Pemandu Wisata Kepulauan Seribu Dituding Mbandel

0
504
Jembatan Cinta Pulau Tidung (Foto: http://www.ruditidung.com)

KEPULAUAN SERIBU, test.test.bisniswisata.co.id: Kesadaran pemandu wisata untuk tidak melakukan aktivitas di zona inti Kepulauan Seribu, masih sangat kurang. Rendahnya kesadaran itu, dikhawatirkan dapat merusak ekosistem dan terumbu karang di zona tersebut.

“Sudah sering kita berikan penyuluhan, tapi sering bandel masuk ke zona inti dengan alasan dipaksa wisatawan,” ujar Rudi Madandan, penyelia Balai Taman Nasional Wilayah II, Pulau Harapan, Kepulauan Seribu Utara, Kamis (19/5).

Zona inti 3 meliputi perairan Pulau Kayu Angin Bira dan Pulau Belanda Kepulauan Seribu Utara. Siapapun dilarang melakukan aktivitas, apalagi snoorkling maupun diving yang sudah dipastikan akan merusak ekosistem laut di zona inti tersebut. Terumbu karang rusak akibat diinjak-injak saat diving dan snoorkling, selain itu juga oleh jangkar kapal pemandu.

“Pengawasannya lebih sering apalagi lokasinya tidak jauh dari Pulau Harapan. Jadi semua biota di zona inti dilindungi dan tidak boleh diambil,” tandasnya.

Kawasan taman nasional wilayah II di Pulau Harapan meliputi Pulau Opak Besar, Pulau Pemagaran, Pulau Harapan, Pulau Kayu Angin, Pulau Bira Kecil, Pulau Bira Besar dan Pulau Belanda, terdapat rehabilitasi penyu, pembibitan mangrove, hingga pengawasan dan rehabilitasi penyu di dua pulau secara liar. Kawasan ini kini mulai diserbu para wisatawan lokal maupun nusantara. Serbuan wisatawan itu menjadi keprihatinan bagi pemerhati lingkungan, karena akan merusak ekosistem laut dan terumbu karang.

Catatan BPS Kabupaten Administrasi Kepulauan Seribu, kepariwisataan Kepulauan Seribu memang mulai menggeliat. Jumlah pelancong sejak tahun 2013 mengalami kenaikan bahkan setiap tahunnya meningkat hingga empat hingga lima kali lipat. Kenaikan ini karena akses menuju ke Kepulauan Seribu lebih mudah dan murah.

Misi pemerintah daerah dan catatan BPS selaras dengan harapan warga. Tujuh dari 10 responden jajak pendapat yang diselenggarakan Litbang Kompas yang tinggal di Jakarta dan sekitarnya lebih menginginkan Kepulauan Seribu dikembangkan menjadi daerah pariwisata. Gugusan pulau indah yang kaya dengan biota laut yang beragam dan tak jauh dari Ibu Kota menjadi tempat pas untuk melepaskan kepenatan dan hiruk-pikuk kota besar.

Sayang, rendahnya aksesibilitas dan degradasi lingkungan menjadi masalah utama yang harus segera dibenahi di Kepulauan Seribu. Selain itu, dibutuhkan penyediaan penginapan yang lebih berkualitas, tetapi terjangkau serta sarana dan prasarana lainnya agar pariwisata di gugusan pulau ini kian bersinar. Juga pemandu wisata kini lebih mencari keuntungan pribadi ketimbang menjaga lingkungan.

Kabupaten Kepulauan Seribu mempunyai misi untuk mewujudkan wilayahnya sebagai kawasan wisata bahari yang lestari. Dalam Rencana Strategis Kabupaten, pengembangan wilayah kabupaten ini terbagi dua.

Kawasan Pengembangan Utara yang berlokasi di sekitar Taman Nasional Laut ditetapkan sebagai kawasan bahari eksklusif untuk segmen kelas menengah atas dan mancanegara, sedangkan Kawasan Pengembangan Selatan yang dekat dengan Jakarta menyasar kelas menengah ke bawah dengan modal obyek wisata sejarah dan konservasi serta kegiatan nelayan. (END)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here