Pemerintah Gandeng World Bank Kembangkan Pariwisata Toraja

0
695
Wisata Tana Toraja ditawarkan investor (Foto: Daunbuah.com)

JAKARTA, bisniswisata.co.id: Pemerintah bakal menggandeng Bank Dunia atau World Bank untuk mencari solusi dari sisi pembiayaan dalam mengembangkan pariwisata di Kabupaten Tana Toraja, Sulawesi Selatan.

“Tadi saya sudah lapor Bapak Wapres, sore ini saya akan panggil World Bank dan bupati supaya duduk bersama dan dibentuk pelayanan yang terpadu. Jadi kerjanya tambal sulam menurut istilah Pak Wapres,” kata Menteri Koordinator Maritim Luhut Panjaitan setelah menghadiri rapat terbatas dengan Wakil Presiden Jusuf Kalla di Kantor Wapres, Jakarta, Senin (30/1).

Menurut Luhut, pemerintah akan bekerja sama dengan Bank Dunia untuk menyediakan pelatihan peningkatan kapasitas sumber daya manusia bagi pelaku pariwisata di Sulawesi Selatan, khususnya Tana Toraja, karena daerah tersebut merupakan salah satu fokus destinasi baru 2017.

“Bapak Wapres maunya tahun ini (2017) sudah mulai kelihatan itu kan. Karena jumlah turis juga meningkat dua kali lipat. Dengan keadan yang jelek saat ini pun jumlah turis meningkat

dua kali lipat. Jadi memang satu apanya investasi yang paling murah untuk menciptakan lapangan kerja dengan revenue yang bagus dan baik adalah pariwisata,” ungkapnya.

Bupati Toraja Utara, Kalatiku Paembonan menjelaskan Tana Toraja menjadi salah satu dari 10 destinasi prioritas pariwisata di Indonesia yang tengah digenjot pemerintah untuk dikembangkan. Untuk itu, pemerintah pusat akan turut berperan dalam pembangunan infrastrukturnya.

Khusus untuk pembangunan pariwisata di Tana Toraja, pemerintah kabupaten (Pemkab) Tana Toraja dan Toraja Utara menyiapkan anggaran sebesar Rp 200 miliar. Hanya saja, ungkap Kalatiku, anggaran diperuntukkan bagi penyiapan masyarakat untuk pengembangan pariwisata di dua daerah di Sulawesi Selatan. Salah satunya, anggaran untuk memberikan pelatihan kepada masyarakat sekitar.

“Kalau anggaran yang dihimpun dari dua kabupaten, yakni Toraja Utara dan Tana Toraja bisa sampai Rp 200 miliar. Ini dilakukan untuk penyiapan masyarakat. Sementara itu, bandara, jalan-jalan negara itu dibangun pusat, dengan APBN (Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara),” ungkap Kalatiku sebelum meninggalkan kantor Wapres.

Ditambahkan, untuk pembangunan sarana pendukung pariwisata lainnya, seperti hotel dan lapangan golf menunggu masuknya investasi dalam negeri ataupun asing. “(Investasi-Red) Ada dari Eropa, dari Amerika. Ada juga mau bikin lapangan golf. Tapi mereka baru lihat dulu. Terutama, Kanada dan Tiongkok. Lapangan golf dan hotel bertaraf internasional, inginnya dibikin di atas gunung. Di gunung kita bisa dibikin 18 hole. Jadi dari gunung itu pun kita bisa liat laut, diatas ketinggian 2000 meter dari permukaan laut,” ungkapnya.

Bupati menambahkan Pemkab Toraja Utara berkomitmen meningkatkan sektor pariwisata karena dinilai memiliki potensi besar dalam meningkatkan pendapatan masyarakat. “Kita siapkan rumah adat untuk dibersihkan dan ditata, serta disiapkan juga toilet dengan air bersih,” lontarnya.

Kalatiku menjelaskan, saat ini di Kabupaten Toraja Utara memiliki 121 penginapan termasuk hotel berbintang dengan jumlah 1.022 kamar. Kalatiku optimistis, apabila pariwisata Toraja dibangun dan fasilitas infrastrukturnya diperbaiki dengan sangat baik maka dapat meningkatkan jumlah kamar hotel menjadi dua kali lipat.

Sepanjang tahun 2016, tercatat 182.000 wisatawan asing berkunjung ke Tana Toraja. Jumlah ini mengalami grafik kenaikan dua kali lipat dibandingkan periode yang sama pada 2015, yakni 90 ribu wisatawan mancanegara.

Selain Menko Maritim Luhut Panjaitan, hadir dalam ratas pengembangan pariwisata Tana Toraja, yakni Menteri Pariwisata Arief Yahya, Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi, Menteri Pekerjaan Umum Basuki Hadi Muljono, Sekretaris Daerah Sulsel Abdul Latief, Bupati Tana Toraja Nicodemus Biringkanae, dan Bupati Toraja Utara Kalatiku Paembonan. (endy)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.