Pengembangan Wisata Danau Toba Kurang Rp11 Triliun

0
417
Selvie di Danau Toba dari Bukit Simarjarunjung (Foto: pariwisatasumut.net)

SILANGIT, Bisniswisata.co.id: Pemerintah Indonesia membutuhkan investasi swasta untuk mengembangkan pariwisata Danau Toba senilai Rp11 triliun dari total kebutuhan mencapai Rp21 triliun. Investor asal China dan Singapura diklaim berminat untuk menggarap fasilitas pendukung di kawasan Pariwisata Danau Toba, Sumatera Utara.

“Sejauh ini ada 40 investor menyatakan minat mengembangkan pariwisata Danau Toba. Dari jumlah itu, terdapat 27 investor asal China dan Singapura. Memang paling serius itu China, mereka ingin membangun resor, kereta gantung dan kereta api mengelilingi Danau Toba,” ungkap Faisal, Direktur Keuangan Umum Badan Pengelola Otoritas (BPO) Kawasan Danau Toba dalam keterangan tertulis, Senin (20/11/2017)

Dilanjutkan, berdasarkan perhitungan BPO Kawasan Pariwisata Danau Toba pada 2016, total investasi untuk mengembangkan Pariwisata Danau Toba Rp21 triliun hingga 2019. Pemerintah melalui beberapa kementerian terkait dan pemerintah daerah diproyeksikan hanya mampu menyediakan dana sebesar Rp10 triliun, sisanya sebesar Rp11 trilun diharapkan dari swasta.

Alokasi dana Rp10 triliun dari pemerintah digunakan untuk pembangunan infrastruktur dasar seperti jalan, revitalisasi pelabuhan penyeberangan, dan lainnya. Swasta diharapkan terlibat untuk menyediakan hotel, restoran, dan kereta gantung, lanjutnya.

Pemerintah secara bertahap telah mengalokasikan anggaran untuk pengembangan pariwisata Danau Toba. Alokasi dana itu tersebar di beberapa kementerian seperti Kementerian PUPR, Kemendesa PDTT, Kemenpar, Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan. Pada 2017, total alokasi anggaran untuk pariwisata Danau Toba sebesar Rp375 miliar dan akan meningkat menjadi Rp1,1 triliun pada 2018.

“Targetnya ialah jumlah kunjungan wisman mencapai 1 juta pada 2019. Tahun depan 500.000 dan posisi sekarang 197.000 wisman. Kami harapkan akhir tahun bisa mencapai 300.000 wisman,” ujar Faisal.

Faisal menuturkan Badan Pengelola Otorita Kawasan Pariwisata Danau Toba mendapatkan lahan seluas 1.800 ha dari di tiga lokasi sekitar Danau Toba. Ketiga lokasi tersebut seluas 600 ha di Sibisa untuk resor, 1.000 ha di Humbang Hasundutan (Humbahas) untuk taman bunga, dan 200 ha di Taput.

Dikatakan, investor yang berminat membangun resor akan dipusatkan di Sibisa dan terbuka juga di lokasi Taman Bunga melalui skema sewa selama 30 tahun dengan opsi perpanjangan hingga 80 tahun. Proses perizinan juga bakal disediakan satu pintu karena Kementerian Pariwisata berambisi menjadikan Kawasan Danau Toba menjadi single destination, single management.

Faisal menambahkan saat ini pemeritah tengah menyelesaikan legalitas lahan dengan menurunkan status lahan dari hutan lindung menjadi hutan yang bisa dimanfaatkan untuk komersial. Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan, jelasnya, sedang mengkaji sebelum legalitas tanah dikeluarkan oleh Badan Pertanahan Nasional.

“Targetnya tahun depan. Badan Otorita belum bisa ngapa-ngapain di lahannya. Taman bunga masih proses, Kementerian Lingkungan Hidup sedang lakukan pemetaan,” tambahnya. (redaksibisniswisata@gmail.com)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.