Pengembangan UKM Harus Hadir Dalam Destinasi Pariwisata

0
739
Membatik di Kampung Budaya Langenastran Yogyakarta

JAKARTA, Bisniswisata.co.id: Menteri Koperasi dan Usaha Kecil Menengah (UKM) AAGN Puspayoga meminta pemerintah daerah di seluruh Indonesia mendukung pengembangan UKM di daerah, terutama yang memiliki potensi destinasi pariwisata. Hal ini agar pelaku UKM memiliki sarana pemasaran bagi produk yang dihasilkannya.

“Apalagi Sulawesi Utara yang memiliki potensi wisata terbesar kedua di Indonesia setelah Bali. Pariwisata tanpa kehadiran UKM juga akan kering,” ujar Puspayoga dalam keterangan tertulis yang diterima redaksi di Jakarta, Selasa (06/06/2017).

Puspayoga melanjutkan, agar destinasi wisata semakin banyak dikunjungi turis, semua pihak harus mampu memelihara kearifan budaya lokal. “Di sini peran UKM sangat diperlukan. Hal itu bisa ditunjukkan dengan kehadiran kuliner khas daerah, handycraft, keindahan alam yang dimiliki masing-masing daerah, dan sebagainya,” ungkapnya.

Puspayoga mengatakan, dukungan dari pemerintah daerah juga penting agar pemasaran UKM di wilayah destinasi wisata. “Salah satunya menyangkut hak cipta produk UKM agar tidak dijiplak orang lain. Pemerintah daerah harus lebih giat menjaga menjaga hak cipta produk UKM dan hak merek bagi pelaku kuliner di daerahnya,” tuturnya.

Deputi Bidang Pengembangan SDM Kemenkop dan UKM Prakoso BS menambahkan, Kemenkop dan UKM terus mengadakan program pelatihan peningkatan kapasitas SDM KUMKM. Salah satunya diselenggarakan di wilayah Sulawesi Utara. “Wilayah ini merupakan tujuan wisata unggulan yang banyak didatangi turis, terlebih wisatawan mancanegara. Pelatihan ini diikuti sekitar 500 orang dan akan difokuskan pada kewirausahaan di wilayah destinasi wisata,” ujarnya.

Menurut dia, bila satu wilayah memiliki destinasi wisata, maka UKM disana akan hidup. Oleh karena itu, pihaknya akan concern pada beberapa hal, yaitu pelatihan kewirausahaan, sosialisasi kewirausahaan, standar kompetensi pelaku usaha (pemandu wisata/guide dan homestay), serta pelatihan perkoperasian.

“Kita melihat bahwa pusat oleh-oleh khas Sulawesi Utara masih kurang. Sedangkan jumlah turis semakin meningkat dengan banyaknya penerbangan langsung ke Manado. Dengan pelatihan ini diharapkan pusat oleh-oleh dan cinderamata khas Sulut akan lebih terkelola dengan baik,” jelas Prakoso.

Prakoso melanjutkan, para peserta pelatihan akan digodok terkait teknik kemasan produk, hingga cara memasarkan produk. Selain itu, para peserta juga dilatih agar bisa mengangkat dan mengembangkan potensi kearifan budaya lokal, di mana Sulawesi Utara memiliki banyak potensi daerah yang bisa dikembangkan.

Sedangkan terkait pelatihan perkoperasian, Prakoso berharap bahwa para individu yang sudah memiliki unit usaha itu segera membentuk atau tergabung dalam sebuah wadah koperasi.

“Banyak manfaat yang bisa didapatkan dari berkoperasi. Di koperasi, mereka bisa belajar macam-macam, diantaranya bagaimana mengelola usaha secara benar, bagaimana cara menciptakan jaringan pemasaran bagi produknya, hingga bagaimana mendapatkan permodalan bagi pengembangan usaha,” paparnya.

Prakoso menambahkan, setelah mendapat pelatihan selama tiga hari, peserta yang bagus bisa mendapatkan akses bantuan permodalan dari Kemenkop UKM lewat program Wirausaha Pemula (WP) dengan maksimal permodalan Rp10 juta melalui pengajuan e-proposal.

Sementara untuk pelaku usaha yang ingin meningkatkan usahanya atau naik kelas, bisa mengakses kredit usaha rakyat (KUR) dan dana bergulir dari LPDB-KUMKM.

“Itulah pentingnya para UKM tergabung dalam sebuah koperasi sehingga semua itu bisa dijalankan melalui koperasi termasuk pengadaan bahan baku. Sehingga nantinya pengembangan kewirausahaan di Sulawesi Utara juga bakal memiliki dampak positif bagi perekonomian pedesaan,” tandasnya. ([email protected])

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.