Kembangkan Destinasi Wisata, Pemkab Garut Bangun Jalan

0
1198
Air Terjun Rancabuaya, Garut. (foto: Arief Rahman Media)

GARUT, test.test.bisniswisata.co.id: Pemerintah Kabupaten Garut pada RAPBD 2016 nanti akan mengalokasikan dana sebesar Rp 450 miliar untuk prioritas pembangunan infrastruktur jalan yang menghubungkan ke tempat-tempat wisata di daerah Garut Selatan.

Kepala Dinas Pariwisata Kabupaten Garut, Mlenik Maumeriadi mengatakan bahwa ada sekitar 25 kilometer jalan menuju tempat-tempat wisata daerah Garut Selatan yang rusak berat dan sempit. Sehingga akses jalan-jalan menuju obyek wisata pantai daerah ini sebagian besar sulit dilalui kendaraan.

“Untuk membuka akses jalan-jalan menuju obyek wisata itu, Pemkab Garut dalam RAPBD 2016 telah memprioritaskan pembangunan infrastruktur jalan dengan memperbaiki jalan yang rusak dan memperlebar ruas jalan,” ujarnya.

Dari RAPBD 2016 itu, lanjut dia, sebesar 70 persen dana pembangunan infrastruktur jalan akan dialokasikan untuk prioritas pembangunan jalan di daerah Garut Selatan. Sedangkan 30 persennya dialokasikan untuk pembangunan jalan di daerah Garut Utara.

“Kenapa Pemkab Garut lebih besar mengalokasikan dana pembangunan infrastruktur di daerah Garut Selatan? Karena ingin sejumlah obyek wisata pantai di daerah ini bisa berkembang menjadi destinasi wisata yang dapat menarik banyak kunjungan wisatawan asing maupun domestik,” kata Kadispar Kab. Garut ini.

Selama ini, menurut Mlenik, sejumlah obyek wisata di daerah Garut Selatan tidak bisa berkembang karena terhambat akses jalannya yang rusak dan ruas jalan yang sempit. Padahal di daerah ini terdapat tujuh pantai yang dinilai berpotensi menjadi destinasi wisata yang sangat menarik.

Daerah Garut Selatan, kata dia, memiliki sejumlah obyek wisata pantai yang menarik. Ada Pantai Rancabuaya, Pantai Santolo, Pantai Sayang Heulang, Pantai Karang Paranje, Pantai Cicalobak, Pantai Manalusu, dan Pantai Cijayana, yang semua itu tak kalah indahnya dari pantai kuta Bali.

, Mlenik Maumeriadi, Kadispar Kabupaten Garut
, Mlenik Maumeriadi, Kadispar Kabupaten Garut

Mlenik menggambarkan indahnya Pantai Rancabuaya yang menghadap ke laut Samudera Hindia itu memiliki pantai yang berpasir putih. Di sepanjang bibir pantai, ada banyak tebing dan batu karang besar. “Deburan ombaknya yang besar menghantam dinding-dinding tebing itu. Justru menariknya, di atas tebing itu terdapat air terjun. Ini menjadi pemandangan yang sangat menarik bagi wisatawan pecinta alam,” paparnya.

Areal pantai yang banyak ditumbuhi rumput laut dan pohon kelapa ini, lanjut dia, luasnya mencapai 1.525 hektar. Lokasinya berada di dataran tinggi, sehingga tempat wisata alam Pantai Rancabuaya ini sering dipakai untuk kegiatan hiking atau tracking.

Setiap tahun di pantai ini diadakan kegiatan prosesi hajat laut, yang dikenal dengan sebutan melarung sesajen ke tengah laut. Maksud dari prosesi hajat laut ini agar para nelayan yang menangkap ikan di Pantai Rancabuaya memperoleh hasil tangkapan yang melimpah. Acara hajat laut ini dihadiri puluhan ribu pengunjung dari daerah Garut, Tasikmalaya, Bandung, Jakarta dan Tangerang.

Jika melihat daya tarik wisata alamnya itu, kata Mlenik, Pantai Rancabuaya berpotensi bisa dikembangkan menjadi destinasi pariwisata Kabupaten Garut. Cuma, selama ini belum dikelola dengan baik, karena sarana dan fasilitasnya yang belum mendukung. Seperti akses ke Pantai Rancabuaya, jalannya kecil dan rusak.

“Kalau ada mobil berpapasan saat melintas di jalan ini, terpaksa harus bergantian. Karena ruas jalannya hanya bisa dilalui satu mobil saja. Apalagi kendaraan besar seperti bus pariwisata, belum bisa masuk ke jalan menuju obyek wisata pantai ini,” ujarnya.

Dia menjelaskan dari kota Garut menuju obyek wisata daerah Garut Selatan ini berjarak sejauh 105 kilometer. Dari jalan akses menuju tempat wisata pantai Garut Selatan itu ada sepanjang 25 kilometer jalan yang rusak berat dan sempit. “Sulitnya akses jalan menuju obyek wisata pantai ini, membuat banyak wisatawan yang enggan datang,” selorohnya.

Mlenik mengatakan ada sejumlah investor yang menyatakan tertarik ingin membangun hotel dan sarana rekreasi bahari di daerah Garut Selatan. “Namun, mereka meminta kepada Pemkab Garut untuk memperlebar ruas jalan menuju tempat wisata, supaya banyak wisatawan yang mau berkunjung,” ucapnya.

Permintaan sejumlah investor itu disambut baik Pemkab Garut. Sehingga tumbuhnya sektor pariwisata di wilayah Garut dapat meningkatkan pendapatan masyarakat desa di sekitar kawasan wisata.

“Berkembangnya kawasan wisata pantai di daerah Garut Selatan ini diharapkan mampu mendorong perekonomian masyarakat desa setempat. Sehingga dapat mengentaskan kemiskinan di wilayah Garut,” paparnya.

Selain itu, tegas dia, prioritas pembangunan infrastruktur jalan ini guna memenuhi keinginan masyarakat Garut untuk mengembangkan sektor pariwisata sebagai destinasi wisata yang dapat meningkatkan kegiatan perekonomian masyarakat desa sekitar lokasi obyek wisata. (ariefrmedia@yahoo.com)

 

 

LEAVE A REPLY

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.