat melihat-lihat hasil kreasi komunitas kerajinan lokal.

Pentas Kolaborasi Asyiiik 2014 merupakan pagelaran karya kerajinan dan seni pertunjukan yang disuguhkan oleh berbagai komunitas lokal yang didukung Sampoerna Kretek.

Para komunitas yang ikut meramaikan pertunjukan tersebut, yakni komunitas perajin Sandal Bandol, Komunitas Perajin Pelukis Pelepah Pisang, Komunitas Pematung Baru Mojokerto, dan Komunitas Perajin Topi Bambu.

Komunitas-komunitas yang berpartisipasi dalam Pentas Kolaborasi Asyiiik ini merupakan perwakilan dari banyak komunitas yang ditemui Karel dalam rangkaian acara Gebyar Asyiiik 2014 yang berlangsung sepanjang bulan April hingga September 2014 lalu.

“Topi bambu merupakan produk kerajinan di daerah tempat tinggal kami, yakni di Tangerang. Potensi kerajinan bambu di Tangerang cukup besar,” ujar Rahman.

Rahman (kanan) salah satu komunitas perajin topi bambu yang ikut meramaikan Kolaborasi Asyiiik.(Foto.evi)
Rahman (kanan) salah satu komunitas perajin topi bambu yang ikut meramaikan Kolaborasi Asyiiik.(Foto.evi)

Menurutnya ketrampilan yang dimiliki oleh perajin bambu umumnya diperoleh secara turun temurun yang telah mereka geluti sejak zaman penjajahan. “Kalau saya sendiri merupakan generasi ketiga dari keturunan saya,” ungkapnya.

Selain topi Pramuka, ia juga membuat peralatan rumah tangga, antara lain kap lampu, tenong, tempat/box parcel, tempat telor, dan lain sebagainya.

“Saya bagian pengannyamnya, untuk membuat kerajinan bambu ini ada tahapannya, yakni yang pertama modal, pemasaran/pasar, penganyam, dan terakhir finishing,” jelasnya.

Sehari menurut Rahman, dirinya bisa membuat topi Pramuka sebanyak 10 buah, dengan harga dipasar Rp12.000. “ Topi-topi ini sudah dipasarkan ke Jepang dan China,” ungkapnya. (evi)

LEAVE A REPLY

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.