Home BAHARI Pelni Tawarkan Paket Wisata Bahari Selat Lembeh

Pelni Tawarkan Paket Wisata Bahari Selat Lembeh

0
414
Destinasi wisata Selat Lembeh

JAKARTA, Bisniswisata.co.id: PT Pelayaran Nasional Indonesia (Persero) menawarkan paket wisata bahari ke Selat Lembeh, Bitung, Sulawesi Utara. Pembukaan destinasi baru ini dimaksudkan untuk menggenjot lini usaha pariwisata. Diharapkan destinasi baru ini juga bisa menggenjot pariwisata di Provinsi Bumi Nyiur Melambai semakin dikunjungi wisatawan.

Manager PR & CSR Pelni, Akhmad Sujadi mengatakan saat ini Pelni membuka empat destinasi wisata bahari, yakni Karimun Jawa, Banda Neira, Raja Ampat, dan Pulau Komodo.

Pelni juga menggandeng sejumlah mitra lokal guna melayani para pelancong yang berniat menikmati keindahan Selat Lembeh. “Kami sekarang masih koordinasi [dengan mitra lokal]. Yang jelas sekarang konsepnya kapal Pelni bisa digunakan untuk akomodasi,” ungkap Sujadi seperti dilansir laman Bisnis.com, Rabu (20/9/2017).

Sujadi menjelaskan, frekuensi paket wisata ke Selat Lembeh dirancang satu kali dalam satu bulan. Para pelancong bakal menginap di kapal Pelni yang sudah disulap layaknya hotel. Sementara itu, perjalanan ke beberapa objek wisata bakal menggunakan kapal milik mitra Pelni.

Pelni lebih menyasar pasar turis domestik ketimbang turis mancanegara untuk paket wisata ke Selat Lembeh. Pasalnya, harga yang ditawarkan relatif terjangkau. Namun tidak tertutup kemungkinan turis asing juga kepincut membeli paket wisata ke Selat Lembeh.

Berdasarkan publikasi yang dirilis Pelni, harga paket wisata bahari berkisar Rp1,4 juta hingga Rp3,7 juga. Sementara itu, lama perjalanan berkisar 2 hari dan satu malam hingga empat hari dan tiga malam. Paket wisata ke Selat Lembeh merupakan paket dengan durasi tersingkat sedangkan tujuan Banda Neira berdurasi terpanjang.

Selat Lembeh

Dunia bawah air Sulut sejatinya sangat beragam, sayangnya masih banyak yang belum dieksplorasi. Setiap wilayah geografis di Sulut memiliki keunikan masing-masing mengikuti pola pergerakan masa air dan geologi yang sangat dinamis. Salah satu alternatif tujuan penyelaman di Sulut yang mulai mendunia selain Bunaken adalah Selat Lembeh yang terletak di Kota Bitung.

Selat Lembeh merupakan selat sempit yang memisahkan daratan utama Pulau Sulawesi dan Pulau Lembeh. Selat Lembeh memiliki panjang sekitar 20 km, merupakan objek daya tarik wisata Kota Bitung. Selat Lembeh bagi pecinta underwater photography manca negara mungkin sudah tidak asing lagi, tapi justru masing jarang wisatawan lokal yang mengetahuinya.

Memang cukup banyak publikasi tentang keunikan biota laut Selat Lembeh, hampir seratus persen yang mempublikasikan adalah orang asing. Perkembangan hobby menyelam yang berkembang pesat di Indonesia turut mendongkrat popularitas Selat Lembeh sebagai destinasi selam dengan keunikan tersendiri.

Hal ini juga didukung dengan banyaknya dive operator yang ada di Kota Bitung. Hampir semua resort memiliki fasilitas dan paket diving. Penginapan-penginapan kecil pun sudah memiliki hubungan baik dengan dive master yang nantinya disambungkan ke dive operator.

Topografi pantai di Selat Lembeh secara umum memiliki pantai tidak terlalu lebar kemudian diikuti tubir, bahkan banyak lokasi memiliki pantai berupa tebing. Ukuran selat tidak terlalu lebar, dengan jarak tersempit sekitar 800 meter menyebabkan arus cukup kuat pada beberapa titik.

Hal ini mengingat pada ujung utara Selat Lembeh berhadapan langsung dengan Samudera Pasifik. Kondisi seperti ini menyebabkan terumbu karang jarang ditemukan. Berdasarkan catatan hanya di Tanjung Batuangus dan Pulau Serena yang memiliki terumbu karang dengan kategori sehat. Aktivitas nelayan yang tidak sehat jadi faktor penting bagi kerusakan terumbu karang Selat Lembeh.

Di samping itu, kegiatan industri dan lalu lintas perairan yang padat di sekitar Selat Lembeh juga menjadi ancaman tersendiri. Namun, di sisi lain tingginya tekanan dan kondisi alam yang ada di Selat Lembeh tersebut justru membentuk sebuah ekosistem yang unik, termasuk biota-biota yang berasosiasi di dalamnya.

Selat Lembeh dikenal akan keunikan biota yang berasosiasi di dalamnya. Bahkan, sebenarnya perairan Selat lembeh tidak memiliki terumbu karang yang cukup bagus seperti yang terdapat di sekitar Bunaken. Memang, harus dipahami sejak awal bahwa tujuan menyelam di Selat Lembeh bukan untuk menikmati keindahan terumbu karang dan aneka warna ikan.

Keistimewaan Selat Lembeh justru terletak pada keunikan biota yang berukuran kecil dan biota-biota yang berkamuflase dengan baik pada habitat. Sebagian dari biota-biota tersebut bahkan termasuk langka dan bahkan tidak dapat ditemukan di tempat lain, atau bersifat endemik. Karena keistimewaan tersebut, Selat Lembeh sering kali dijuluki sebagai The Mecca of Divers atau The Mecca of Macro Photography. Tertarik? (*/BBS)

NO COMMENTS

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here