Home INDEX Pembangunan Salak Tower Hotel Ditolak Warga & Dilaporkan KPK

Pembangunan Salak Tower Hotel Ditolak Warga & Dilaporkan KPK

0
4252
Pembangunan Salak Tower Hotel Bogor (Foto :Metropolitan.id)

BOGOR, test.test.bisniswisata.co.id: Warga RT 5/4 Kelurahan Babakan, Kecamatan Bogor Tengah, Kota Bogor mengeluhkan, memprotes keras sekaligus menolak pembangunan Salak Tower Hotel di Jalan Salak Bogor Tengah. Dari 15 rumah di sekitar pembangunan hotel, 10 rumah menolak pembangunan hotel. Bahkan warga melaporkan masalah ini ke Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) karena diduga ada unsur suap ngurus perijinan.

“Kami sepakat agar pembangunan hotel yang saat ini hampir selesai dihentikan,” papar Argon Bastari, salah satu warga Babakan dalam keterangan resmi di Bogor, Sabtu (23/05/2015).

Dijelaskan, sudah satu tahun pembangunan hotel berjalan, namun pihak hotel maupun Pemerintah Kota Bogor tidak pernah meminta persetujuan, ijin apalagi mengajak warga sekitar hotel untuk berunding.

“Saya maupun warga meragukan, izin pendirian hotel ini pasti legal. Mengingat salah satu persyaratan mendirikan bangunan adalah meminta izin/tanda tangan warga sekitar. Selama ini, kami tidak pernah dimintai izin/tanda tangan baik oleh kelurahan maupun pengembang,” kata Argon.

Diakuinya, selama ini protes dilakukan oleh seluruh warga. Namun kini, keluhan warga dilakukan secara perorangan, baik kepada kelurahan, wali kota, atau pihak pengembang dan baru saat ini, para warga membuat petisi lalu meminta wali kota untuk menghentikan pembangunan. “Saat bertemu perwakilan Pemkot Bogor, kami hanya dijanjikan segera ditinjau ulang. Ternyata hingga saat ini pengerjaan terus dilakukan, malah hotel hampir rampung,” paparnya prihatin.

Rencananya, hotel tersebut akan dibangun 20 lantai atau mencapai ketinggian sekiar 80 meter. Keberatan warga juga disebabkan batas bangunan hotel dengan rumah warga kurang dari tiga meter. “Batas tembok rumah dengan bangunan hotel malah 1,5 meter. Jadi tepat di depan rumah kami, tembok hotel,” keluhnya.

Menurut keterangan warga lainnya, rencananya ada warga yang bakal melaporkan ke Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) di Jakarta, karena diduga kuat ada kongkalikong, penyuapan antara pengembang hotel dengan pejabat Pemkot Bogor agar meloloskan ijin pembangunan hotel bintang empat ini.

Dalam setahun terakhir, Pemkot Bogor membekukan pembangunan Hotel Whiz di Jalan Panjajaran, dan Apartemen Botnical Residen di Tegallega, Bogor Tengah. Pemkot Bogor juga masih belum memberikan kepastian terkait pembangunan Park and Ride Terminal Baranangsiang. Semua pembangunan tempat-tempat tersebut masih terkendala perizinan terkait ketinggian hotel dan amdal lalu lintas. ([email protected])

NO COMMENTS

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.