Home AKOMODASI Penghargaan Homestay Dorong Partisipasi Usaha Masyarakat Kembangkan Pariwisata

Penghargaan Homestay Dorong Partisipasi Usaha Masyarakat Kembangkan Pariwisata

0
1202

SAWAHLUNTO, test.test.bisniswisata.co.id: Upaya untuk memberikan apresiasi atas usaha masyarakat dalam mengembangkan pariwisata nasional  diberikan oleh bidang Pengembangan Potensi Masyarakat, Kementrian Pariwisata bekerjasama dengan Dinas Kebudayaan dan  Pariwisata di  Provinsi  lewat penghargaan kepada pemilik homestay di berbagai provinsi di tanah air, kata Bakri, Ketua Dewan Juri penghargaan itu, hari ini.

“Sejak pekan lalu juri sudah melakukan penilaian langsung ke sejumlah homestay di wilayah Daerah Istimewa Jogyakarta dan JawaTengah. Kini  sedang penjurian di Sumatra Barat. Penilaian yang dilakukan juri berdasarkan usulan dari Dinas Pariwisata dan Budaya masing-masing di destinasi wisata di wilayahnya, kata Bakri, mantan Direktur  Pemberdayaan Masyarakat Kemenpar.

Sesuai kesepakatan di lingkungan Asean, kata Bakri,  kriteria homestay adalah kamar-kamar di rumah peduduk yang disisihkan untuk tamu atau wisatawan baik dalam maupun luar negri. Jumlah kamar yang dialokasikan untuk tamu maksimal lima unit kamar dan pemilik rumah tinggal bersama di rumah tersebut.

Dalam empat tahun terakhir pengembangan homestay di Sumatra Barat khususnya di Sawahlunto menunjukkan kemajuan yang signifikan dan menjadi andalan akomodasi event-event yang ada di Sumatra Barat seperti Tour de Singkarak yang baru lalu dan MTQ se Sumatra Barat mulai awal pekan depan dan event lainnya.

“Masih banyak event yang disiapkan Pemkot Sawahlunto baik nasional dan internasional yang memanfaatkan fasilitas homestay dimana para pengelolanya sudah bergabung dalam Asosiasi Homestay Sawahlunto,” kata Bakri.

Dalam penghargaan homestay tingkat daerah ini pihaknya menghargai upaya Asdep Tata Kelola Destinasi dan Pemberdayaan Masyarakat, Deputi Bidang Pengembangan Destinasi dan Industri Pariwisata Kementerian Pariwisata untuk mengapresiasi usaha masyarakat.

Penghargaan ini sejalan dengan keinginan Asean untuk melakukan identifikasi dan  standarisasi homestay di tingkat Asean sesuai dengan kriteria yang sudah disepakati.  Para pemenang di tingkat provinsi lalu mendapatkan penghargaan dari Menteri Pariwisata serta pembinaan.

Bakri mengingatkan pula bahwa  program PNPM Mandiri Pariwisata di bawah pemerintahan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono  sudah tidak dijalankan lagi. Sementara di pemerintahan Kabinet Kerja Presiden Joko Widodo, desa menerima dana sebesar Rp 1 miliar/ tahun.

Tujuan PNPM Mandiri Pariwisata salah satunya untuk meningkatkan keberdayaan dan kemandirian kelompok masyarakat dalam menanggulangi kemiskinan lewat pariwisata. Selain itu juga membangun kemitraan lintas sektor untuk menunjang pembangunan kepariwisataan di desa wisata.

Kegiatan utama PNPM mandiri Pariwisata yaitu pengembangan kapasitas masyarakat, meningkatkan fasilitas sarana dan prasarana serta fasilitasi usaha kepariwisataan. Sayangnya meski dana desa kini mencapai Rp 1 miliar namun peruntukan untuk pemberdayaan masyarakat dalam pengembangan pariwisata sangat tergantung pada mindset para kepala desa.

“ Kalau pariwisata tidak dianggap penting maka penyaluran dana tidak mencakup ke bidang itu meskipun di desa tersebut ada desa-desa wisata yang dikembangkan masyarakat dan otoritas sebelumnya,” jelas Bakri.

Bakri berharap lewat penghargaan bagi homestay ini partisipasi masyarakat dalam mengelola homestay di desa wisata tetap besar dan bersemangat. Dewan juri lainnya yang melakukan penilaian adalah Doto Yugantoro, praktisi Desa Wisata Pentingsari, Jogyakarta dan senior journalist dan pimpinan test.test.bisniswisata.co.id.

Para pemenang di tingkat Provinsi Sumbar akan menerima penghargaan di Hotel Basko, Padang pada 6 November 2015 disaksikan oleh para stakesholder dari seluruh Sumatra Barat. ( [email protected])

 

 

 

 

 

 

NO COMMENTS

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.