Pemangkasan Anggaran, Okupansi Hotel Tertahan

0
430

JAKARTA, bisniswisata.co.id: Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) memproyeksi rerata tingkat hunian atau okupansi industri perhotelan hingga akhir tahun masih akan tertahan pada angka 65% – 70%. Hal ini terutama diakibatkan karena pemangkasan anggaran oleh pemerintah.

“Pertumbuhan jumlah pasokan kamar yang hampir terjadi di setiap daerah juga turut memengaruhi kinerja okupansi tersebut.Resepsionis hotel sedang melayani calon konsumen,” papar Ketua Umum PHRI Hariyadi B. Sukamdani seperti dilansir laman bisnis.com, Senin (21/11/2016).

Namun, Hariyadi optimis 2017 kondisi dapat tumbuh seiring dengan pertumbuhan ekonomi secara nasional. Tak hanya itu, program pemerintah dengan memprioritaskan 10 destinasi wisata khusus akan membuka peluang baru bagi industri perhotelan.

Program tersebut menyasar Danau Toba, Tanjung Kelayang, Tanjung Lesung, Kepulauan Seribu, Borobudur, Bromo-Tengger-Semeru, Mandalika, Labuan Bajo, Wakatobi, dan Morotai. “Pastinya ada perbaikan infrastruktur seperti jalan atau bandara untuk kesepuluh daerah unggulan ini, tentu akan memberikan dampak yang bagus dan positif,” katanya.

Hariyadi pun menegaskan kembali agar para pelaku industri ini menyikapi persoalan okupansi dengan bijak. Apalagi, sejumlah wilayah seperti Bali dan Solo sudah mulai menunjukkan tingkat jenuh menerima pasokan kamar perhotelan.

Saat ini, jumlah hotel berbintang di seluruh Indonesia menurut data PHRI mencapai 270.500 unit, jika pengembang tidak menunda perencanaan pembangunan kembali makan diperkirakan bertambah 58.000 unit tahun ini. Bila ditambah hotel non-bintang, total hotel bisa mencapai 550.000 unit. (*/BIO)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.