Pemandu Wisata Berbahasa Mandarin di Yogya Terbatas

0
1086
Turis China di Candi Borobudur (foto: tempo.co)

YOGYAKARTA, test.test.bisniswisata.co.id: Pasca Pemerintah DIY menandatangani kerja sama persahabatan dengan Pemerintah Kota Shanghai, pada 6 Agustus 2014, jumlah kunjungan wisatawan asal Tiongkok mulai berdatangan. Sayangnya. jumlah pemandu wisata yang bisa berbahasa Mandarin di Kota Budaya ini, masing sangat terbatas

“Kami memang kekurangan. Baru ada tujuh orang (pemandu wisata berbahasa Mandarin),” kata Ketua Bidang Pendidikan Himpunan Pramusiwata Indonesia (HPI) DIY Parwono seperti dilansir laman Tempo.co di Yogyakarta, Senin (19/10/2015).

Bahkan hasil sertifikasi pemandu wisata baru pada 2015, dari 25 orang peserta hanya satu orang yang mempunyai kemampuan berbahasa Mandarin. Mayoritas pemandu wisata di DIY berbahasa Inggris dan Perancis. “Peminatnya sedikit. Karena memang bahasanya sulit,” kata Parwono.

Sejauh ini, DIY mengandalkan wisatawan asal Cina yang berkunjung ke Bali untuk kemudian melanjutkan kunjungan ke Yogyakarta. “Ada sekitar 300 orang,” kata Parwono.

Asisten Sekretaris Daerah Bidang Perekonomian dan Pembangunan DIY Didi Purwadi menjelaskan dalam kerjasama di bidang budaya dengan Shanghai telah ada penandatanganan nota kesepahaman untuk pembangunan rumah persahabatan atau Yogyakarta-Shanghai Friendship House.

Rumah yang digunakan adalah sebuah rumah berarsitektur Cina yang berada di kampung Ketandan, kawasan Malioboro, Yogyakarta yang akan diresmikan pada 2016. “Nanti akan ada guru bahasa Mandarin dari Shanghai yang tinggal di sana,” kata Didi. (*/ndy)

LEAVE A REPLY

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.