Pemuda dari 11 Negara Ikuti ASEAN-Japan Youth Forum di Bengkulu

0
1205

JAKARTA, BISNISWISATA.CO.ID: Sebanyak 100 pemuda berprestasi berusia 18-25 tahun dari negara ASEAN dan Jepang, akan saling berbagi pengalaman, pikiran, serta pemahaman bagaimana membangun dan memanfaatkan kerja sama antara ASEAN – Jepang yang terjalin selama ini. Kegiatan bertajuk The ASEAN-Japan Youth Forum (AJYF) mengangkat tema “The Role of Youth on Strengthening ASEAN-Japan Partnership toward ASEAN Community 2015”, dilaksanakan pada 4-7 Maret 2015 di Bengkulu.

AJYF 2015 diorganisir oleh Indonesia Student & Youth Forum (ISYF) berkolaborasi bersama Pemerintah Provinsi Bengkulu, Kementerian Luar Negeri Indonesia, Sekretariat ASEAN, Japan Foundation, Kedutaan Besar Jepang dan ASIA Center.

Kegiatan pertama kali diadakan oleh antarorganisasi kepemudaan ASEAN dan Jepang, bertujuan untuk memperkuat orientasi ke depan kerja sama pemuda dari negara-negara ASEAN dan Jepang dalam menghadapi Masyarakat ASEAN serta mensosialisasikan pemahaman mengenai Masyarakat ASEAN 2015, papar A Fajar Kurniawan, Founder ISYF di Jakarta, Rabu (25/2/2015).

Dilanjutkan, hubungan kemitraan (partnership) antara negara ASEAN dan Jepang dipandang terlalu terpusat pada level elite dan kurang akan sosialisasi pada akar rumputnya, terutama kurangnya jumlah pemuda yang ikut berpartisipasi dalam setiap partnership. Sedangkan pemuda merupakan kelompok strategis yang mampu menjadi katalisator dalam pembangunan yang berkelanjutan.

Peningkatan partisipasi pemuda untuk menjaga keberlanjutan kerja sama ASEAN-Jepang menjadi penting mengingat jumlah pemuda yang tidak sedikit, serta tidak dapat dipungkiri bahwa para pemuda akan menjadi pemimpin di masa depan, tambahnya

Merujuk kepada data United Nation Youth World Report 2011, populasi pemuda berusia 15-24 tahun di kawasan Asia mencapai 754 juta orang dan 60% dari 633 juta penduduk ASEAN berusia di bawah 30 tahun. Sementara itu, populasi pemuda Indonesia dengan usia 16-30 tahun sebesar 30% atau kurang lebih 66 juta dari total penduduk Indonesia.

Dikatakan, sebagai penyelenggara acara, sudah saatnya pemuda diberikan kesempatan untuk ambil bagian dalam menjalin hubungan kemitraan antarnegara ASEAN-Japan. “Pemuda pada dasarnya adalah organ inti dari sebuah negara, di mana pemuda itu kuat maka kuatlah pula sebuah negara begitu pula sebaliknya. Karena itu, sudah saatnya para pemuda bisa berkontribusi lebih nyata terhadap perkembangan peradaban saat ini,” sambung Fajar.

Kegiatan ini sebagai upaya mendorong terjalinnya people-to-people contact, dan berorientasi pada People Centered khususnya di kalangan pemuda, sebagaimana diamanatkan oleh ASEAN Socio-Cultural Community (ASCC) Blue Print, tambahnya.

Wakil Gubernur Provinsi Bengkulu, Sultan Bachtiar Najamudin mendukung kegiatan yang melibatkan peran serta pemuda dari berbagai negara ASEAN –Jepang. “Bengkulu siap menjadi tuan rumah pelaksanaan kegiatan AJYF 2015. Kami berharap kegiatan AJYF 2015 dapat meningkatan kepercayaan diri pemuda, wawasan, dan kemampuan yang akan terus tumbuh seiring dengan pengalaman dan waktu yang berjalan,” paparnya.

Selain itu, lanjut dia, perlunya keterlibatan dan peran aktif masyarakat, lembaga pendidikan, komunitas, dan pemuda menjadi kunci penting bagi terwujudnya komunitas ASEAN 2015.

Direktur Kerja Sama Fungsional ASEAN Kementerian Luar Negeri, J.S. George Lantu menyambut baik prakarsa pemuda dalam kerja sama ASEAN. Mustahil kerja sama ASEAN dapat langgeng tanpa dukungan dari kalangan pemuda.

“Jalinan komunikasi dan pertemanan yang terbina di masa muda akan menjadi tali yang mempererat ikatan hubungan antar-pemimpin di masa depan. Kementerian Luar Negeri menaruh perhatian khusus terhadap upaya-upaya menumbuhkan rasa kepemilikan masyarakat khususnya pemuda pada isu kerja sama ASEAN dan menyambut baik prakarsa ISYF menyelenggarakan AJYF.” lontarnya.

Wakil Direktur Japan Foundation Jakarta, Goto Araki Ai menambahkan, pihak pemerintah Jepang sangat mendukung terhadap forum ini sebagai wujud kerjasama strategis Jepang dan negara-negara ASEAN. “Forum ini harus betul-betul dimaksimalkan oleh pemuda sebagai kesempatan untuk membangun kemitraan diantara mereka dalam berbagai bidang.”

Chita Arifa Hazna asal Jakarta yang lolos ajang AJYF 2015 bangga bisa lolos dan mendapatkan kesempatan mengikuti AJYF. “Essai yang saya susun tentang kesiapan Indonesia menghadapi ASEAN Community 2015, menyoroti pentingnya peran pemuda Indonesia terlibat lebih jauh dalam ASEAN Community 2015 ini,” ujarnya.

Peserta yang turut serta dalam AJYF 2015 harus melalui beberapa tahap seleksi yang dilakukan selama 1 bulan. Terdapat 1186 orang yang mendaftar dari berbagai negara ASEAN –Japan. Pendaftaran dilakukan selama 2 bulan melalui sistem online. Peserta harus memenuhi kualifikasi antara lain kualifikasi uisa dari 17-25 tahun, kemampuan dalam berbahasa Inggris dengan kemampuan komunikasi yang kuat, membuat essai mengenai kerja sama ASEAN dan Jepang serta dapat bekerja sama dalam tim dengan latar belakang budaya yang bervariasi.

Jumlah peserta yang lolos seleksi sebanyak 100 orang dari negara (Brunei Darussalam, Kamboja, Indonesia, Laos, Malaysia, Jepang, Myanmar, Filipina, Singapura, Thailand, dan, Vietnam). Seluruh peserta akan tiba di Bengkulu pada 4 Maret 2015 dan akan mengikuti serangkaian kegiatan seperti forum sharing, presentasi pemuda pada masing-masing negara, diskusi fokus kelompok, diskusi kerja kelompok, serta adanya field trip ke sekitar daerah Bengkulu pada hari terakhir dari acara ini. (endy)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.