Pencak Silat Dipromosikan Jadi Warisan Tak Benda UNESCO

0
694
Pencak silat

BANDUNG, bisniswisata.co.id: Pemerintah Kota (Pemkot) Bandung mempromosikan pencak silat sebagai warisan tak benda oleh United Nations Educational, Scientific and Cultural Organization (UNESCO).

Duta Besar i Duta Besar/Deputi Wakil Tetap Republik Indonesia di UNESCO, Fauzi Soelaiman mengatakan sebagai tahap awal pihaknya bersama Kota Bandung berencana mengadakan pertunjukan pada Mei 2017 mendatang dan menominasikan pencak silat untuk tahun 2019.

“Kunjungam ini dalam rangka menjelaskan program yang di lakukan di Unesco, untuk menominasikan pencaksilat sebagai warisan tidak benda, Insya Allah akan dimasukkan di tahun 2018, untuk nominasi 2019,” katanya di Bandung, seperti dilansir laman wartaekonomi.com, Sabtu (4/2/2017)

Fauzy menjelaskan Sejauh ini pihaknya telah mendapatkan dukungan dari Ridwan Kamil, yang dalam beberapa bulan ke depan atau pada Mei 2017, beriringan dengan pertunjukan yang akan dilaksanakan di Kantor UNESCO di Paris, direncanakan akan turut serta memberikan satu set angklung.

“Kami berharap juga dapat memberikan satu set angklung, apakah itu berupa satu set angklung biasa, atau angklung robot (klungbot),” katanya.

Wali Kota Bandung, Ridwan Kamil mengatakan agar pencak silat ini bisa ditetapkan sebagai warisan budaya tak benda oleh UNESCO, pemerintah harus proaktif untuk mempromosikannya. Upaya menyelenggarakan pentas pencak silat tersebut adalah salah satu cara agar para juri bisa tertarik untuk memasukkan pencak silat ke dalam daftar tersebut.

“Kita dukung kalau memang Bandung oleh komunitas pencak silat dipercaya untuk mengirimkan dan mewakili dipromasi ini. Dengan senang hati kita akan dukung. Salah satunya kita akan mengirimkan pencaknya,”katanya.

Menurutnya, ada hal lain yang bisa ditampilkan Indonesia terkait pencak silat selain aspek bela dirinya. Ada pula unsur-unsur seni, musik, dan busana yang bisa menjadi nilai tambah.

“Kalau hanya bela dirinya saja saingannya banyak. Tapi ini kan pencak silat, bela diri yang ada ngibing (menari), berarti melestarikan musik tradisi. Ada banjunya bisa didekor-dekor berarti melestarikan busana tradisional,”pungkasnya. (*/WEO)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.