Pembangunan Bandara Kertajati Mundur Setahun

0
1814
Maket Bandara Kertajati Majalengka

JAKARTA, test.test.bisniswisata.co.id: Pembangunan Bandara Kertajati Majalengka diprediksi rampung pada 2018, atau mundur setahun dari target, menyusul adanya proses pengalihan aset dari Pemprov Jawa Barat kepada pemerintah pusat. Saat ini peraturan presiden terkait Bandara Kertajati atau Bandara Internasional Jawa Barat (BIJB) masih terus digodok.

“Nah, peraturan presiden itu belum bisa cepat rampung karena ada beberapa hal yang harus dipertimbangkan antara lain proses serah terima aset yang memerlukan waktu sedikitnya satu tahun,” papar Direktur Transportasi Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas) Bambang Prihartono di Jakarta, Kamis (09/06).

Bambang menuturkan lamanya proses pengalihan aset lahan yang memakan waktu sekitar satu tahun itu disebabkan perlu adanya audit yang menyeluruh terlebih dahulu. Menurutnya, audit dilakukan guna menjaga objektivitas. Kendati demikian, dia menegaskan bahwa pengerjaan bandara masih akan terus berlanjut, baik dari sisi udara maupun sisi darat, meski peraturan presiden mengenai pengalihan aset belum rampung.

Seperti diketahui, pembangunan sisi udara saat ini dikerjakan oleh Kementerian Perhubungan. Sementara untuk sisi darat, pembangunan masih dilakukan PT BIJB, selaku BUMD milik Pemprov Jawa Barat.

Sebelumnya, Menteri Perhubungan Ignasius Jonan menjelaskan Kemenhub pada tahun ini akan terus mengerjakan pembangunan sisi udara. Menurutnya, pembangunan Kertajati diproyeksikan selesai pada akhir 2017. “Kalau Kertajati, saya katakan kami akan selesaikan sisi udaranya. Sebisa mungkin sisi udara siap, navigasi menyusul juga, ditambah pembangunan terminal. Kalau Pak Gubernur setuju akan kami kerjakan,” ujarnya.

Jonan mengungkapkan Kertajati pada tahap pertama akan memiliki kapasitas hingga 8-10 juta orang/tahun. Namun, apabila sudah beroperasi secara penuh, bandara tersebut mampu menampung hingga 20 juta orang. Kemenhub juga akan membangun landasan pacu atau runway sepanjang 3.000×60 meter. Mantan Dirut PT KAI itu mengklaim bahwa landasan pacu Kertajati tergolong paling besar ketimbang bandara-bandara lainnya di Indonesia.

Untuk mendukung rencana tersebut, Kemenhub mengalokasikan anggaran sebesar Rp250 miliar dari APBN 2016. Adapun, total kebutuhan dana untuk pembangunan Kertajati tahap pertama mencapai Rp1,1 triliun. Kemenhub sudah mengalokasikan anggaran pembangunan sisi udara Kertajati sebesar Rp375 miliar sepanjang 2013-2015. Adapun, progres pembangunan sisi udara pada awal 2016 sudah mencapai 35 %. (*/BIO)

LEAVE A REPLY

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.