Penerbangan Bandara Soetta bakal Dipangkas

0
574

JAKARTA, test.test.bisniswisata.co.id: PEMERINTAH berencana memangkas jadwal penerbangan di Bandara Soekarno-Hatta. Pengurangan pergerakan pesawat dari 72 penerbangan per jam menjadi 60 penerbangan per jam itu diharapkan tidak mengganggu perjalanan penumpang.

Wacana pemangkasan pergerakan pesawat itu dilontarkan Kepala Seksi Pelayanan Lalu Lintas Penerbangan Kemenhub Ferdinan Nurdin. Salah satu alasannya petugas air traffic controller (ATC) yang telah mengalami ketegangan (stres) akibat beban kerja menangani 72 pergerakan pesawat per jam.

Wakil Ketua Komisi V DPR RI Muhidin Said mengatakan salah satu opsi yang bisa dilakukan ialah dengan mengalihkan home base maskapai ke bandara besar lain di luar Bandara Soekarno-Hatta sehingga tidak terlalu padat pada jam-jam tertentu.

“Atau bisa juga diubah jenis pesawatnya jadi lebih besar sehingga bisa mengangkut lebih banyak penumpang sekali terbang,” ujarnya saat dihubungi di Jakarta, kemarin Muhidin setuju perlu ada pembenahan dalam manajemen penerbangan di Bandara Soekarno-Hatta karena sudah terlalu padat.

Kepadatan jadwal penerbangan, menurutnya, belum lagi semakin terbatasnya sarana infrastruktur, sering membuat penerbangan tidak sesuai jadwal (delay). Tentu saja, penumpang sebagai konsumen maskapai menjadi pihak yang paling dirugikan.

Dilanjutkan, perlu ada perbaikan fasilitas di Bandara Soekarno-Hatta, apalagi bandara yang dibangun sejak 1985 itu sangat mampu untuk dilandasi pesawat besar. “Tapi kita masih belum ada pembicaraan dengan Komisi V terkait hal tersebut,” tandasnya.

Anggota Komisi V dari Fraksi PDIP Nusyirwan Soejono pun sepakat atas pengurangan pergerakan pesawat di Bandara Soekarno-Hatta. “Di samping itu, perlu ada kebijakan distribusi waktu yang seimbang, tidak tertumpuk di waktu penerbangan tertentu,” ujarnya.

Terkait dengan infrastruktur bandara, BUMN operator Soekarno-Hatta, PT Angkasa Pura II (persero) telah sejak lama merencanakan pengembangan bandara internasional tersebut.

Bahkan, perseroan menargetkan adanya penambahan kapasitas pergerakan pesawat dari 72 pergerakan per jam menjadi 86 pergerakan per jam dengan membangun east cross taxiway di Soekarno-Hatta, atau jalur penghubung dua landas pacu di sisi timur. “Kami targetkan rampung pada 2017,” ujar Head of Corporate Secretary of AP II Agus Haryadi saat dihubungi.

Selain itu, dia mengatakan nantinya jalur itu akan mampu dilewati pesawat berbadan lebar sehingga tentunya akan memungkinkan maskapai untuk mengangkut lebih banyak penumpang dalam setiap penerbangan.

Untuk mengembangkan Bandara Internasional Soekarno-Hatta, mulai meningkatkan kapasitas penumpang hingga membangun interkoneksi antarterminal, AP II menggelontorkan dana hingga Rp13 triliun. (*/ndy)

LEAVE A REPLY

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.