Home INDEX Penerbangan di Bandara H.A.S. Hanandjoeddin, Belitung Pulih, Calon Penumpang Sambut Dengan Tepuk...

Penerbangan di Bandara H.A.S. Hanandjoeddin, Belitung Pulih, Calon Penumpang Sambut Dengan Tepuk Tangan Meriah

0
1593
Sriwijaya Airlines mendarat di Bandara H.A.S. Hanandjoeddin, Tanjungpandan, Balitung, setelah sehari sebelumnya penerbangan ke destinasi wisata itu lumpuh total. (foto; Hilda Sabri Sulistyo)

TANJUNGPANDAN,test.test.bisniswisata.co.id: Tepukan membahana di dalam ruang tunggu Bandar Udara H.A.S. Hanandjoeddin, Tanjung Pandan terdengar saat pesawat Boing Sriwijaya Airlines dengan nomor penerbangan SJ051 mendarat mulus.Sebagian calon penumpang yang akan menaiki pesawat yang sama ke Jakarta kontan berdiri mendekati kaca jendela yang membatasi landasan dan ruang tunggu. Rasa lega dan optimistis langsung menyergap bagi calon penumpang lain dengan maskapai berbeda.

“Habis saya kemarin seharian menunggu di bandara karena tidak ada penerbangan sama sekali ke Jakarta. Pesawat yang masuk juga tidak ada akibat kabut asap,” kata Ella, calon penumpang asal Tangerang Selatan yang sudah 10 hari menengok ibu mertua di Perumnas Tanjungpandan karena stroke.

Kemarin pagi (29/10) Ella yang menjadi penumpang Citilink keberangkatan jam 7.30 pagi tak mampu membendung rasa gembira bersama anaknya Echa yang baru berumur 9 tahun. Dia optimistis setelah Sriwijaya Airlines yang mendarat pukul 9.30 pagi akan di susul dengan pesawat lainnya.

Benar saja, lewat 15 menit kemudian pesawat Citilink yang diharapkannya mendarat mulus disambut kembali dengan tepuk tangan para calon penumpang. Aktivitas para petugas di pinggir landasan kontan ramai lagi hilir mudik dengan ak turunnya penumpang dari Jakarta, menurunkan koper, membersihkan pesawat, memasukkan koper dan makanan untuk penerbangan berikutnya.

Sehari sebelumnya pada Rabu, 28 Oktober 2015 Bandara H.A.S. Hanandjoeddin lumpuh total dari aktivitas penerbangan akibat kabut asap yang menghambat jarak pandang hanya berkisar 500-800 meter ke depan sedangkan jarak pandang aman minimal 2 km.

Calon penumpang Sriwijaya untuk keberangkatan jam 7.50 pagi yang sejak jam 6 pagi sudah berada di bandara dan menunggu keberangkatan hanya bisa pasrah sampai akhirnya sekitar pukul 4 sore diputuskan seluruh penerbangan ke Belitung dihentikan karena faktor asap tadi. Penantian selama 11 jam dan kembali ke hotel membuat pengeluaran membengkak tentunya.

Sebanyak sembilan penerbangan dari Bandara HAS Hanandjoe menuju Pangkal Pinang dan Jakarta tertunda karena kabut asap .Begitu juga sebaliknya akibat kabut asap kiriman dari Sumsel sendiri dan Kalimantan membuat jarak pandang tidak memungkinkan untuk pendaratan dan take off.

Akibat  pembatalan itu sedikitnya 45 peserta Workshop Incenive Travel yang diselenggarakan Kementrian Pariwisata dan datang dari berbagai daerah tidak dapat kembali  ke kota asalnya masing-masing sehingga panitia mengembalikan seluruh peserta untuk menginap lagi di Grand Hatika Hotel di Tanjungpandan

“Tidak ada pesawat yang berani landing dan take off mengingat jarak pandang yang hanya 800 meter. Penerbangan setidaknya perlu 1,3 kilometer jarak pandang,” kata Januar Suryadi dari direktorat jenderal perhubungan udara di Bandara Hanandjoe.

Dia menambahkan terdapat lima maskapai tidak bisa mengakses bandara yakni Garuda Indonesia, Sriwijaya Air, Lion Air, Citilink, dan Wings. “Ada dua faktor yang bisa memengaruhi asap bisa tipis dan memungkinkan penerbangan yakni angin dan hujan. Hari ini dua-duanya tidak ada,” kata Januar.

Terdapat ribuan penumpukan calon penumpang di berbagai tempat yang tersebar di bandara ini. “Seluruh penerbangan dibatalkan hari ini dan seluruh penumpang mempunyai pilihan untuk dijadwalkan ulang ataupun refund,” kata Yuli, petugas tiketing Sriwijaya Air.

Untuk proses refund, penumpang diminta untuk mendatangi konter penerbangan dan menyerahkan nomor rekening. Proses pembayaran akan dilakukan dengan cara transfer yang paling cepat akan dilakukan dua pekan atau maksimal satu bulan.

Herry, penumpang asal Jakarta yang overstay satu hari di Tanjungpandan setelah melakukan bisnis merasa lega akhirnya bisa kembali pulang setelah tertunda. Dia mengatakan bahwa Sriwijaya aktif menginformasikan penerbangan untuk hari Kamis melalui telpon karena penumpang yang tertunda berangkat mendapat prioritas untuk diberangkatkan dengan penerbangan pertama.

“Memang pesawat harusnya take off jam 7.50 pagi tapi jam segitu belum ada yang masuk. Terus terang saya harap-harap cemas dan terus melihat sinar matahari hingga akhirnya jam 9.30 WIB pesawat Sriwijaya Air yang pertama landing dan mendapat sambutan meriah,” tuturnya. ( [email protected]).

 

 

NO COMMENTS

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.